Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Pinggangmu bagaikan piala bulat, jangan kurang minuman dalamnya. Ribaanmu seperti suatu timbunan gandum yang berpagarkan bunga bakung.
Kidung Agung 7:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 45:16 (IDN) »
(45-17) Maka segala puteramu akan menggantikan ayahmu kelak, maka engkau akan menjadikan mereka itu penghulu-penghulu pada seluruh muka bumi.

Kidung Agung 5:14 (IDN) »
Tangannya pakai cincin-cincin emas yang bertatahkan permata cempaka; pinggangnya bagaikan perbuatan gading, bersendi-sendikan permata nilam.

Kidung Agung 7:2 (IDN)
Pengantar setting segera: Ayat ini berada dalam dialog romantis Salomo tentang keindahan sang kekasih. Gambaran fisik yang kuat dipakai untuk menegaskan kedekatan, kelegaan, dan kehangatan hubungan yang mengundang perhatian penuh. Ayat ini menyoroti dua aspek utama: pinggang yang kuat dan piala yang melambangkan ketaatan serta kemesraan, diiringi dengan gambaran gandum yang rapat dan anggun berisi bunga bakung sebagai simbol kemurnian dan kemewahan.
Apa yang ingin dikatakan teks tentang Allah atau iman
Dalam konteks Kidung Agung, pandangan terhadap rela hati, keutuhan, dan perasaan intim manusia terhadap pasangan mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan sebagai hubungan yang penuh perasaan, kehormatan, dan keindahan. Ayat ini menampilkan keindahan dan kemurnian yang sejalan dengan kehendak-Nya untuk hubungan yang setia dan terjaga. Paduan gambar piala bulat dan gandum berpagarkan bunga bakung menekankan bahwa kekuatan, kesenangan, dan kemurnian digabungkan dalam kasih yang saling melengkapi.
Istilah dan gambaran kunci
Kosakata penting yang dijelaskan para komentator terdahulu
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa gambaran-gambaran ini menyoroti keintiman yang diberkati dengan kesucian. Mereka meninjau bahwa kekuatan fisik dan kemurnian dialirkan dalam satu bahasa metafora tentang kasih yang berkelimpahan dan setia. (Rujukan singkat: Henry, Barnes, Clarke; tidak ada kutipan panjang di sini, namun ide-ide inti berasal dari kajian klasik mereka.)
Referensi silang yang relevan
Makna praktis untuk hidup hari ini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa keintiman yang sehat berakar pada kelimpahan kasih, kesetiaan, dan kemurnian. Dalam hubungan suami-istri maupun dalam relasi dengan Tuhan, kita dipanggil untuk menumbuhkan kepercayaan, menjaga kepuasan yang sehat, dan merawat keindahan hidup bersama dengan kehormatan. Jangan biarkan kasih kehilangan kehangatan atau menjadi hambar; biarkan kemurnian dan kesetiaan menjadi pagar yang menjaga keindahan hubungan dari gangguan.
Ringkasan penutup
Ayat ini menampilkan gambaran satu pasangan yang hidup dalam kelebihan kasih dan kemurnian, di mana kekuatan dan kelimpahan dinyatakan melalui simbol-simbol fisik yang indah. Dalam kerangka iman, hal itu mengajak kita menilai bagaimana kasih awalnya dipelihara dan diperkaya setiap hari, agar hubungan manusia dan Tuhan tetap penuh kemurnian dan kebahagiaan yang terjaga.