Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 7:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Bagaimana elok engkau, bagaimana manis, hai pengasihan, dengan pelbagai lezat!
Kidung Agung 7:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 7:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 1:15 (IDN) »
Bagaimana elokmu, hai adinda! bagaimana elokmu, dan matamu seperti burung merpati.

Kidung Agung 4:10 (IDN) »
Bagaimana indahnya kasihmu, hai adinda, hai tunanganku! bagaimana sedap kasihmu, lebih dari pada air anggur dan dari pada harum minyak bau-bauan dan segala rempah-rempah!

Mazmur 45:11 (IDN) »
(45-12) Maka Raja kelak berkenan akan keelokanmu; sedang Ialah tuanmu maka tunduklah engkau menyembah dia.
Kidung Agung 7:6 (IDN) — Mengagumkan dan Manisnya Pemujaan Cinta
Ayat ini menegaskan keindahan dan kemesraan hubungan kasih suami-istri di tengah kesejatian imannya. Dalam konteks Kidung Agung, pujian ini bukan sekadar deskripsi fisik, melainkan gambaran batin tentang keutuhan keintiman, kehendak untuk saling memelihara, dan kemurnian kasih yang diletakkan di hadapan Allah. Ayat ini mengundang pembaca untuk melihat bagaimana penguatan hubungan pasangan dapat mencerminkan citra kasih Tuhan kepada umat-Nya.
konteks asli dan pesan pokok
Dalam bagian ini, penggambaran tentang keindahan pengasihan dan rangkulan kasih menggambarkan momen ketika pasangan menilai satu sama lain sebagai hal yang sangat berharga. Pesan inti adalah bahwa keindahan fisik dan kemanisan kasih adalah tanda kedalaman komitmen dan kehangatan hubungan yang tumbuh dari interaksi yang penuh hormat, perhatian, dan penghiburan satu sama lain. Ayat ini menekankan bahwa kasih bukan sekadar permainan kata-kata, melainkan pengalaman nyata yang memanaskan hati dan memperkaya kebersamaan di hadapan Allah.
tema utama yang mendasari
panduan tafsir singkat
Pandangan umum menekankan bahwa elok dan manis menggambarkan kedua sisi keberadaan manusia: keluasan perhatian dan kesetiaan. Ungkapan ini menegaskan bahwa kedekatan yang sehat dan saling menghargai menghasilkan keindahan hidup rumah tangga yang memuliakan Tuhan. Dalam pembacaan simbolik, keindahan itu tidak berhenti pada fisik, melainkan meliputi suasana damai, perasaan aman, dan kegembiraan yang murni karena adanya satu tujuan hidup bersama di bawah kendali kasih Allah.
ayat paralel dan sikap serupa di Alkitab
Beberapa bagian lain memberikan arah serupa: misalnya gambaran tentang kasih sebagai perhiasan yang memperindah kehidupan (bandingkan dengan tema kasih yang membangun keluarga dan komunitas). Ayat-ayat ini saling menguatkan gagasan bahwa kasih yang tulus memancarkan kebaikan, keamanan, dan murni dalam cara hubungan dijalani.
cross-references
Penjelasan singkat: Efesus menekankan nurani kasih yang melayani; Kidung Agung menampilkan keindahan hubungan sebagai refleksi suka cita di dalam kehendak Allah. Keakraban yang tumbuh dari saling menghormati memperlihatkan bagaimana kasih bekerja dalam komunitas keluarga dan jemaat.
refleksi penguat iman
Bayangkan hubungan yang elok dan manis sebagai ladang berbuah yang dirawat dengan penuh perhatian: komunikasi terbuka, kesetiaan, dan pilihan untuk memprioritaskan kebaikan pasangan. Dalam konteks iman, kasih yang memuliakan Allah melahirkan kedamaian rumah tangga, sehingga dunia melihat contoh hidup yang mengarahkan hati kepada Tuhan. Semoga kita diajarkan untuk menilai keindahan kasih lewat tindakan nyata: kesabaran, pengampunan, dan saling membangun.
Endnotes singkat untuk konteks: ayat ini sejalan dengan ajaran bahwa kasih adalah tindakan yang memperbarui hidup keluarga dan komunitas. Keduanya menyoroti bahwa keindahan lahir dari kekuatan kasih yang murni dan bertanggung jawab.