Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 1:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka kepala-Nya dan rambut-Nya putih, seperti bulu domba yang putih, putihnya seperti salju; maka mata-Nya seperti nyala api;
Wahyu 1:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 1:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 10:6 (IDN) »
Maka tubuhnya seperti permata firuzah dan mukanya seperti rupa kilat dan matanya seperti pedamaran yang bernyala dan lengannya dan kakinya seperti cahaya tembaga yang terupam dan bunyi suaranya seperti bunyi kebanyakan orang menderu.

Daniel 7:9 (IDN) »
Maka dalam antara kulihat ini, adalah tertaruh beberapa arasy dan Yang tiada berkesudahan harinya itu bersemayamlah, maka pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut kepala-Nya seperti bulu kambing domba yang amat peresih, dan arasy-Nya bunga-bunga api dan jenteranyapun api bernyala-nyala.

Wahyu 19:12 (IDN) »
Maka mata-Nya itu seperti nyala api, dan di kepala-Nya, ada makota banyak; maka ada suatu nama tertulis kepada-Nya yang tiada diketahui oleh seorang jua pun, melainkan Ia sendiri;
Wahyu 1:14 — Gambaran Kepala-Nya yang Putih
Pada bagian awal kitab Wahyu, penglihatan Yohanes atas Yang Trit–yang berkuasa menggambarkan kemuliaan Kristus secara simbolis. Ayat ini menyoroti potret wajah dan kepala-Nya yang putih, melambangkan kemurnian, kekudusan, dan keabadian. Putih sering dipakai untuk menandakan kemenangan atas dosa dan pembaharuan ilahi yang sempurna. Dalam konteks wahyu, warna ini juga menegaskan otoritas-Nya sebagai Imam Besar yang suci dan Hakim yang benar.
Makna utama kata dan gambaran
Dorongan teologis dari sumber-sumber berpengaruh (ringkas, tanpa kutipan panjang)
Biblik jelaskan bahwa warna putih dalam wahyu sering dipakai untuk menunjukkan kemuliaan Kristus yang tak terbatas. Penggambaran Allah dalam kemuliaan, seperti dalam kitab Daniel dan Yesaya, sejalan dengan gambaran di Wahyu: Dia yang kudus, berkuasa, dan layak disembah. Para komentator berpendapat bahwa gambaran mata-Nya yang seperti nyala api menekankan sifat-Nya yang mengadili serta perhatian-Nya terhadap keadaan hati manusia.
Referensi silang yang relevan
1) Yesaya 1:18 — Seruan kepada pembaruan: meskipun dosa mencelupkan kita dalam kegelapan, Allah memanggil kita menjadi putih melalui karya Kristus. 2) Daniel 7:9-10 — Figur yang bertahta dengan rambut berwarna putih menunjukkan keabadian dan kebijaksanaan ilahi yang meliputi semua penghakiman. 3) 1 Korintus 13:12 — Kita melihat kemuliaan Allah secara terang, dan pembaruan kita melalui Kristus akan mencapai kesempurnaan di hadirat-Nya.
Aplikasi bagi hidup percaya hari ini
Ayat ini menantang kita untuk memandang kepada Kristus dengan pengakuan kemurnian-Nya dan otoritas-Nya. Kita diajak percaya bahwa Kristus memenuhi kebutuhan kita dengan pembenaran yang sempurna dan pembaruan hati. Kehidupan iman menuntun kita untuk hidup dalam terang-Nya, menerima penyucian dari dosa, dan mengikuti-Nya dengan mata yang waspada terhadap arah-Nya. Dalam doa, kita memohon agar Kristus memurnikan pikiran dan tindakan kita, sambil mempercayai bahwa-Nyalah satu-satunya sumber pembaharuan sejati.
Ringkasan edisi-internasional
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan kemurnian, pembebasan dari dosa, dan kedalaman penglihatan Kristus. Mereka menyoroti bahwa gambaran putih mewakili kekudusan ilahi, sementara nyala api pada mata-Nya menunjukkan penghakiman dan pengetahuan-Nya yang tajam. Pandangan ini mengundang jemaat untuk menghormati kemuliaan Kristus sambil mengalami pembaharuan batin melalui karya-Nya di salib.