Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiWahyu 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
Wahyu 1:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tatkala aku nampak Dia, maka rebahlah aku pada kaki-Nya seperti orang mati. Maka diletakkan-Nya tangan kanan-Nya ke atasku sambil berkata, "Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir,
Wahyu 1:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Wahyu 1:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 44:6 (IDN) »
Demikian inilah firman Tuhan, Raja orang Israel dan Penebusnya, yaitu Tuhan serwa sekalian alam: Aku ini yang pertama dan Aku ini yang terkemudian, kecuali Aku tiadalah ilah adanya.

Daniel 8:17 (IDN) »
Maka datanglah ia berdiri pada sisiku; serta ia datang maka terkejutlah aku, lalu aku sujud, maka katanya kepadaku: Perhatikanlah baik-baik, hai anak Adam! karena khayal ini akan hal akhir zaman.

Wahyu 22:13 (IDN) »
Maka Aku inilah Alif dan Ya, Yang terdahulu dan Yang terkemudian, Yang awal dan Yang akhir.
Tafsir Wahyu 1:17 (IDN)
Inti makna ayat ini adalah pengakuan kemuliaan Kristus yang membuat Yohanes tertegun dan lumpuh karena kagum serta takut, lalu Kristus menenangkan dengan otoritas-Nya yang kekal: “Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir.”
Latar konteks
Wahyu 1 menggambarkan wahyu pertama tentang kristologi yang kuat. Yohanes melihat sosok yang berleret mata seperti api, kaki seperti tembaga naik dari api, dan suaranya seperti banyak air. Dalam situasi itu, Yohanes jatuh seperti orang mati. Pemunculan tangan kanan-Nya menenangkan Yohanes, menegaskan bahwa Kristus berkuasa atas sejarah manusia dari awal hingga akhirnya.
Observasi penafsir
Pengamatan teologis singkat
Ayat ini menegaskan keilahian dan kemanusiaan Kristus: Dia berkuasa atas permulaan dan akhir segala sesuatu, serta dekat dengan umat-Nya dalam kelemahan (kengerian Yohanes). Pesan-Nya untuk tidak takut menegaskan bahwa panggilan Yohanes untuk menyampaikan wahyu tidak diluar kendali, melainkan di bawah kasih dan kendali Ilahi.
Rangkaian tema singkat
Hubungan dengan bagian lain
Cross-reference singkat:
Penjelasan hubungannya: Wahyu menekankan bahwa Kristus adalah pusat sejarah keselamatan; wahyu-wahyu selanjutnya akan diarahkan untuk menyatakan rencana-Nya, dan Yohanes mendapat kepastian penyertaan-Nya.
Anekdot praktis
Intisari praktis
Rangkum pesan: Hadapi masa depan dengan keyakinan bahwa Kristus adalah permulaan dan tujuan akhir kita; dalam semua penglihatan dan ujian, kita punya penyertaan-Nya yang menguatkan. Jangan takut, sebab kehadiran-Nya menyertai setiap langkah murid-Nya.
Cuplikan pandangan para penafsir (pilihan)
Beberapa bagian ringkas dari sumber berbahasa Inggris lama yang tersedia secara publik sering dipakai untuk rujukan, dengan catatan bahwa kutipan langsung di bawah ini hanya sebatas ringkasan bahasa Indonesia:
“Jangan takut, Aku inilah yang awal dan yang akhir” menegaskan keabadian-Nya dan kesetiaan-Nya pada permulaan serta akhir sejarah manusia.
Penilaian umum para komentator pertama menekankan kuasa Kristus yang menenangkan orang percaya di tengah penglihatan yang menakutkan.
Referensi silang singkat yang relevan sudah dijelaskan di bagian sebelumnya untuk memperkaya pemahaman tanpa mengubah konteks asal ayat.