Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:9 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jikalau bagai dewala adanya, kitapun akan membuat maligai perak di atasnya; jikalau bagai pintu adanya, kitapun akan menyakatkan dia dengan papan kayu araz.
Kidung Agung 8:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Raja-raja 6:15 (IDN) »
Maka dinding pada sebelah dalam rumah itu dilapisnya dengan papan kayu araz, dari pada dasar rumah itu datang kepada sebelah dalam atap, segala dinding dilapisnya dengan kayu, dan dasar rumah itu dilapisnya dengan papan kayu senobar.

Kidung Agung 2:9 (IDN) »
Kekasihku itu bagaikan kijang atau seperti anak rusa. Lihatlah ia berdiri di balik dinding kita, iapun menengok dari pada tingkap, dan lagi gilang-gemilang rupanya dari balik kisi-kisi.

Yesaya 61:4 (IDN) »
Pada masa itu mereka itu akan membaiki pula segala tempat yang lama sudah rusak dan membangunkan pula segala tempat yang dirobohkan dahulu, dan membaharui segala negeri yang rusak, dan yang roboh sudah beberapa zaman lamanya.
Kidung Agung 8:9 (IDN)
Ayat ini berada dalam rangkaian puisi asmara pada Kitab Kidung Agung yang menonjolkan cinta kekasih yang berikhtiar untuk meneguhkan hubungan. Dalam konteks pasal ini, imam mencetuskan gambaran tentang bagaimana pasangan memaknai masa lalu dan masa depan hubungan mereka, meskipun keadaan bisa berubah-ubah. Ayat 9 memberi gambaran praktis tentang bagaimana mereka akan membangun tempat tinggal yang layak bagi kasih itu, seperi penggunaah bahan dan struktur yang sederhana namun berarti: taruhan pada kenyamanan dan keutuhan hubungan.
Makna utama
Ayat ini menekankan kesiapan berkomitmen dan berusaha membangun rumah kasih, meski keadaan lahiriah terlihat sederhana atau tidak menonjol. “Dewala adanya” dan “pintu adanya” adalah gambaran ketersediaan dan keterbukaan; pasangan yang saling menguatkan akan menempatkan upaya dan sumber daya untuk menjaga hubungan tetap utuh, baik melalui perlindungan maupun kenyamanan hidup bersama.
Tema-tema kunci
Rujukan silang yang relevan
- 5:16–17: Pasangan menantikan keaslian asmara dalam situasi berbeda, menunjukkan bahwa kasih dapat bertahan melalui usaha dan pengorbanan.
- Zefanya 3:17: Tuhan memberkati dengan suplai damai dan sukacita sehingga pekerjaan membangun keluarga tidak menjadi beban semata, melainkan perwujudan kasih-Nya sendiri.
- Efesus 4:2–3: Perilaku rendah hati dan kerja sama yang benar menjaga keharmonisan jemaat/keluarga, serupa bagaimana pasangan dalam Kidung Agung menata rumah kasih.
Penjelasan singkat: rujukan-rujukan ini menunjukkan bahwa upaya membangun rumah kasih melibatkan kemauan untuk hidup saling menghormati serta menjaga damai di tengah-tengah tantangan hidup.
Pemakaian praktis
Renungan singkat
Tak selalu kemewahan yang diperlukan untuk membangun kasih; sering kali tindakan kecil yang konsisten membawa dampak paling dalam. Ketika dua hati bersedia menata rumah kasih dengan kesetiaan dan kerja sama, maka kasih itu benar-benar menjadi tempat perlindungan satu sama lain.
Ringkasan
Kidung Agung 8:9 mengajak kita melihat komitmen praktis untuk membangun tempat bagi kasih. Melalui kerja sama, kesederhanaan, dan perlindungan, pasangan membentuk lingkungan yang memuliakan cinta yang tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak.
Catatan: Kutipan langsung dari komentar klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak ditempatkan dalam bentuk panjang di sini; bila ada kutipan pendek yang relevan, akan disebutkan secara singkat dalam konteks.