Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:7 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:7 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Air banyakpun tiada dapat memadamkan kasih ini dan segala sungaipun tiada dapat meliputi dia. Jikalau kiranya orang hendak memberikan segala harta benda yang dalam rumahnya karena kasih ini, niscaya dicelakan juga akan dia.
Kidung Agung 8:7 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:7 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 6:35 (IDN) »
dan tiada ia akan menerima tebusan, jikalau besar sekalipun, dan tiada dikehendakinya hadiah, jikalau amat banyak sekalipun adanya.

Amsal 6:31 (IDN) »
Jikalau didapati akan dia, tak akan jangan dipulangkannya kembali tujuh kali ganda, dan patutlah diberikannya segala isi rumahnya akan gantinya.

Yesaya 43:2 (IDN) »
Apabila engkau mengarung air, Aku akan sertamu, atau menyeberang sungai, tiada ia itu meliputi engkau, apabila engkau berjalan terus dari pada api, tiada engkau akan dimakan olehnya dan nyala apipun tiada akan menghanguskan dikau.
Kidung Agung 8:7 (IDN)
Setting utama ayat ini berada dalam puncak curahan kasih antara kekasih dan kekasihnya, di mana tidak ada halangan yang bisa memadamkan kasih yang begitu menguat dan tiada terukur. Dalam konteks kitab Kidung Agung, metafora kasih diuraikan secara puitis sebagai hasrat yang melampaui kekayaan materi dan bahkan ancaman bahaya atau kehilangan nyawa.
Makna dan penguatan iman
Ayat ini menegaskan bahwa kasih sejati bersifat absolut dan tidak tergerus oleh jumlah atau kekayaan dunia. Seperti halnya umat percaya that kasih Allah dalam Kristus tidak dapat dipadamkan oleh bahaya, materi, atau penderitaan, ayat ini menekankan bahwa kasih yang berakar pada hubungan yang intim dengan Allah dan sesama melampaui ukuran manusiawi. Dalam pandangan iman, kasih yang demikian bersifat kekal dan menuntun langkah hidup pada pengorbanan yang mulia.
Istilah dan gambaran penting
Hubungan dengan tafsiran klasik
Para penafsir publika domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menonjolkan bahwa bagian ini pada intinya mengilustrasikan kasih yang setia dan tak tergoyahkan. Henry menekankan sifat kasih yang melebihi semua tantangan; Barnes menyoroti bahwa tindakan kasih menyiratkan pengorbanan total. Clarke menambah bahwa gambaran ini juga bisa dipahami sebagai kasih antara kekasih dalam konteks manusia, namun mencerminkan kasih Allah yang tidak berkurang oleh rintangan dunia. Kutipan pendek yang relevan dari komentar klasik menegaskan gagasan bahwa kasih sejati menanggung semua ujian tanpa kehilangan diri.
Ayat silang yang relevan
Beberapa rujukan terkait yang bisa dipertimbangkan menghimpun pemahaman lebih lanjut:
Aplikasi praktis untuk masa kini
Ayat ini menantang pembaca untuk menilai kasih dalam relasi dan iman. Dalam keluarga, persahabatan, maupun persaksian iman, kasih yang bersifat pengorbanan menjadi ukuran keotentikan hubungan. Ketika tekanan hidup datang—pecahnya hubungan, kekurangan material, atau bahaya—kasih yang berakar pada integritas dan komitmen pada kebenaran tetap teguh. Identifikasikan area-area di mana Anda cenderung mengukur kasih dengan keuntungan pribadi, lalu latih memberikan lebih banyak tanpa syarat, meyakini bahwa kasih sejati tidak tergoda oleh kehendak duniawi.
Ringkasan: Kidung Agung 8:7 menggambarkan kasih yang tak tergoyahkan meski dihadapkan badai dan kelimpahan dunia; kasih itu menuntun pada pengorbanan total—sebuah gambaran yang menggugah iman kita untuk meneladani kasih Allah yang kudus dan mengalir melalui hubungan manusia yang tulus.