Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiKidung Agung 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
Kidung Agung 8:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Marilah dengan segera, hai kekasihku! hendaklah engkau bagaikan kijang atau anak rusa di atas bukit rempah-rempah!
Kidung Agung 8:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Kidung Agung 8:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Kidung Agung 2:17 (IDN) »
Dahulu dari pada angin malam bertiup dan segala bayang-bayangpun hilang, hendaklah engkau kembali, hai kekasihku! yang pantas seperti kijang atau seperti anak rusa di atas bukit-bukit Beter.

Kidung Agung 2:9 (IDN) »
Kekasihku itu bagaikan kijang atau seperti anak rusa. Lihatlah ia berdiri di balik dinding kita, iapun menengok dari pada tingkap, dan lagi gilang-gemilang rupanya dari balik kisi-kisi.

Wahyu 22:20 (IDN) »
Maka Ia yang menyaksikan segala perkara ini berkata, "Bahkan, Aku datang dengan segeranya." Amin, marilah, ya Tuhan Yesus!
Kidung Agung 8:14 - Ringkasan Pembaca
Kidung Agung pasal 8 menggambarkan hubungan penuh keintiman antara kekasih dan pasangan pengantin, dengan nuansa rindu, keterikatan, dan keinginan untuk saling menunggu di hadapan Allah. Ayat 14 mengakhiri serangkaian gambar kasih dengan seruan yang penuh keakraban: ajakan untuk bertemu segera, dan gambaran indah mengenai kekasih yang lincah bagaikan kijang atau anak rusa di atas bukit rempah-rempah. Pesan inti adalah dorongan untuk tidak menunda pertemuan kasih, sambil tetap menaruh hormat dan keindahan di dalam hubungan yang berakar pada kemurnian dan pengakuan akan kehadiran Tuhan di antara pasangan.
Ayat dalam konteks pasal
Pasal 8 menampilkan perasaan rindu yang kuat dari sang kekasih perempuan, dan gagasan bahwa cinta sejati menuntun pada pertemuan yang intim namun terhormat. Frasa “marilah dengan segera” menegaskan keinginan yang tidak sabar namun tetap penuh tata krama. Gambaran kijang atau anak rusa di atas bukit rempah-rempah melukiskan kecekatan, kelincahan, dan keindahan dalam mencari serta menemukan persekutuan kasih di tempat yang sulit dijangkau — sebuah tempat yang menekankan keaktifan, kegembiraan, dan keaslian hubungan.
Sebuah pelajaran rohani utama
Pesan utama ayat ini adalah kesiapsediaan untuk respon segera terhadap permintaan kasih. Hubungan yang sehat menuntut kerelaan beranjak dari posisi aman menuju persekutuan yang lebih dekat, sambil menjaga martabat. Dalam kedalaman spiritual, pertemuan itu juga menggambarkan kehadiran Tuhan sebagai pusat yang menguatkan kasih manusia—bahwa cinta yang tulus melangkah beriringan dengan iman dan kesetiaan.
Gambaran silang dengan bagian Alkitab lainnya
Aplikasi praktis
Untuk pasangan suami-istri atau yang merancang pernikahan, ayat ini mengingatkan pentingnya respons cepat terhadap kebutuhan satu sama lain, tanpa kehilangan rasa hormat dan kemurnian tujuan. Jadwalkan waktu bersama untuk memperbaharui komitmen, hargai momen-momen kecil dalam hubungan, dan ingatlah bahwa kasih yang hidup tumbuh ketika keduanya menaruh keinginan untuk saling membangun dalam kehadiran Tuhan.
Catatan silang singkat
Beberapa rujukan yang relevan secara singkat: kefanaan kerinduan dalam Kidung Agung 2:17; komitmen yang teguh di Mak 19:6 (kisah umum tentang kesatuan); kehadiran Tuhan dalam hubungan di Efesus 5:31-32.
Inti penutup
Ayat ini menegaskan bahwa kasih sejati menuntun pada pertemuan yang dinantikan dengan rasa hormat dan kegembiraan. Respons yang segera, serta gambaran kelincahan seperti kijang di atas bukit, mengajak kita melihat pernikahan sebagai perjalanan dinamis yang tetap berpusat pada kemurnian ikatan dan kehadiran Tuhan di antara pasangan.
Referensi singkat para penafsir terdahulu
Ringkasan wawasan para penafsir publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan keintiman yang suci serta dorongan untuk mengangkat kasih ke tingkat tindakan nyata yang menghormati pasangan dan Tuhan. Kutipan langsung singkat yang relevan dari mereka mencakup nada kehendak yang cepat untuk bertemu dan gambaran keindahan kasih yang tidak terbantahkan oleh hal-hal duniawi.