Keluaran 21:27 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Dan jikalau ditamparnya akan hambanya perempuan atau hambanya laki-laki, sehingga gugurlah sebiji giginya, maka tak akan jangan dimerdekakannya ia karena giginya.

Ayat sebelumnya
« Keluaran 21:26
Ayat berikutnya
Keluaran 21:28 »

Keluaran 21:27 Tafsiran ayat Alkitab

Keluaran 21:27 (IDN) – Ringkasan dan Makna

Ayat ini berada dalam bagian hukum sosial Allah bagi bangsa Israel yang mengatur perlindungan terhadap budak dan perlakuan terhadap mereka. Konteksnya ialah hak-hak budak laki-laki maupun perempuan dan batasan kekerasan yang boleh dilakukan terhadap mereka. Jika seorang tuan menampar atau menyebabkan gigi tergugur pada budak, hukum menuntut pembebasan sebagai solusi atas pelanggaran hak budak tersebut. Ayat ini menegaskan pentingnya martabat manusia, sekaligus membatasi kekerasan yang boleh dilakukan terhadap hamba.

Makna pokok

Ayat ini menegaskan bahwa kehilangan gigi sebagai akibat kekerasan terhadap budak berfungsi sebagai alasan pembebasan. Di balik ketelitian hukum itu, ada dorongan untuk melindungi martabat manusia, meskipun budak adalah orang yang berada dalam kedudukan terjepit dalam tatanan sosial Israel kuno. Respons hukum ini menolak penyiksaan tanpa konsekuensi hukum yang jelas, sehingga mendorong pemikiran bahwa tindakan kekerasan terhadap manusia tidak dapat dianggap sepele.

Tema-tema utama

  • walau dalam konteks budak, hukum menegaskan bahwa tubuh manusia tidak boleh diperlakukan semaunya.
  • pelanggaran terhadap budak mempunyai konsekuensi hukum berupa pembebasan budak tersebut.
  • upaya menyeimbangkan hak-hak antara pemilik dan budak demi keadilan dalam keseharian beragama.

Cross-references (singkat)

Beberapa pandangan terkait perlindungan terhadap pekerja/karyawan dalam pembatasan kekerasan dapat ditemukan dalam prinsip-prinsip kesejahteraan manusia di bagian hukum Israel kuno dan prinsip keadilan sosial dalam Perjanjian Lama. Gunakan referensi silang berikut secara singkat untuk memperkaya pemahaman:

  • Keluaran 21:26-27 – mengenai pembalasan atas salah satu bagian tubuh budak; menekankan bahwa hak untuk membebaskan muncul sebagai konsekuensi hukum.
  • Imamat 24:17-22 – hukum-hukum keadilan yang menekankan keluhuran martabat manusia tanpa memandang status sosial.

Refleksi praktis

Meski konteksnya kuno, prinsip inti ayat ini mengajak kita menghormati tubuh manusia sebagai ciptaan Allah. Dalam pekerjaan, hubungan kerja, atau perlakuan terhadap orang yang berstatus rendah, kita diajak untuk tidak menyakiti tanpa alasan dan untuk menempuh jalan keadilan bila ada pelanggaran. Perhatikan bagaimana keadilan berwajah kemanusiaan di tengah tatanan hukum kuno yang keras.

Ringkasan penuntun pembaca

Keluaran 21:27 menegaskan bahwa jika seorang tuan menampar budaknya hingga giginya gugur, budaknya berhak dibebaskan. Ayat ini menampilkan batas kekerasan terhadap manusia dan meneguhkan nilai martabat manusia sebagai gambaran Allah, serta mengajak kita merenungkan keadilan sosial dalam konteks iman.

Catatan bidang tafsir (singkat)

Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa larangan kekerasan terhadap budak dengan konsekuensi pembebasan menyoroti prinsip keadilan dan kemanusiaan Allah. Mereka sering menekankan bahwa hukum-hukum ini bukan sekadar teknis sosial, melainkan manifestasi dari kehendak Tuhan untuk melindungi umat-Nya, termasuk mereka yang paling rentan.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Keluaran 21:27 Referensi silang ayat

Belum ada gambar referensi silang yang tersedia untuk bagian Alkitab ini.

IDN Pilih kitab dalam Alkitab