Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 7:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
bin Abisua bin Pinehas bin Eliazar bin Harun, imam besar,
Ezra 7:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 7:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 6:25 (IDN) »
(6-24) Maka Eliazar bin Harun itu mengambil seorang dari pada segala anak perempuan Putiel akan bininya, diperanakkannyalah baginya Pinehas. Maka sekalian inilah kepala bapa-bapa orang Lewi dengan isi rumah-rumahnya.

Imamat 10:16 (IDN) »
Hata, maka dicahari Musa dengan selidiknya akan kambing jantan korban karena dosa itu, maka sesungguhnya telah dibakar habis akan dia. Maka sangatlah marah Musa akan Eliazar dan Itamar, anak-anak laki-laki Harun, yang lagi tinggal itu, katanya:

Imamat 10:6 (IDN) »
Maka kata Musa kepada Harun dan kepada Eliazar dan Itamar, anak-anak Harun: Janganlah kamu menguraikan rambutmu atau mengoyak-ngoyakkan pakaianmu, supaya jangan kamupun mati dibunuh dan mendatangkan murka besar atas segenap sidang ini; melainkan segala saudaramu, yaitu segenap isi rumah Israel, boleh menangisi api ini, yang telah dinyalakan Tuhan.
Mengapa ayat Ezra 7:5 penting
Ayat singkat ini menandai garis keturunan imam besar yang bertugas pada masa kembali para bangsa Yehuda dari pembuangan. Menunjukkan bagaimana otoritas rohani dan garis keturunan dinyatakan secara jelas dalam pengakuan jabatan imam besar, serta menyiapkan konteks bagi peran Ezra sebagai pemimpin rohani dan administratif dalam upaya pembaruan kota Yerusalem dan batisnya kembali umat Allah.
Latarnya pada masa itu
Ezra 7 berfocus pada periode ketika orang Israel kembali dari pembuangan Babilonia. Zaman ini penuh dengan peralihan kepemimpinan: imam besar, ahli hukum, dan sisa-sisa bangsa bersiap membangun kembali bait, hukum, dan masyarakat yang setia pada perjanjian Allah. Barisan keturunan imam besar yang disebutkan—bin Abisua, bin Pinehas, bin Eliazar, bin Harun—menegaskan kesinambungan garis keturunan yang menjamin keabsahan kepemimpinan rohani selama masa transisi ini.
Pesan utama ayat ini
Inti ayat ini adalah legitimasi kepemimpinan rohani melalui garis keturunan. Dalam tradisi Israel, peran imam besar bukan sekadar jabatan sosial; ia adalah penghubung antara umat dan Allah, bertugas menjaga sakralitas ibadah dan tata cara upacara. Dengan menyebutkan nenek moyangnya secara runtut, teks menegaskan bahwa Ezra naik menjadi pemimpin karena pewarisan secara sah, bukan semata-mata karena pilihan manusia.
Topik-tema Alkitabiah yang terkait
Rujukan silang yang relevan
Beberapa teks lintas untuk memperluas pemahaman:
Penjelasan singkat: Rujukan-rujukan tersebut menegaskan bahwa pewarisan jabatan imam besar bukan sekadar kehormatan, melainkan bagian dari tata ibadah dan pemeliharaan perjanjian Allah di antara umat-Nya.
Refleksi rohani singkat
Ayat ini mengajak kita melihat bagaimana Allah menjaga ikatan komunitas-Nya melalui garis-garis pewarisan yang sah. Ketaatan pada tata ibadah dan pengakuan atas otoritas rohani seperti yang diwakili imam besar memberi umat stabilitas spiritual di tengah perubahan zaman. Jika kita hidup dalam keterikatan pada Tuhan, kita juga dipanggil untuk menghormati otoritas rohani yang membimbing kita kepada kesetiaan dan pembaruan hidup.
Penutup dan arah doa
Doa: Ya Tuhan, biarlah pemeliharaan-Mu atas garis keturunan imamat menguatkan umat-Mu untuk hidup setia kepada-Mu, membangun kembali ibadah yang murni, dan menyatakan kemuliaan-Mu melalui kehidupan komunitas.
Cross-references
1) Kel 28:1-3 — Allah memanggil Harun dan keturunannya untuk melayani sebagai imam besar.
2) Neh 12:7 — penegasan garis keturunan imam besar dalam susunan ibadah pasca-pembuangan.
3) 1 Tawarikh 6:4-15 — daftar garis keturunan Lewi dan pembagian tugas imam.
Quotable notes from classical commentators (ringkas):
“Imam besar adalah perantara antara Allah dan umat, dan sebab utama pemeliharaan suci ibadah” (sebagai gambaran umum, disarikan dari karya-karya klasik, tanpa kutipan panjang).
Catatan: tidak ada kutipan panjang langsung yang perlu dicantumkan secara eksplisit demi menjaga keaslian teks sumber publik domain.