Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Arakian, maka baginda raja Dariuspun memberi titah, lalu dicahari oranglah di dalam gedung surat-surat, tempat di Babil orang menaruh akan segala mata bendapun.
Ezra 6:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 5:17 (IDN) »
Maka sekarangpun jikalau ada suka ridla tuanku, hendaklah kiranya diselidik dalam khazanah baginda, yang di Babil, kalau sungguh-sungguh sudah keluar titah dari baginda raja Koresy akan hal membangunkan pula bait-Ullah, yang di Yeruzalem itu, dan biar apalah kehendak tuanku akan hal ini disampaikan kepada patik sekalian.

Ezra 4:15 (IDN) »
Hendaklah kiranya diselidik dalam kitab tawarikh nenenda moyangda tuanku, niscaya didapati dalamnya tersebut, bahwa dahulu negeri itu negeri durhaka adanya, yang sudah mempersakiti hati segala raja dan penghulu negeri, dan dari pada zaman dahulukalapun sudah diadakannya durhaka di dalamnya, dan sebab itu negeri itu dahulu dibinasakan.

Ezra 4:19 (IDN) »
Setelah itu bertitahlah kita, lalu diselidik oranglah akan hal itu, didapatinya bahwa dari zaman dahulu-dahulu juga negeri itu sudah mendurhaka kepada segala raja, dan diadakan dalamnya mufakat jahat dan khianat.
Ezra 6:1—Penunduk Titah Raja Darius dalam Proyek Kembali Bangun Bait Suci
Inti interpretif ayat ini adalah bagaimana raja asing, Darius, menegaskan kembali perintah untuk menelusuri arsip kerajaan demi memastikan keabsahan titah mengenai kelanjutan pembangunan Bait Allah, sehingga pekerjaan itu dapat dipulihkan tanpa hambatan. Ayat ini menyoroti kedaulatan Tuhan yang bekerja melalui otoritas manusia, serta pentingnya dokumentasi dan kepatuhan terhadap hukum kerajaan dalam melanjutkan misi religius bangsa Israel.
konteks sastra
Dalam bingkai Ezra pasal 5–6, kita melihat kembalinya orang-orang Israel dari pembuangan dan upaya mereka membangun kembali Bait Suci di Yerusalem. Setelah penundaan karena penindasan luar, persetujuan dari raja menegaskan bahwa pekerjaan itu beralih dari hambatan lokal menjadi urusan negara. Ayat 1 menceritakan bagaimana Darius menyelidiki catatan-catatan di Babel untuk memastikan perintah terdahulu tentang penyelesaian bangunan itu benar-benar dikeluarkan. Ini menegaskan bahwa otoritas manusia dapat menjadi sarana bagi rencana Allah ketika sejalan dengan hukum yang benar dan tujuan kemuliaan-Nya.
makna teologis
Ayat ini menegaskan realitas bahwa pembentukan kembali kemurnian ibadah Israel tidak bergantung pada kekuatan manusia semata, melainkan pada rencana Allah yang bekerja melintasi kebijakan kerajaan. Kepatuhan terhadap dokumentasi dan perintah kerajaan menegaskan bahwa ibadah kepada Tuhan tidak terjadi dalam kekacauan, melainkan dalam kerangka otoritas yang sah dan terorganisir. Allah menggunakan jalur manusia—termasuk perintah raja—untuk menggenapkan tujuan-Nya, asalkan pekerjaan itu dilandasi oleh iman kepada-Nya dan integritas pelaksanaannya.
pemikiran sejalan dari tokoh komentar klasik
Beberapa tokoh komentar klasik menekankan bahwa keinginan Allah untuk membangun kembali gereja-Nya sering bekerja melalui administrasi dan hukum kerajaan. Poin ini mengingatkan bahwa ketaatan pada tatanan dunia bisa menjadi wahana bagi penyelesaian rencana surgawi. (Catatan: kutipan langsung ringkas dari sumber berbanner publik domain tidak disediakan dalam bagian ini karena teks lengkapnya berada dalam karya-karya komentar lama; Anda bisa merujuk pada ringkasan umum yang menyoroti bagaimana otoritas manusia dipakai Allah untuk menegakkan ibadah yang benar.)
hubungan silang dalam Kitab Suci
Penjelasan singkat: ayat-ayat lintas memberikan gambaran bahwa berkat pekerjaan iman sering terwujud melalui kanal kepemimpinan duniawi, asalkan tujuan akhirnya adalah kemuliaan Tuhan dan kebenaran.
pertanyaan reflektif
kesimpulan singkat
Ayat Ezra 6:1 menegaskan bahwa kelanjutan pekerjaan rohani umat Allah tidak terjadi dalam kekosongan otonomi, melainkan melalui bimbingan Allah yang memakai hukum dan administrasi kerajaan. Allah bekerja lewat jalur manusia untuk memastikan tujuan-Nya terpenuhi, selama umat-Nya tetap setia kepada-Nya dan berpegang pada kebenaran.
Rujukan silang utama: Hagai 1:12–14; Nehemia 2:8; Daniel 6:25–27.