Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:19 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:19 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka segala bani tawanan itu memeganglah Pasah pada empat belas hari bulan yang pertama.
Ezra 6:19 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:19 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Keluaran 12:6 (IDN) »
Maka hendaklah kamu taruh akan dia sampai kepada empat belas hari bulan ini, lalu hendaklah segenap sidang Israel menyembelih akan dia pada petang hari.

Yosua 5:10 (IDN) »
Maka tatkala bani Israel berhenti di Gilgal disediakannya Pasah pada empat belas hari bulan itu, pada petang hari, di padang-padang Yerikho.

2 Tawarikh 30:1 (IDN) »
Hata, maka kemudian dari pada itu disuruhkan Yehizkia kepada segenap orang Israel dan Yehuda, dan dilayangkannya surat kirimanpun kepada orang Efrayim dan Manasye, supaya mereka itu sekalian datang ke rumah Tuhan di Yeruzalem akan memegang Pasah bagi Tuhan, Allah orang Israel.
Mengapa Ayat ini penting
Ezra 6:19 menandai momen penting dalam pemulihan umat Israel: pelaksanaan Pasah oleh semua tawanan yang kembali dari pembuangan. Ayat ini menunjukkan ketaatan komunitas kepada perintah Allah meskipun menghadapi rintangan politik dan komunitas. Pelaksanaan Pasah menjadi simbol identitas budaya rohani mereka sebagai umat Allah yang setia pada perjanjian serta awal dari pemulihan ibadah di Bait Allah yang telah dibangun kembali.
Latar belakang asli konteksnya
Pasal 6 menggambarkan pengesahan kembali keseudahan Israel di Yerusalem setelah kebebasan relatif dari kembalinya tokoh-tokoh seperti Zerubabel dan Uzia. Setelah raja kubu Persia memberikan izin, pasukan pembuangan yang kembali memulihkan ibadah menurut peraturan Musa: Pasah harus dirayakan pada tanggal empat belas bulan pertama. Ayat ini menegaskan bahwa seluruh komunitas, termasuk mereka yang telah mengalami penawanan, turut ambil bagian dalam perayaan tahunan ini. Ini bukan sekadar ritual, melainkan pernyataan identitas dan komitmen tulus kepada hukum Allah, meskipun berada di balik tembok Yerusalem yang baru dibangun.
Pokok pesan utama
Inti ayat ini adalah kesatuan ibadah dan ketaatan kolektif umat Allah. Pasal ini menekankan bahwa pemulihan tidak lengkap tanpa partisipasi aktif seluruh warga—termasuk mereka yang pernah terpisah oleh kebiasaan, budaya, dan penawanan. Pelaksanaan Pasah di sini menjadi tanda bahwa perjanjian Allah tetap berlaku bagi semua, bukan hanya bagi elit atau generasi tertentu. Melalui ritus tersebut, umat Israel meneguhkan identitas mereka sebagai umat yang percaya pada janji Allah dan siap mengikuti arahan-Nya dalam konteks baru pasca-pembuangan.
tema teologi terkait
Beberapa tema teologis yang muncul mencakup: pemulihan berlandaskan ketaatan hukum Allah, persekutuan umat yang bersatu dalam ibadah, dan pemulihan identitas spiritual melalui ritus perjanjian. Ayat ini juga menegaskan bahwa Allah bekerja melalui kesetiaan komunitas dalam menghadapi transisi besar, mengubah masa sulit menjadi peluang pemulihan rohani dan sosial.
Cross-references singkat
Rangkaian penjelasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pelaksanaan Pasah pada empat belas hari bulan pertama bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan simbol penyerahan diri kepada pimpinan Allah dalam situasi pemulihan. Keterlibatan semua bani tawanan menunjukkan kebenaran bahwa identitas umat tidak bergantung pada status sosial masa lalu, melainkan pada ketaatan kepada perintah Allah dan komitmen untuk hidup dalam perjanjian-Nya.
Renungan penutup
Bayangkan situasi ketika suatu komunitas kembali ke rumahnya dan menemukan langkah-langkah awal pemulihan ibadah yang baru. Mereka memilih untuk merayakan Pasah bersama, sebagai tanda bahwa mereka menerima masa lalu dan memilih hidup dalam rencana Allah untuk masa depan. Pelajaran hari ini ialah bahwa pemulihan sejati datang melalui ketaatan berkelanjutan, persatuan umat, dan penyataan identitas rohani yang hidup dalam perintah ilahi.
Catatan kutipan terperinci: Beberapa bagian pemikiran dari penafsir terdahulu seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke telah mempengaruhi pemahaman umum mengenai makna pemulihan ibadah di sini. Jika Anda ingin menelusuri kata-kata langsung mereka, kami merekomendasikan merujuk pada komentar-komentar publik-domain klasik mereka untuk bagian Ezra 6 secara khusus.