Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 7:1 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 7:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hata, maka kemudian dari pada yang tersebut itu pada zaman kerajaan Artahsasta, raja Farsi, jadilah ini: Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia
Ezra 7:1 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 7:1 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Nehemia 2:1 (IDN) »
Bermula, maka pada sekali peristiwa, yaitu pada bulan Nisan tahun yang kedua puluh dari pada kerajaan baginda raja Artahsasta, pada masa adalah air anggur di hadapan baginda, bahwa aku mengambil air anggur itu, lalu kupersembahkan dia kepada baginda; maka dahulu belum pernah aku berduacita di hadapan baginda.

Ezra 6:14 (IDN) »
Maka segala tua-tua orang Yahudipun memperusahlah dan disudahkannyalah dengan selamat sementara nubuat nabi Hajai dan Zakharya bin Ido, diperusahnya dan disudahkannya menurut firman Allah orang Israel dan menurut titah Koresy dan Darius dan Artahsasta, raja-raja Farsi.

Ezra 7:1 (IDN) — Benih pemulihan lewat garis keturunan Ezra
Gagasan utama: Salinan silsilah Ezra menegaskan bahwa ia bukan sekadar tokoh administratif, melainkan pewaris iman yang dipakai Tuhan untuk memimpin kembali umat-Nya menuju pemulihan ibadah di Yerusalem. Kayu pohon sejarah mengaitkan pemulihan pascah pembuangan dengan Allah yang setia menepati janji-Nya melalui garis keturunan yang dipilih.
konteks sastra
Bagian ini muncul setelah laporan kembalinya kedudukan umat Israel di tanah mereka, serta upaya membangun kembali Bait Suci dan kota Yerusalem. Dalam struktur Ezra–Nehemia, silsilah Ezra menandai dimulainya bab baru: integritas pribadi yang dipakai Allah untuk memimpin umat dalam pemulihan kerohanian dan praktik ibadah. Frasa “jaminan garis keturunan” menekankan legitimasi kepemimpinan Ezra melalui garis keluarganya: Ezra bin Seraya bin Azarya bin Hilkia. Ini bukan sekadar genealogical record, melainkan penegasan identitas spiritual yang berakar pada kehendak Allah.
makna teologis
Ezra dilihat sebagai alat Tuhan dalam membawa umat kembali kepada hukum-Nya. Penekanan pada asal-usul keluarga menunjukkan bahwa Tuhan bekerja melalui warisan iman yang teruji. Peran Ezra bersifat dua sisi: penyusun hukum dan pendidik rohani bagi komunitas di tengah situasi eksil yang penuh tantangan. Dalam konteks pasal ini, Allah tak membiarkan pemulihan terjadi tanpa kepemimpinan yang memiliki otoritas spiritual.
hubungan dengan bagian lain dalam Kitab Suci
Cross-reference singkat: (1) Neh 8:1–8 — pembacaan hukum dan reformasi spiritual; (2) Hag 1:4–11 — prioritas pemulihan rumah Allah sebagai inti pekerjaan Allah; (3) Za 4:6 — kekuatan ilahi, bukan kekuatan manusia, yang memulihkan pekerjaan Allah.
pertanyaan refleksi
kesimpulan singkat
Ezra 7:1 menegaskan bahwa pemulihan umat Allah dimulai dengan pemimpin yang lahir dari jaringan iman yang telah lama teruji. Melalui Ezra, Allah menunjukkan bahwa pewarisan iman menjadi dasar pembaruan ibadah, pengajaran hukum, dan pemulihan komunitas di tanah perjanjian. Kepatuhan pada Tuhan dan kesetiaan terhadap garis keturunan iman menjadi landasan bagi karya Allah di tengah bangsa yang kembali.
kutipan singkat dari tokoh gereja terdahulu (disertakan jika relevan)
Beberapa pandangan klasik menyoroti bahwa nubuatan pemulihan tidak hanya soal bangunan fisik, melainkan pemulihan spiritual melalui kepemimpinan yang setia pada hukum Tuhan. (Catatan: tidak ada kutipan langsung panjang dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan dengan ayat ini tanpa menyalin teks lama secara tidak tepat; dialog singkat di atas menggarisbawahi semangat para komentator publik domain mengenai peran Ezra sebagai pemulih rohani.)
referensi silang singkat
Beberapa ayat yang berhubungan: Neh 7:2; Neh 8:1–8; Hag 1:4. Penjelasan singkat: Neh 7:2 menegaskan perlunya pengawas iman; Neh 8:1–8 menggambarkan pentingnya mendengar Taurat; Hag 1:4 menunjukkan prioritas memulihkan rumah Allah sebagai tanda pemulihan iman.