Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 7:25 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 7:25 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan engkau, hai Ezra! sekadar hikmat Allahmu yang padamu itu, angkatlah akan hakim dan penghulu, yang memerintahkan mereka itu sekalian yang di seberang sana sungai, yaitu segala orang yang mengetahui bunyi taurat Allahmu, dan barangsiapa yang tiada mengetahui dia, hendaklah kauajarkan dia.
Ezra 7:25 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 7:25 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ulangan 16:18 (IDN) »
Arakian, maka hendaklah kamu angkat akan orang menjadi hakim dan pegawai dalam segala pintu gerbangmu, yang akan dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu, di antara segala suku bangsa kamu, maka mereka itupun akan menghukumkan orang banyak itu dengan hukum yang adil.

Ezra 7:10 (IDN) »
Karena Ezrapun sudah membetulkan hatinya akan menyelidik taurat Tuhan hendak melakukan dia dan akan mengajarkan orang Israel segala syariat dan syarat.

Yakobus 1:5 (IDN) »
Jikalau ada orang di antara kamu yang kurang bijak, hendaklah ia memohonkan kepada Allah, yang mengaruniakan dengan murahnya kepada tiap-tiap orang dengan tiada membangkit-bangkitkan, niscaya dikaruniakan-Nya kelak kepadanya.
Ezra 7:25 (IDN) — Setting dan Tugas Ezra
Konteks segera ayat ini adalah surat izin resmi yang ditujukan kepada Ezra saat ia kembali dari pengasingan di Babel. Raja Artaxerxes memberikan wewenang kepada Ezra untuk mengatur hukum Taurat di Yehuda, memperkenalkan hak istimewa untuk memilih hakim dan penghulu, serta mengajar hukum Allah kepada semua bangsa yang memerlukan pengetahuan tentang Taurat. Ayat ini menegaskan bahwa pelaksanaannya tidak berasal dari kekuatan manusia semata, melainkan hikmat dan otoritas yang berasal dari Allah.
Makna teologis dan iman yang terkandung
Ayat ini menegaskan bahwa hikmat ilmiah dan spiritual berasal dari Allah. Ezra diberi otoritas untuk mengangkat para hakim dan pemimpin yang bertugas mengatur hukum dan mengajar mereka yang tidak memahami Taurat. Hal ini menekankan peran Allah sebagai sumber kebijaksanaan, serta pentingnya kepemimpinan yang setia pada firman Allah. Dalam konteks pasca-pembuangan, upaya ini menunjukkan pemulihan bangsa melalui pengajaran Taurat dan penegakan keadilan yang berlandaskan iman kepada Allah.
Istilah kunci dan gambaran penting
Rangkaian silang rujukan yang relevan
Beberapa bagian lain memperlihatkan penyatuan hukum, hikmat, dan kepemimpinan rohani:
Penempatan tokoh Ezra dalam konteks ini menegaskan bahwa tata kelola negara yang bermoral tidak lepas dari pembelajaran firman Allah dan pengajaran yang benar.
Aplikasi praktis untuk sekarang
Ayat ini mengajak pembaca untuk melihat peran pemimpin spiritual dan sipil sebagai penghubung antara firman Allah dan masyarakat. Beberapa pelajaran praktisnya:
Catatan singkat dari para komentator publik domain
Para komentator publik domain menyampaikan bahwa peran Ezra bukan sekadar administrator hukum, melainkan pengarah spiritual bagi komunitas Israel. Mereka menekankan bahwa otoritas untuk mengangkat hakim dan pengajar adalah bagian dari upaya pemulihan identitas bangsa melalui ketaatan kepada Taurat.
Quotations note: Tidak ada kutipan langsung lengkap dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke dalam teks ini. Ringkasan pandangan mereka menekankan bahwa hikmat Allah menjadi sumber keputusan, dan kepemimpinan rohani diperlukan untuk mengajar hukum Allah secara jelas.