Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 7:20 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 7:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka barang yang lagi berhajat kepada bait Allahmu lebih dari pada ini, yang pada sangkamu patut dibelanjakan, hendaklah kaubelanjakan dia dari pada perbendaharaan raja juga.
Ezra 7:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 7:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 6:4 (IDN) »
Dengan tiga lapis batu yang terpahat dan selapis kayu baharu, maka segala belanjanyapun atas tanggungan istana baginda.

Ezra 6:8 (IDN) »
Dan lagi titahku akan barang yang patut kamu perbuat kelak akan segala tua-tua orang Yahudi ini, supaya dibangunkannya pula bait-Ullah itu, yaitu dari pada harta baginda, dari pada bea yang di seberang sana sungai hendaklah diberikan dengan segera kepada orang-orang itu akan belanja, supaya jangan dirintangi akan mereka itu.
Ezra 7:20 – Prioritas Pelayanan Bait Allah dan Perbendaharaan Raja
Inti interpretatif ayat ini adalah penegasan bahwa ketika ada kebutuhan untuk membangun atau memelihara rumah ibadah Allah, prioritas belanja tidak boleh teralihkan oleh hal-hal yang sifatnya pribadi atau mewah. Raja Darius menekankan bahwa anggaran yang dipakai untuk bait Allah harus cukup, bahkan jika itu melebihi apa yang lazim diminta orang. Dalam konteks Ezra 7, hal ini menunjukkan dukungan kerajaan terhadap pelayanan pemerintahan Tuhan dan pembebasan anggaran dari administrasi yang semestinya.
Konteks sastra
Ezra 7 menggambarkan mandataris Ezra yang datang dari Persia untuk mengajar dan memperbaiki pemulihan ibadah di Yerusalem setelah kembalinya bangsawan Israel. Ayat ini berbicara tentang kebijakan alokasi dana perbendaharaan yang disediakan oleh raja untuk membantu Ezra dalam “barang yang berhajat kepada bait Allahmu.” Penekanan di sini adalah bahwa fasilitas bagi ibadah tidak hanya disubordinasi pada kepentingan pribadi, melainkan dikelola bagi kemuliaan Allah dan pemulihan komunitas yang setia.
Makna teologis
Secara teologis, ayat ini menegaskan prinsip kelayakan yang bernaung di bawah otoritas Allah. Allah mempersaksikan bahwa perwujudan ibadah yang benar membutuhkan sumber daya yang cukup dan stabil. Upaya Ezra tidak semata-mata untuk kemegahan ritual, melainkan untuk memastikan bahwa ibadah di bait Allah tidak terhalang oleh kekurangan dana. Ini juga menunjukkan kerjasama antara otoritas sekuler (raja) dan umat Allah dalam menjaga kemurnian ibadah.
Kaitan dengan bagian Alkitab lainnya
Penegasan cross-reference ini memperlihatkan pola alokasi sumber daya untuk tujuan kudus sebagai bagian dari perantaraan antara pemerintah, umat, dan ibadah kepada Tuhan.
Pertanyaan reflektif
Kesimpulan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa perbendaharaan negara, ketika digunakan untuk pemulihan dan pemeliharaan ibadah kepada Tuhan, adalah bagian dari tanggung jawab bersama untuk meneguhkan umat dalam ibadah yang benar. Prioritas utama adalah memastikan adanya serta kelangsungan fasilitas yang diperlukan bagi kemuliaan Allah di tengah komunitas juga di tengah persyaratan praktis administrasi.
Rujukan singkat dari para komentator klasik
Dalam tradisi tafsir publik domain, para komentator seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pemulihan ibadah memerlukan dukungan materi yang tepat dan stabil. Mereka menekankan bahwa kenyataan ini menggambarkan keseimbangan antara otoritas duniawi dan tujuan rohani, serta perlunya transparansi dan kesetiaan umat Allah dalam penggunaan harta untuk keperluan ibadah.
Quotations dari karya-karya Thomas Henry (Matthew Henry), Albert Barnes, dan Adam Clarke akan dicantumkan jika tersedia dalam bentuk kutipan pendek yang relevan. Penekanan utama di sini adalah pada prinsip ekonomi kudus untuk ibadah.