Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 7:21 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 7:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu dari padaku, raja Artahsasta, keluarlah titah kepada segala penghulu bendahari yang di seberang sana sungai, hendaklah kamu perbuat dengan segera segala sesuatu yang dipinta padamu oleh Ezra, imam dan mufasir taurat Allah yang di sorga itu;
Ezra 7:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 7:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 7:6 (IDN) »
berjalanlah Ezra ini dari negeri Babil, maka adalah ia seorang katib yang alim pada taurat Musa, yang sudah diberikan oleh Tuhan, Allah orang Israel, maka dikaruniakan baginda akan dia segala kehendaknya, sekadar tangan Tuhan, Allahnya, berlaku atasnya.

Ezra 7:10 (IDN) »
Karena Ezrapun sudah membetulkan hatinya akan menyelidik taurat Tuhan hendak melakukan dia dan akan mengajarkan orang Israel segala syariat dan syarat.

Ezra 4:16 (IDN) »
Maka patik ini memaklumkan kepada tuanku, jikalau negeri itu dibangunkan dan segala pagar temboknya didirikan pula, niscaya kelak tiada lagi pada tuanku bahagian di seberang sini sungai itu.
Inti pokok penafsiran Ezra 7:21
Pada ayat ini, raja Artahsasta memberikan perintah kuat yang menegaskan otoritas penguasa asing atas penyelenggaraan ibadah dan kepatuhan terhadap Taurat. Titah ini menegaskan bahwa Ezra, imam dan mufasir Taurat dari sorga, berotoritas untuk meminta dukungan logistik dan administratif demi pelaksanaan tugasnya. Ayat ini menyoroti hubungan antara otoritas kerajaan dan komitmen umat terhadap perintah Tuhan melalui pemimpin rohani yang dipercaya.
Tinjauan konteks sastra
Bagian ini berada dalam surat Ezra, yang menggambarkan kembalinya umat Israel dari pembuangan dan pembentukan kembali ibadah di Yerusalem. Perintah raja datang setelah Ezra tiba di istana Artahsasta untuk menyusun hukum dan administrasi, menunjukkan kemitraan antara otoritas negara dan penegakan ketertiban rohani. Frasa “imam dan mufasir taurat Allah yang di sorga itu” menekankan legitimasi ilahi di balik permintaan Ezra.
Signifikansi teologis
Ayat ini menegaskan bahwa tujuan pemulangan bukan sekadar pemulihan fisik, tetapi pemulihan kesetiaan worship, kasih hukum Tuhan, dan ketaatan umat. Otoritas manusia bersinergi dengan otoritas ilahi melalui pimpinan rohani. Hal ini juga menekankan bahwa perizinan dan fasilitas yang diperlukan untuk upacara, pemeliharaan hukum Taurat, dan pengajaran kitab suci menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah pada masa itu ketika umat percaya sedang dibimbing kembali menuju perjanjian Tuhan.
Kaitan dengan karya para penafsir terdahulu
Beberapa penafsir kuno menyoroti aspek kebijakan dan pengelolaan istana yang memudahkan kerja para imam dan ahli Taurat. Mereka menekankan pentingnya kedudukan Ezra sebagai pewaris tradisi Taurat dan sebagai fasilitator kebebasan beribadah di tengah lingkungan kekuasaan asing. Catatan para penafsir kuno ini menggarisbawahi bahwa dukungan pemerintah adalah prasyarat praktis bagi pemulihan identitas keutuhanIsrael dalam konteks sejarah itu.
Pertanyaan refleksi
Kaitan Alkitab lintas referensi
- Nehemia 2:8 menyoroti dukungan penguasa terhadap pekerjaan pembangun tembok dan fasilitasnya; menggambarkan bagaimana otoritas sekuler memfasilitasi upaya pemulihan komunitas Tuhan.
- Mazmur 72:12–14 menggemakan tema keadilan bagi orang tertindas dan pemeliharaan umat oleh pemimpin yang bekerja demi perintah Tuhan.
- 2 Tawarikh 26:16–21 menunjukkan bahaya kesombongan dan bagaimana integritas kepemimpinan rohani serta tanggung jawab raja saling terkait dalam menjaga keutuhan ibadah.
Penjelasan singkat hubungan: semua referensi menekankan bahwa pemulihan komunitas iman melibatkan keseimbangan antara otoritas manusia dan ketaatan kepada hukum Tuhan melalui pemimpin rohani yang terpercaya.
Kesimpulan singkat
Ezra 7:21 menegaskan bahwa kelancaran pelayanan rohani bergantung pada dukungan praktis dari otoritas negara. Titah Artahsasta menegaskan bahwa upaya Ezra dalam menafsirkan Taurat dan membimbing umat dipandang sebagai usaha mulia yang sejalan dengan tujuan Tuhan bagi komunitas Israel pada masa itu. Keterhubungan antara pemerintah dan pimpinan rohani menjadi teladan bagaimana penyembahan dan pembelajaran Firman Tuhan dapat berlangsung tertib di tengah konteks kekuasaan duniawi.