Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 4:16 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka patik ini memaklumkan kepada tuanku, jikalau negeri itu dibangunkan dan segala pagar temboknya didirikan pula, niscaya kelak tiada lagi pada tuanku bahagian di seberang sini sungai itu.
Ezra 4:16 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 4:16 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Samuel 8:3 (IDN) »
Dan lagi dialahkan Daud akan Hadad-ezar bin Rekhob, raja Zoba, pada masa ia pergi meluaskan pemerintahannya sampai ke sungai Ferat.

1 Raja-raja 4:24 (IDN) »
Karena kerajaanlah baginda atas segala sesuatu yang pada sebelah sini sungai besar itu, dari Tifsa datang ke Gaza, atas segala raja yang di sebelah sini sungai itu, dan selamat sentosalah ia pada segala pihak berkeliling.

Ezra 4:20 (IDN) »
Dan lagi raja-raja yang berkuasa adalah dahulu di Yeruzalem, yang sudah kerajaan di mana-mana seberang sana sungai, dan dibayar oranglah kepadanya upeti dan cukai dan bea.
Ezra 4:16 (IDN) – Latar, Makna, dan Pengantar Iman
Pasal ini muncul dalam konteks penentangan balik dari pihak yang tidak setuju dengan pembangunan Yerusalem dan Bait Suci. Pada saat itu, tokoh-tokoh Persia, di bawah raja Artahsasta II, mendapat laporan bahwa bangsa Yehudi berupaya membangun kembali kota mereka yang telah hancur. Surat-surat perlawanan datang melalui penasehat seperti Rehum dan Shimshai (atau tokoh oposisi serupa) yang menuding adanya aktivitas yang menggulingkan ketertiban kerajaan. Ayat ini adalah bagian dari pernyataan pihak oposisi yang menandaskan bahwa jika kota itu dibangun lengkap dengan tembok, maka kelak pihak raja akan kehilangan bagian di seberang sungai. Inti pesannya adalah kekhawatiran atas kehilangan kendali politik dan kehilangan keuntungan strategis.
Apa yang teks ungkap tentang Allah atau iman?
Dalam bagian ini, fokusnya bukan pada gambaran besar tentang Allah secara tegas, melainkan pada konteks kepercayaan kepada Tuhan yang berdaulat atas sejarah bangsanya. Ezra 4 berfungsi sebagai ujian iman umat Allah: mereka melanjutkan pekerjaan sesuai kehendak Tuhan meski menghadapi tekanan politik. Keberanian Ezra dan bangsa Israel untuk melanjutkan pembangunan menegaskan keyakinan bahwa ketetapan Allah melampaui takhta manusia. Meski pernyataan oposisi bersifat politis, iman Israel menilai bahwa ketaatan pada panggilan Tuhan adalah prioritas meskipun menghadapi ancaman pelarangan manusia.
Istilah dan gambaran penting
Rujukan silang yang relevan
1) Esdras/Nehemia tentang tekanan penduduk lokal saat membangun kembali Yerusalem; menunjukkan bagaimana umat Allah tetap setia meski menghadapi oposisi. Penekanan pada ketekunan dalam melanjutkan karya Tuhan meski ada tantangan.
2) Amsal 21:1—Allah mengatur hati raja seperti sungai; Tuhan mengubah arah hati manusia untuk tujuan-Nya. Menunjukkan bahwa kendali terakhir ada pada Tuhan, bukan manusia.
3) Mazmur 75:7—Allah yang mengangkat dan merendahkan orang di pemerintahan; tidak ada kekuasaan yang bertahan tanpa izin-Nya. Menguatkan keyakinan bahwa otoritas manusia tidak melebihi otoritas Ilahi.
Penjelasan singkat dari tokoh-tokoh komentar klasik
Beberapa penafsir publik domain menekankan bahwa Ezra 4 menggambarkan perlawanan politik terhadap pemulihan ibadah bangsa Israel. Mereka menyoroti sisi spiritual yang lebih luas: umat ini dipanggil untuk tetap taat meskipun menghadapi konsekuensi duniawi. Ringkasnya, iman bukan sekadar melindungi diri, melainkan mengikuti mandat Allah untuk memulihkan ibadah yang telah lama terhenti.
Aplikasi praktis untuk masa kini