Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 4:4 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Kemudian dari pada itu dilemahkan orang negeri itu akan tangan orang Yehuda, dirintanginya mereka itu dalam perusahaannya;
Ezra 4:4 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 4:4 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 3:3 (IDN) »
Maka didirikannyalah mezbah itu pada tempatnya, jikalau segala bangsa negeri-negeri itu sudah mengejutkan mereka itu sekalipun, lalu dipersembahkannya di atasnya korban bakaran kepada Tuhan pada pagi dan petang.

Nehemia 6:9 (IDN) »
Karena mereka itu sekalian hendak menakuti kami, katanya: Tangannya akan lemah dan pekerjaan itu terbantut kelak; maka sebab itu hendaklah kiranya tanganku makin kuat!

Yeremia 38:4 (IDN) »
Lalu sembah segala penghulu itu kepada baginda: Ya tuanku, patutlah orang ini dibunuh juga, karena dengan demikian peri dilemahkannya tangan segala laskar yang lagi tinggal di dalam negeri ini dan tangan segenap orang banyakpun, sebab dikatakannya kepada mereka itu perkataan yang demikian. Bahwa orang ini tiada menuntut selamat bangsa ini, melainkan celakanya.
Ezra 4:4 (IDN)
“Kemudian dari pada itu dilemahkan orang negeri itu akan tangan orang Yehuda, dirintanginya mereka itu dalam perusahaannya;”
Setting segera teks
Makna teologis dan iman
Ayat ini menampilkan realitas bahwa kepatuhan kepada Allah menghadirkan perlawanan dari luar. Meski umat Allah beritikad baik dan beraskan rencana ilahi, tekanan dunia bisa datang secara nyata. Namun, penekanan utama bukan pada kekuatan perlawanan, melainkan pada kehadiran Tuhan yang memelihara rencana-Nya meski ada hambatan. Dalam konteks Ezra, Allah tetap memegang rencana keselamatan-Nya melalui pemulihan Yerusalem, meskipun ada penindasan jasmani yang terjadi.
Kata-kata dan gambaran penting
Hubungan dengan bagian lain
Beberapa bagian terkait menguatkan tema ini:
Kaitan ini membantu pembaca melihat bagaimana penindasan sementara tidak menggagalkan tujuan ilahi ketika umat menaruh kepercayaan pada Allah.
Cross-references (ringkas)
• Ezra 5:1–2: Ketika nabi dan imam membawa pesan Allah, kerja pembangunan berlanjut meski ada tekanan.
• Nehemia 4:9: Doa dan perlindungan Allah menjadi respons iman terhadap gangguan.
• Amsal 16:1: Kendali kehendak manusia terbatas; Tuhan mengarahkan rencana dengan hikmat-Nya.
Aplikasi bagi gereja dan iman hari ini
Ayat ini mengingatkan orang percaya untuk tetap setia pada tujuan spiritual meskipun ada hambatan duniawi. Hakikatnya, pekerjaan untuk memuliakan Tuhan sering menghadapi oposisi, tetapi Allah tidak membiarkan rencana-Nya gagal. Praktiknya: menjaga integritas pekerjaan rohani, menasihati komunitas dengan kejujuran, dan berdoa dengan tekun untuk perlindungan serta hikmat dalam menghadapi hambatan, sambil tetap melanjutkan layanan kepada sesama.
Catatan tentang pendapat tokoh komentar
Kesimpulan beberapa penafsir klasik menyampaikan bahwa tantangan eksternal menguji keteguhan iman, bukan menghapus rencana Allah. Kutipan-singkat yang relevan (tanpa teks penuh):
Matthew Henry menekankan bahwa gangguan duniawi tidak dapat menggagalkan desain Allah terhadap umat-Nya.
Albert Barnes menyoroti bahwa rintangan manusia sering dipakai sebagai alat Tuhan untuk menguji kesetiaan dan ketabahan.
Adam Clarke berpendapat bahwa hambatan politik maupun kebijakan bisa muncul, namun respons iman harus tetap pada doa, kerja, dan ketaatan pada rencana ilahi.