Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia Maleakhi2 Samuel 8:3 Tafsiran ayat Alkitab
2 Samuel 8:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan lagi dialahkan Daud akan Hadad-ezar bin Rekhob, raja Zoba, pada masa ia pergi meluaskan pemerintahannya sampai ke sungai Ferat.
2 Samuel 8:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
2 Samuel 8:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Samuel 14:47 (IDN) »
Maka dari pada masa itu juga kerajaanlah Saul atas segala orang Israel, maka berperanglah ia dengan segala musuhnya keliling, yaitu dengan orang Moab dan dengan bani Ammon dan dengan Edom dan dengan raja-raja Zoba dan dengan orang Filistin, dan dengan segala orang yang mendurhaka dengan khianatnya.

2 Samuel 10:19 (IDN) »
Setelah dilihat oleh segala raja yang takluk kepada Hadad-ezar akan hal mereka itu alah di hadapan orang Israel, maka berdamailah mereka itu dengan Israel serta menjadi takluklah kepadanya. Hata, maka takutlah orang Syam itu membantu bani Ammon pula.

2 Samuel 10:16 (IDN) »
Maka utusanlah Hadad-ezar disuruhnya datang segala orang Syam yang di seberang sungai itu, maka datanglah mereka itu ke Helam; maka Sobakh, panglima perang Hadad-ezar, itulah penganjurnya.
2 Samuel 8:3 (IDN)
Orang Israel menaruh perhatian pada urutan pengepungan dan bagian kekuasaan Daud. Pada masa itu, Daud menundukkan Hadad-ezer bin Rekhob, raja Zoba, ketika ia memperluas kekuasaannya sampai ke sungai Ferat. Ayat ini menandai salah satu bagian awal pencapaian kekuasaan Daud setelah ia memantapkan dirinya sebagai raja atas Israel dan Yehuda.
Setting segera ayat
Ayat ini muncul di bagian pembahasan tentang ekspansi militer Daud. Setelah kemenangan-kemenangan sebelumnya terhadap musuh-musuh Israel, Daud melanjutkan upaya menegakkan kendali wilayah. Penaklukan Hadad-ezer menunjukkan bagaimana Daud memperluas persekutuan dan kekuatan negara Israel di sekitar wilayah sungai besar, memberi dampak strategis bagi keamanan dan perdagangan bangsa.
Apa yang ditunjukkan teks tentang Allah dan iman
Kisah ini memperlihatkan bahwa kejayaan Daud diakui sebagai bagian dari rencana Tuhan bagi Israel. Keberhasilan militer bukan semata hasil kepandaian manusia, melainkan bagian dari pemimpin yang diurapi Allah di dalam rangka pemeliharaan umat-Nya. Meskipun fokus ayat ini adalah tindakan manusia, konteks kitab Samuel mengingatkan bahwa kemenangan sejati datang dari ketaatan kepada pernyataan ilahi dan berkat-Nya yang menyertai rencana bagi bangsanya.
Istilah penting dan gambaran kunci
Hadad-ezer bin Rekhob adalah raja Zoba, penguasa wilayah di utara sekitar sungai Ferat.Penaklukan ini menandai perluasan kekuasaan Daud ke arah utara, menegaskan bahwa umat Allah dikaitkan dengan wilayah yang dijanjikan dan kesetiaan Allah terhadap pemimpin-Nya.
Cross-references singkat
Penjelasan singkat: cross-references menunjukkan pola berulang tentang bagaimana Daud menyatukan wilayah dalam bingkai janji Allah atas Israel, dengan penekanan pada hubungan antara kekuasaan manusia dan pemeliharaan ilahi.
Penerapan masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa merencanakan dan melaksanakan kemajuan—baik secara pribadi maupun komunitas—bukan semata urusan kekuatan manusia. Tuhan bekerja melalui pemimpin yang setia dan juga melalui proses-proses yang menuntun umat-Nya kepada keamanan dan pemeliharaan. Dalam konteks gereja hari ini, fokusnya ialah ketaatan kepada Tuhan, integritas dalam keputusan, serta perlunya kedamaian yang berlandaskan pada integritas moral dan komitmen kepada rencana Allah untuk komunitas-Nya.
Catatan penting tentang kutipan pihak ketiga
Kutipan langsung dari tokoh-tokoh berotoritas lama yang mungkin relevan dalam bahan ini tidak diperlukan dalam bagian ini. Namun prinsip umum dari para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dipakai secara sintetis: menyatakan bahwa kemenangan Daud merupakan bagian dari kasih dan penyertaan Allah bagi raja yang setia, sekaligus mengingatkan bahwa kekuasaan membutuhkan tanggung jawab moral.