Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sebab itu, hai Tatnai, penghulu negeri di seberang sana sungai dan Setar-Boznai dan segala kawanmu, orang Afarsekhai, yang di seberang sana sungai itu, jauhkanlah dirimu dari sana!
Ezra 6:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 5:3 (IDN) »
Maka pada masa itu datanglah kepada mereka itu Tatnai, penghulu negeri di seberang sini sungai, dan Syetar-Boznai serta dengan segala kawannya, katanya kepada mereka itu: Siapakah sudah menyuruh kamu mambangunkan rumah ini dan mendirikan pula pagar tembok ini?

Ezra 5:6 (IDN) »
Maka inilah salinan surat yang sudah dikirim oleh Tatnai, penghulu negeri di seberang sini sungai, dan Syetar-Boznai serta dengan segala kawannya, segala orang Afarsekhai yang pada seberang sini sungai, kepada baginda raja Darius.

Roma 8:31 (IDN) »
Sekarang apakah hendak kita katakan atas segala hal itu? Jikalau Allah memihak kita, siapakah lawan kita?
Ezra 6:6 (-IDN): Menjaga kemurnian tujuan pembangunan bait suci
Bagian ini berada dalam konteks peninjauan atas rancangan kaum pendudukan kembali Yerusalem dan pembangunan Bait Suci setelah larangan raja Persia dilonggarkan. Penegasan terhadap Tatnai, penghulu negeri di seberang sana sungai, Setar-Boznai, dan kawan-kawan mereka menunjukkan bagaimana pihak beriman menghadapi oposisi politik dengan hikmat dan keteguhan sikap. Ayat ini menegaskan perintah untuk menjauhkan diri dari campur tangan pihak eksternal yang menghalangi pekerjaan Allah bangsa itu.
Pembacaan ayat dalam konteks pasal
Pada Ezra 6, raja Persia akhirnya memerintahkan pembatalan larangan terhadap pembangunan Yerusalem dan mengimbau agar para pemimpin daerah tidak menghalangi. Sekalipun ada tekanan dari pihak luar, sikap mereka mempertahankan kedaulatan Allah atas kota yang dipakai-Nya untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ayat 6 adalah respons proaktif terhadap ancaman, mengingatkan kita bahwa rencana Allah sering menghadapi tantangan manusia, tetapi ketaatan kepada kehendak-Nya tetap utama.
Main pelajaran rohani
Inti ayat ini adalah komitmen untuk menjaga tujuan Allah dari gangguan manusia. Tatnai dan kawan-kawan mewakili kekuatan oposisi yang ingin menahan pekerjaan rohani. Orang percaya didorong untuk menahan diri dari provokasi, menyerahkan hasil akhir kepada Tuhan sambil berbuat bijaksana dalam menjaga integritas pekerjaan suci.
Perbandingan dengan bagian lain alkitab
Aplikasi praktis
Cross-reference singkat dan penjelasan singkat
- Nehemia 6:8-9: Respon terhadap tuduhan dan intimidasi, menekankan kerja Allah lebih besar daripada manuver musuh.
- Kisah Haman (Esther 3): Tantangan politik terhadap umat Allah menuntut hikmat dan kepercayaan bahwa rencana Tuhan tidak gagal.
- Mazmur 33:11: Rencana Tuhan tetap tegak meskipun ada perancangan manusia; kehendak-Nya yang akhirnya eksis.
Rangkuman
Ezra 6:6 menegaskan perlunya melindungi tujuan ilahi dari tekanan luar dengan kebijaksanaan dan ketaatan. Dalam menghadapi oposisi, umat Allah tidak menyerah pada tekanan, melainkan memperkuat iman, memelihara integritas pekerjaan, dan mengandalkan Tuhan untuk membawa tahta-Nya menjadi nyata melalui kehidupan komunitas yang dipercaya.
Quotations: Tidak ada kutipan langsung lengkap dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang dapat disalin penuh dalam konteks ini. Namun, nuansa ajaran yang serupa menguatkan pesan bahwa pembelaan tujuan Allah membutuhkan hikmat, doa, dan tindakan yang terarah.