Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 5:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka pada masa itu datanglah kepada mereka itu Tatnai, penghulu negeri di seberang sini sungai, dan Syetar-Boznai serta dengan segala kawannya, katanya kepada mereka itu: Siapakah sudah menyuruh kamu mambangunkan rumah ini dan mendirikan pula pagar tembok ini?
Ezra 5:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 5:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 6:6 (IDN) »
Maka sebab itu, hai Tatnai, penghulu negeri di seberang sana sungai dan Setar-Boznai dan segala kawanmu, orang Afarsekhai, yang di seberang sana sungai itu, jauhkanlah dirimu dari sana!

Ezra 1:3 (IDN) »
Maka siapa gerangan di antara kamu sekalian yang dari pada umat-Nya, hendaklah kiranya Allahnya menyertai akan dia dan biarlah ia berjalan ke Yeruzalem, yang di tanah Yehuda itu, dan dibangunkannya rumah Tuhan, Allah orang Israel, maka Ialah Allah, yang diam di Yeruzalem.

Ezra 6:13 (IDN) »
Hata, maka Tatnai, penghulu negeri di seberang sana sungai, dan Setar-Boznai dan segala kawannyapun berbuatlah demikian dengan segeranya, setuju dengan titah yang dikirim baginda raja Darius itu.
Ezra 5:3 (IDN) — Laporan Penentang terhadap Pembangunan Bait Allah
Setting segera: Pada masa itu, setelah Zedekia dan imam-imam bertugas, para penguasa negeri asing Tatnai dan Syetar-Boznai bersama dengan kawannya datang kepada orang Yahudi yang membangun rumah Tuhan di Yerusalem. Mereka menantang dengan pertanyaan tegas: “Siapakah sudah menyuruh kamu mambangunkan rumah ini dan mendirikan pula pagar tembok ini?”
Apa yang dipertegas teks ini tentang Allah dan iman
Ayat ini menyoroti kebenaran bahwa umat Allah menghadapi oposisi karena tujuan rohani mereka. Meski ada penentangan manusia, umat percaya dipanggil untuk menjaga fokus pada kehendak Tuhan. Dalam konteks Ezra, pembangunan kembali Bait Allah adalah bagian dari pemulihan perjanjian Allah dengan Israel; tantangan dari pihak luar menguji tekad, kebergantungan, dan pemahaman identitas mereka sebagai umat yang dipanggil Allah untuk hidup dalam damai di tanah perjanjian.
Istilah penting dan gambaran makna
• “Siapakah sudah menyuruh kamu” menyingkap dinamika otoritas. Orang asing menuntut hak menilai perintah Israel.
• “mambangunkan rumah ini” dan “mendirikan pula pagar tembok ini” mengandung gagasan pemulihan ibadah dan keamanan bagi komunitas yang sedang bangkit dari pembongkaran dan pembuangan. Perintah ini bukan sekadar pekerjaan bangunan, melainkan pernyataan identitas dan kehadiran perjanjian Allah di antara umatnya.
Rujukan silang yang relevan
Makna praktis bagi masa kini
1) Ketika pekerjaan besar untuk kemuliaan Tuhan menghadapi pengecekan manusia, jemaat tetap mengingat tujuan lebih besar yaitu penyembahan yang benar kepada Allah. 2) Tekad didasarkan pada identitas kita sebagai milik-Nya; kita tidak dibayar mundur oleh kritik, tetapi dipimpin untuk melihat bagaimana Allah membimbing proses pembaruan. 3) Doa, hikmat, dan pertolongan komunitas sangat penting saat menghadapi oposisi; gabungkan tindakan nyata dengan bergantung pada pimpinan Tuhan.
Penutup dengan arah masa kini
Ayat ini mengingatkan kita bahwa tantangan eksternal tidak otomatis menghapus rencana Allah. Tuhan tetap memegang kendali atas pekerjaan-Nya di dunia ini. Dalam membangun komitmen rohani—baik pribadi maupun komunitas—kita dipanggil untuk tetap setia, mengingat tujuan ilahi, dan bersandar pada kekuatan-Nya ketika menghadapi penghakiman atau kritik dari luar.
Quotations from berkata-kata para komentator publik domain: “Pekerjaan Allah sering dihadapkan pada oposisi manusia, namun kepercayaan umat kepada perjanjian-Nya menuntun mereka untuk tetap melanjutkan.” Catatan ini sejalan dengan pandangan klasik dalam karya-karya para komentator publik domain, terutama pada tema keteguhan iman di tengah gangguan manusia.