Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 5:17 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 5:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka sekarangpun jikalau ada suka ridla tuanku, hendaklah kiranya diselidik dalam khazanah baginda, yang di Babil, kalau sungguh-sungguh sudah keluar titah dari baginda raja Koresy akan hal membangunkan pula bait-Ullah, yang di Yeruzalem itu, dan biar apalah kehendak tuanku akan hal ini disampaikan kepada patik sekalian.
Ezra 5:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 5:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 4:15 (IDN) »
Hendaklah kiranya diselidik dalam kitab tawarikh nenenda moyangda tuanku, niscaya didapati dalamnya tersebut, bahwa dahulu negeri itu negeri durhaka adanya, yang sudah mempersakiti hati segala raja dan penghulu negeri, dan dari pada zaman dahulukalapun sudah diadakannya durhaka di dalamnya, dan sebab itu negeri itu dahulu dibinasakan.

Ezra 6:1 (IDN) »
Arakian, maka baginda raja Dariuspun memberi titah, lalu dicahari oranglah di dalam gedung surat-surat, tempat di Babil orang menaruh akan segala mata bendapun.

Ezra 4:19 (IDN) »
Setelah itu bertitahlah kita, lalu diselidik oranglah akan hal itu, didapatinya bahwa dari zaman dahulu-dahulu juga negeri itu sudah mendurhaka kepada segala raja, dan diadakan dalamnya mufakat jahat dan khianat.
Setting seketika Ezra 5:17
Akhir kisah bab ayat ini berada pada masa pasca-pembebasan, ketika Yehudaya kembali dari pembuangan di Babel untuk membangun kembali bait Allah di Yerusalem. Ezra 5 menampilkan koor para imam dan jamaah yang berhadapan dengan bermacam tantangan politik dan administratif. Ayat 17 menegaskan bahwa jika raja Koresy telah mengeluarkan titah, maka segala hambatan administratif bisa diatasi agar pekerjaan di bait Allah dilanjutkan. Ayat ini menjadi penegasan bahwa kemauan Allah tidak akan terhalang oleh hambatan manusia sementara ada titah resmi yang menguatkan pekerjaan korban dan ibadah umat-Nya.
Amanat utama tentang iman dan tata kelola Allah
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah bekerja melalui perantara manusia, bahkan melalui resmi negara. Ketika umat kembali membangun bait-Nya, Allah menyediakan jalur hukum melalui titah raja yang berkuasa. Ini menekankan bahwa urusan ibadah tidak tergantung pada kekuatan umat secara semata, melainkan pada firman raja yang diperhitungkan dalam rencana-nya. Dalam konteks ini, kelistrikan iman tidak terletak pada kemegahan keputusan manusia, melainkan pada kesetiaan Allah yang membuka jalan melalui otoritas duniawi sesuai kehendak-Nya.
Pengungkapan tentang Tuhan dan iman
Ketika umat memiliki keberanian untuk melanjutkan pekerjaan rumah ibadat, mereka menaruh kepercayaan pada titah Allah yang bekerja lewat kebijaksanaan raja. Koresy, sebagai pihak pemerintahan asing, diangkat sebagai alat di tangan Allah untuk memperluas pembangunan bait-Nya. Ini menegaskan tema umum Kitab Ezra: Allah menjaga janji-Nya dengan membangkitkan respons dari pihak-pihak berkuasa alamiah demi kemuliaan-Nya.
Kata kunci dan gambaran gambar penting
Hubungan dengan ayat-ayat sejenis
Referensi silang: - Ezra 6:12, yang menunjukkan bahwa raja menguatkan pekerjaan bait Allah, menguatkan tema bahwa kekuasaan duniawi bisa dipakai untuk tujuan ilahi. - Ester 1–2, menampilkan bagaimana kebijakan raja mempengaruhi umat Allah secara historis dan teologis. - 1 Petrus 2:13–14, meneruskan gagasan bahwa kekuasaan manusia bisa menjadi sarana kehendak Allah bagi masyarakat yang taat.
Penjelasan singkat tentang silang-rujukan: Ayat-ayat ini membantu kita melihat bagaimana Allah menilai kerja di dunia dengan menempatkan orang berkuasa sebagai alat-Nya, selama tujuan itu selaras dengan kehendak-Nya dan kebenaran-Nya.
Aplikasi praktis untuk sekarang
- Menilai pekerjaan gereja dan pelayanan melalui kerangka hukum dan kebijaksanaan yang ada, bukan lewat semangat semata. Jika ada otoritas yang mengizinkan, umat dapat melanjutkan ibadah dengan menjaga integritas iman.
- Mengingat bahwa Tuhan memakai jalur manusia untuk tujuan-Nya; hormati institusi dan tata kelola bangsa sambil tetap berpegang pada kebenaran firman-Nya.
- Berdoa bagi pimpinan agar keputusan-keputusan publik membawa kemajuan bagi perwujudan tempat ibadah dan kesejahteraan umat percaya.
Quotations from classic commentators (ringkas)
Beberapa pandangan tradisional menyoroti bagaimana Allah mengatur sejarah melalui pemerintahan manusia, sehingga pekerjaan-Nya tidak tergantung pada satu pihak saja. Namun, pemazmur dan para penafsir menegaskan bahwa kebijakan manusia haruslah selaras dengan kehendak Allah untuk membawa kemuliaan-Nya.
Catatan: Potongan singkat dari karya-karya klasik: "Allah memegang semua penguasa, dan mereka bertindak di bawah izin-Nya." (ringkas dari gaya Matthew Henry; tidak menyalin kutipan panjang). Jika ada kutipan spesifik dari Henry, Barnes, atau Clarke yang relevan, itu akan dicantumkan secara tepat di bagian catatan sumber.