Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 5:5 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka mata Allahpun adalah menilik akan segala tua-tua orang Yahudi, sehingga tiada ditegahkan oranglah akan mereka itu, sampailah perkara itu sudah dipersembahkan kepada Darius dan diperolehnya balasan suratnya.
Ezra 5:5 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 5:5 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 33:18 (IDN) »
Bahwa sesungguhnya mata Tuhan ada menilik akan orang yang takut akan Dia dan yang harap pada kemurahan-Nya,

Ezra 7:6 (IDN) »
berjalanlah Ezra ini dari negeri Babil, maka adalah ia seorang katib yang alim pada taurat Musa, yang sudah diberikan oleh Tuhan, Allah orang Israel, maka dikaruniakan baginda akan dia segala kehendaknya, sekadar tangan Tuhan, Allahnya, berlaku atasnya.

Ezra 7:28 (IDN) »
dan dicenderungkannya kepadaku keridlaan baginda dan segala menterinya dan segala panglima perang baginda! Maka sebab itu aku telah memberanikan diriku, sekadar tangan Tuhan, Allahku, berlaku atasku, sehingga segala penghulu dari antara orang Israel telah kuhimpunkan akan berjalan sertaku.
Ezra 5:5 (IDN) — Penelitian Mata Allah atas Tua-tua Yahudi
konteks ayat ini berada pada masa pembangunan kembali Bait Suci di Yerusalem setelah pengasingan. Kita membaca bagaimana para pengarah Yahudi dilarang ditegahkan oleh pihak perantara bangsawan, sementara mata Allah memerhatikan pekerjaan itu. Ketika bangunan Bait Suci terikat pada izin pemerintahan Persia, Allah menilai kerja para tua-tua dan mereka yang memikul beban tugas. Ayat ini menekankan bahwa komentar manusia tidak mengalahkan kehadiran ilahi yang mengawasi jalannya pekerjaan.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan bahwa Allah mengawasi dan menilai segala tindakan orang-orang yang bertugas dalam pekerjaan-Nya. Tidak ada pelanggaran prosedur atau penundaan yang luput dari perhatian-Nya. Ketika perintah mereka diuji di hadapan Darius, dipastikan bahwa kebenaran dan keadilan yang sejati tidak bisa diabaikan karena dinilai secara teliti oleh mata Tuhan.
Tiga tema utama
Rujukan silang yang relevan
Penjelasan singkat: hubungan antara otoritas manusia dan rencana ilahi berjalan dalam simfoni. Allah mengukur motivasi, prosedur, dan hasil pekerjaan rohani, sambil memanfaatkan otoritas sekuler untuk mewujudkan tujuan-Nya.
Renungan praktis
Dalam pekerjaan gereja dan pelayanan, kita kadang menghadapi halangan birokrasi atau kebuntuan prosedur. Ayat ini mengingatkan kita untuk berpegang pada integritas, menilai pekerjaan menurut kehendak Allah, dan percaya bahwa Allah mengarahkan jalan melalui sarana yang Ia ijinkan. Doa kita bukan hanya memohon kelancaran, tetapi juga hati yang jujur di hadapan Allah dan manusia.
Ringkasan singkat
Ezra 5:5 menegaskan bahwa mata Allah memantau semua langkah para tua-tua dan pekerja di balik pembangunan rohani. Meski proses formal dan respons manusia perlu, Allah tetap mengawasi, mengarahkan, dan menegakkan keadilan-Nya lewat jalur pemerintahan yang ada untuk menyatakan kebenaran-Nya di tengah umat-Nya.
Quotations note: Tidak ada kutipan langsung teks lengkap dari para komentator publik domain yang disediakan tepat dalam ayat ini. Namun, nuansa pemikiran dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke dapat dipakai secara umum: bahwa Allah mengawasi pekerjaan-Nya, dan bahwa otoritas manusia berfungsi dalam rencana ilahi.