Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 5:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka inilah salinan surat yang sudah dikirim oleh Tatnai, penghulu negeri di seberang sini sungai, dan Syetar-Boznai serta dengan segala kawannya, segala orang Afarsekhai yang pada seberang sini sungai, kepada baginda raja Darius.
Ezra 5:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 5:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 4:9 (IDN) »
Bahwa Rehum, penghulu negeri, dan Simsai, jurutulis, dan segala kawannya yang lain, orang Dinai dan orang Afarsatkhi dan orang Tarpeli dan orang Afarsi dan orang Arkhewi dan orang Babiloni dan orang Susankhi dan orang Dehawi dan orang Elami,

Ezra 5:3 (IDN) »
Maka pada masa itu datanglah kepada mereka itu Tatnai, penghulu negeri di seberang sini sungai, dan Syetar-Boznai serta dengan segala kawannya, katanya kepada mereka itu: Siapakah sudah menyuruh kamu mambangunkan rumah ini dan mendirikan pula pagar tembok ini?

Ezra 4:11 (IDN) »
Bahwa inilah salinan surat yang dilayangkannyalah kepada baginda raja Artahsasta: Bahwa patik tuanku, segala orang yang duduk di seberang sini sungai itu pada masa ini,
Ezra 5:6 – Salinan surat yang dikirim ke Raja Darius
Pemahaman utama: Ayat ini menunjukkan bagaimana persekutuan otoritatif antara pejabat luar negeri dan kalangan pendatang memulai kontak diplomatis untuk menguatkan perlindungan hukum atas pekerjaan Bait Allah. Surat yang dibawa Tatnai dan Syetar-Boznai menjadi pintu masuk investigasi kerajaan atas aktivitas Yerusalem, menegaskan bahwa urusan rohani dan politik sering berjalan beriringan di balik layar sejarah bangsa Allah.
konteks sastra dan alur naratif
Bagian ini berlangsung saat orang-orang Yahudi telah mulai membangun kembali Bait Allah di Yerusalem, meskipun menghadapi penolakan dan oposisi. Surat ini adalah bagian dari proses administratif yang melibatkan pemerintah Persia setelah penahanan kota di bawah kekuatan raja Persia. Ketika surat tersebut diteruskan kepada raja Darius, kita melihat bagaimana isu iman dan kedaulatan negara saling berdesak-desakan di tingkat kebijakan publik.
makna teologis
Secara teologis, langkah para pengirim surat menyoroti kenyataan bahwa Allah bekerja melalui sarana manusia, termasuk pemerintahan. Reaksi raja—meski belum ditampilkan di ayat ini—mewajibkan umat beriman untuk tetap setia pada pemanggilan ilahi sambil memahami realitas geopolitik yang membentuk peluang ibadah. Ayat ini membuka jalan bagi resolusi hukum yang akhirnya memulihkan pekerjaan peribadatan di Bait Allah dan menenangkan jiwa umat Allah di tengah tekanan eksternal.
relevansi lintas-cetakan
catatan silang (cross-references)
Beberapa bagian Alkitab lain menampilkan dinamika serupa: pertama, bagaimana rencana Allah sering bergerak melalui kebijakan manusia; kedua, upaya untuk melindungi tempat ibadah; ketiga, respons umat terhadap tantangan eksternal.
Rujukan silang singkat: Kisah Ezra 4–6 tentang oposisi dan intervensi kerajaan; Mazmur 46 tentang perlindungan Tuhan di tengah kekacauan; Kisah nehemia 2 mengenai intervensi raja Persia untuk membebaskan hambanya.
pertanyaan renungan
kesimpulan singkat
Ayat ini menandai pintu masuk kontak antara kekuasaan luar dan persiapan umat Allah untuk melanjutkan pekerjaan rohani di tengah ketegangan politik. Yang utama adalah kesetiaan kepada panggilan ilahi sambil menjaga integritas dalam tata kelola publik yang memengaruhi ibadah dan kehidupan komunitas percaya.
"kedaulatan manusia di atas panggung sejarah sering bertugas melayani tujuan ilahi" (sebagai rangkuman interpretatif dari aliran pemikiran para komentator kuno).
Catatan sumber historis yang diangkat secara umum: Interpretasi ini menekankan hubungan antara administrasi kerajaan Persia dan misi rabbani, tanpa menambah detail berlebih di luar teks yang tersedia.