Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 1:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka siapa gerangan di antara kamu sekalian yang dari pada umat-Nya, hendaklah kiranya Allahnya menyertai akan dia dan biarlah ia berjalan ke Yeruzalem, yang di tanah Yehuda itu, dan dibangunkannya rumah Tuhan, Allah orang Israel, maka Ialah Allah, yang diam di Yeruzalem.
Ezra 1:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 1:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 6:26 (IDN) »
(6-27) Bahwa aku ini memberi titah, dalam segenap hukumat kerajaanku hendaklah orang gentar dan takut akan Allahnya Daniel, karena Ialah Allah yang hidup, dan yang kekal pada selama-lamanya, dan kerajaan-Nyapun tiada berubah dan pemerintahan-Nyapun tiada berkesudahan adanya!

Yeremia 10:10 (IDN) »
Tetapi Tuhan itulah Allah yang benar, Ialah Allah yang hidup dan Raja pada selama-lamanya! Oleh kehangatan murka-Nya bergempalah bumi dan barang suatu bangsapun tiada dapat menderita murka-Nya.

Kisah Para Rasul 10:36 (IDN) »
Maka itulah sabda yang disampaikan kepada bani Israel, tatkala diberitakannya kabar kesukaan, yaitu sejahtera oleh Yesus Kristus, Ialah Tuhan atas sekalian.
Setting sekejap sebelum kembali membangun Bait Allah
Ayat Ezra 1:3 berada dalam konteks kebebasan bangsa Yehuda dari pembuangan Babel dan mandat raja Persia untuk membangun kembali Bait Allah di Yeruzalem. Ketika pintu pulang dibuka, umat Israel didorong untuk tidak hanya pulang ke tanah air, tetapi juga untuk memulai pekerjaan pembangungan rumah ibadah bagi Allah mereka. Ayat ini adalah undangan bagi setiap anggota komunitas untuk menimbang peran dan tanggung jawab mereka di hadapan Allah.
Gambaran tentang Allah dan iman dalam ayat ini
Ayat ini menekankan keyakinan bahwa Allah yang menyertai memihak kepada umat-Nya ketika mereka rindu taat. Seruan untuk “biarlah ia berjalan ke Yeruzalem” menekankan kepercayaan bahwa Allah terikat pada tujuan-Nya untuk bangsa Israel, yakni membangun rumah-Nya. Ini bukan semata-mata upaya manusia, melainkan respons iman kepada kehadiran dan penyertaan ilahi. Alkitab memberi gambaran bahwa pekerjaan besar dilakukan dalam konteks hubungan dengan Allah yang hidup.
Penjelasan kata dan gambaran penting
Cross-references yang relevan
1) Ez 6:8–10 — Allah marmanahkan perlakuan raja terhadap umat-Nya dan memastikan bahwa pekerjaan di Yeruzalem dilindungi serta didukung; menegaskan bahwa penyertaan Allah menggerakkan langkah bersejarah dalam konteks ketaatan kepada fungsinya sebagai umat perjanjian. Penempatan ibadah menjadi manifestasi iman publik.
2) Yesaya 41:10 — dorongan Allah yang menyertai umat-Nya saat mereka melalui masa-masa sulit; “jangan takut, sebab Aku menyertai engkau” menegaskan tema penyertaan Allah yang memberi keberanian untuk melangkah kembali.
3) 2 Tawarikh 31:21 — pemazmur dan raja mengejar ketulusan dalam memulihkan ibadah kepada Tuhan; memfokuskan pada kasih terhadap hukum Tuhan dan pekerjaan rumah-Nya sebagai wujud sedia untuk taat.
Pandangan para komentator (ringkas)
Para komentator publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa Allah yang setia memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya melalui pekerjaan pembentukan tempat ibadah. Mereka menyoroti bahwa penyertaan Allah bukan sekadar motivasi pribadi, tetapi mandat komunitas untuk memulihkan ibadah yang hilang. Kutipan singkat yang relevan: Henry menekankan bahwa Tuhan membimbing langkah orang percaya; Barnes menegaskan bahwa motivasi utama adalah ketaatan kepada kehendak Tuhan; Clarke menekankan bahwa pekerjaan besar sering dimulai dengan kepatuhan sederhana terhadap perintah Allah yang menyertai.
Aplikasi praktis untuk masa kini
- Berjalan dalam iman dengan keyakinan bahwa Allah menyertai setiap langkah ketaatan kita, terlebih saat mengambil inisiatif yang merangkul kesejahteraan rohani komunitas.
- Membangun kembali “rumah Tuhan” dalam arti iman komunitas: doa bersama, pengakuan dosa, dan layanan sesama sebagai pusat persekutuan umat percaya, mengingatkan kita bahwa ibadah bukan sekadar ritus, tetapi keberadaan hidup yang menyatakan penyertaan Allah.
- Memupuk identitas iman berdasarkan perjanjian Allah dengan umat-Nya: kita dipanggil untuk hidup sebagai umat yang menyatakan kasih Tuhan melalui tindakan kasih yang nyata, menjaga kesetiaan pada Allah yang berfirman.