Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 1:9 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 1:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka inilah bilangannya: bokor keemasan tiga puluh buah dan bokor perak seribu buah dan pisau dua puluh sembilan bilah,
Ezra 1:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 1:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 7:19 (IDN) »
Adapun barang yang dipersembahkannya, ia itu sebuah ceper perak, beratnya seratus tiga puluh syikal, dan sebuah bokor percikan dari pada perak, beratnya tujuh puluh syikal yang sama dengan syikal tempat suci, dua-dua penuh dengan tepung halus yang diramas dengan minyak akan persembahan makanan,

Bilangan 7:13 (IDN) »
Maka persembahannya sebuah ceper perak, beratnya seratus tiga puluh syikal, dan sebuah bokor percikan dari pada perak, beratnya tujuh puluh syikal yang sama dengan syikal tempat suci, dua-dua penuh dengan tepung halus yang diramas dengan minyak akan persembahan makanan,

1 Raja-raja 7:50 (IDN) »
dan lagi segala cerana dan sepit dan bokor dan mangkok dan pedupaan dari pada emas tua; demikianpun segala sekeri pintu rumah sebelah dalam, tempat yang mahasuci, dan sekeri pintu bait kesucian itupun dari pada emas juga.
Matius 1:9 (Ezra 1:9 dalam konteks ketika kembali dari pembuangan)
Rangkaian angka di Ezra 1:9 muncul setelah pernyataan mengenai pemeriksaan dan pengembalian barang perbendaharaan di bait suci. Sisa umat perlahan-lahan membawa buku-buku barang serpih emas, perak, dan alat-alat perlengkapan ibadah. Bagian ini menyoroti detail dokumenter tentang persiapan kembali pembangunan bait Allah di Yerusalem.
Apa yang teks ini ungkap tentang Allah atau iman?
Teks ini menekankan ketaatan umat Israel terhadap instruksi raja dan hukum Tuhan melalui rencana pemulihan. Allah bekerja melalui pemerintahan dunia untuk memulihkan tempat ibadah-Nya dan memulihkan umat-Nya sesuai janji-Nya. Meski detailnya material, intinya adalah sumpah Tuhan yang setia: memulihkan umat-Nya dan tempat pertemuan dengan-Nya.
Penjelasan kata dan gambaran kunci
Hubungan dengan bagian-bagian lain (Cross-references)
Beberapa rujukan yang relevan meliputi:
Bagaimana seharusnya kita menerapkan teks ini hari ini
Kepatuhan dan ketelitian dalam persiapan beribadah tetap relevan. Allah memerlukan hati yang tekun dan tindakan yang terorganisasi ketika umat-Nya membangun kembali kehidupan rohani. Kita dipanggil mengutamakan kemurnian ibadah, menjaga integritas peralatan layanan (seperti pelayanan, donasi, dan pelayanan gereja), serta menempatkan Tuhan sebagai pusat dalam setiap persiapan spiritual.
Inti pembahasan singkat dengan kolaborasi pandangan para komentator lama
Para komentator abad lampau seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa rincian semacam ini bukan sekadar catatan administrasi, melainkan bukti pemulihan hubungan umat dengan Tuhan. Henry menonjolkan dorongan iman yang terpenuhi melalui ketaatan raja dan bangsa; Barnes menyoroti hierarki kepatuhan terhadap kehendak Allah melalui kebijakan dunia; Clarke menekankan bahwa pekerjaan praktis di depan mata adalah bagian dari rencana ilahi untuk membangun kembali ibadah yang kudus.
Quote singkat yang relevan (berdasar pada karya-karya klasik):
“Ketaatan terhadap perintah Tuhan tampak dalam cara kita menata dan memelihara peralatan ibadah.”
Penutup: ayat ini mengajak kita melihat bagaimana Allah bekerja secara praktis dalam sejarah untuk memulihkan tempat pertemuan-Nya dengan umat-Nya. Dalam tugas gereja hari ini, marilah kita menekankan ketelitian, keutuhan, dan komitmen pada tujuan mulia Allah dalam layanan kepada sesama.