Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 1:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Jumlah segala benda emas perak itu lima ribu empat ratus, semuanya itu dibawa oleh Sesybazar sertanya, tatkala di hantarnya akan segala orang tawanan itu dari Babil ke Yeruzalem.
Ezra 1:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 1:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 9:23 (IDN) »
supaya Ia memberi orang tahu akan kekayaan kemuliaan-Nya atas bekas belas kasihan, yang disediakan-Nya terdahulu untuk kemuliaan,

2 Timotius 2:19 (IDN) »
Akan tetapi asas Allah yang teguh itu berdiri tetap, dan bermeterai ini, "Bahwa Tuhan mengenal orang-orang milik-Nya"; dan lagi, "Barangsiapa yang menyebut nama Tuhan, hendaklah ia menjauhkan dirinya daripada kejahatan."

Ezra 1:11 – Ringkasan konteks dan makna utama
Penggalan Ezra 1 mencatat perintah Raja Koresh untuk mengembalikan kembali alat-alat bait suci yang dibawa ke Babilonia oleh bangsa Israel ketika mereka ditawan. Ayat 11 menyeimbangkan daftar barang-barang emas dan perak yang diserahkan Sesybasar (Sesarba) dan para tawanan yang kembali ke Yerusalem. Ini terjadi setelah bangsa Israel menerima kesempatan untuk kembali dan membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Daftar ini menunjukkan niat dan komitmen nabi/pegawaian untuk memulihkan kemuliaan ibadah di tengah-tengah kembalinya umat.
Makna sentral
Ayat ini menegaskan bahwa proses pemulihan identitas bangsa adalah terorganisir: raja, bangsawan, dan para tawanan ikut ambil bagian dalam pemindahan harta suci, sebagai bagian dari restorasi Jemaat Israel. Bahan-bahan emas dan perak bukan sekadar kekayaan materi, melainkan simbol kemuliaan ibadah dan komitmen umat kepada pusat penyembahan di Yerusalem.
Tema-tema utama
Rujukan silang yang relevan
- Ezra 1:7-11 (deskripsi daftar perabotan dan alat modal Bait Suci yang dibawa kembali).
- Nehemia 7:73 (lanjutan pemulihan kepedulian umat terhadap pekerjaan di Yerusalem).
- Yesaya 45:13 (Allah membangkitkan pekerjaan yang besar melalui otoritas pemerintahan manusia untuk tujuan-Nya).
Penekanan pada hubungan antara pemulihan ibadah dengan kehendak ilahi yang bekerja melalui kebijakan raja dan respons umat menjadi garis besar hubungan kitab-kitab ini.
Rangkaian pemikiran praktis
Bagaimana kita bisa mengambil pelajaran dari pemulihan ini? Pertama, tekad untuk mengembalikan tempat ibadah tidak hanya soal bangunan, tetapi juga posisi hati kepada Allah. Kedua, Allah memakai pemimpin bangsa untuk mengarahkan rencana-Nya; kita diajak percaya bahwa urusan-Nya menyentuh sejarah manusia. Ketiga, komitmen bersama umat dalam menyusun kembali penyembahan meneguhkan tanggung jawab jemaat untuk menjaga pusat ibadah dan kemurnian ibadah.
Ringkasan penutup
Ezra 1:11 menegaskan bahwa pemulihan ibadah berjalan seiring dengan kemauan raja dan partisipasi umat. Daftar harta emas dan perak yang dibawa pulang melambangkan kemurnian tujuan: menyatakan kemuliaan Allah di Yerusalem melalui ibadah yang baru didirikan kembali.
Catatan singkat dari tokoh comentator publik domain
Keterangan dari para penafsir seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa peristiwa ini bukan semata soal materi, melainkan tanda pemulihan religius dan identitas umat Allah di tengah-tengah sejarah penawanan. Mereka menyoroti bahwa persoalan kekayaan bait suci adalah simbol pelayanan yang baru, di mana Allah memulai pekerjaan pembaruan melalui alat-alat ibadah yang telah dipulihkan.