Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 1:2 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Demikianlah titah Koresy, raja Farsi: Bahwa Tuhan, Allah yang di sorga, sudah mengaruniakan kepadaku segala kerajaan yang di atas bumi, dan disuruhnya aku membuat baginya sebuah rumah di Yeruzalem, yang di tanah Yehuda.
Ezra 1:2 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 1:2 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 45:12 (IDN) »
Bahwa Aku sudah menjadikan bumi dan sudah mengadakan segala manusia yang di atasnya: Akulah Dia, maka tangan-Ku sudah membentangkan segala langit dan Aku juga yang memerintahkan segala tentaranya.

Yesaya 44:26 (IDN) »
Bahwa Akulah Dia yang menetapkan kata hambanya dan yang menyampaikan bicara utusannya; firman-Ku kepada Yeruzalem: Engkau lagi akan diduduki orang, dan kepada segala negeri Yehuda: Kamu akan dibangunkan pula dan segala kerobohanmu akan Kutegakkan pula.

Daniel 5:23 (IDN) »
Bahkan, tuanku sudah mendurhaka kepada Tuhan yang di sorga, maka dibawa oranglah akan segala bejana kaabah-Nya di hadapan tuanku, lalu tuanku dan segala menteri dan isteri dan gundik tuanku sudah minum air anggur dari padanya sambil tuanku memuji-muji segala berhala yang dari pada emas, perak, tembaga, besi, kayu dan batu, yang tiada dapat melihat atau mendengar atau tahu barang sesuatu, tetapi tiada tuanku memuliakan Allah, yang dalam tangan-Nya juga adalah nafas tuanku dan dalam kuasa-Nyapun adalah segala jalan tuanku.
Mengapa ayat ini penting
Ezra 1:2 menegaskan misi kemerdekaan bangsa Israel kembali ke Yerusalem setelah pembuangan, dengan pengakuan bahwa Allah hidup di sorga yang memberikan segala kekuasaan kepada raja-raja dunia. Ayat ini menunjukkan bagaimana Allah bekerja melalui otoritas dunia untuk tujuan-Nya sendiri: pemulihan tempat peribadatan-Nya dan kembalinya umat-Nya kepada Allah dalam persekutian yang benar.
Latar belakang konteks asli
Bursa kebangkitan kembali umat Allah dimulai ketika Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem, lalu bangsa Israel dibawa ke pembuangan. Sekitar sekitar tahun 539 SM, Koresy, sebagai raja Persia, mengeluarkan titah yang membolehkan umat kembali dan membangun bait di Yerusalem. Ayat ini adalah bagian dari titah resmi yang mengakui kendali Allah atas kerajaan-kerajaan bumi dan menegaskan tujuan-Nya untuk dipakai dalam rencana-Nya sendiri.
Pokok pesan utama
Inti ayat ini adalah pengakuan raja yang bukan Israel bahwa Allah sanggup memberi kekuasaan atas semua kerajaan di dunia, dan bahwa rencana-Nya mencakup pemulihan tempat ibadah-Nya di Yerusalem. Pengenalan Allah sebagai “Tuhan, Allah yang di sorga” membangun fondasi teologi bagi tindak lanjut perintah pembangunan bait serta komitmen umat untuk kembali kepada Tuhan dalam ketaatan.
Tema alkitabiah terkait
Ayat terkait yang layak direnungkan
Ayat-ayat yang menekankan kendali Allah atas sejarah dan pemulihan ibadah membantu memperkaya pemahaman kita:
Penjelasan singkat: kedua referensi ini menekankan bahwa otoritas manusia bukanlah akhir tujuan, melainkan alat bagi rencana Allah untuk menyelamatkan dan memulihkan umat-Nya serta menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa.
Refleksi devosional singkat
Ketika kita membaca bahwa Allah memegang kendali atas segala kerajaan, kita diajak percaya bahwa tidak ada kekuasaan yang berada di luar rencana-Nya. Doakan agar hidup kita juga selaras dengan tujuan-Nya: hidup dalam ketaatan, memelihara ibadah yang benar, dan menjadi saksi keadaan pemulihan-Nya di dunia ini. Allah yang di sorga tetap berkuasa sekarang seperti pada zaman Ezra, dan Ia memanggil kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaan-Nya melalui iman dan ketaatan.
Ingatan singkat tentang para komentator terdahulu
Catatan singkat: para komentator publik-domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa pernyataan Allah sebagai penguasa di balik semua rencana manusia menghilangkan keangkuhan manusia dan menegaskan tujuan ilahi dari pemulihan beribadah bagi umat-Nya. Jika ada kutipan kecil yang relevan dari karya-karya mereka, bagian tersebut diambil untuk memperkaya pemahaman mengenai kendali ilahi atas sejarah dan tujuan pemulihan rohani.
Cross-references singkat dengan penjelasan