Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:21 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Maka bani Israel, yaitu segala orang yang sudah balik dari pada tawanan itu, makanlah dia, demikianpun segala orang yang sudah menjauhkan dirinya dari pada kecemaran orang kafir yang di tanah itu, hendak mencahari Tuhan, Allah orang Israel.
Ezra 6:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ezra 9:11 (IDN) »
yang sudah Kaukatakan dengan lidah hamba-hamba-Mu, yaitu segala nabi, bunyinya: Adapun negeri yang kamu tuju itu hendak mempunyai dia akan barang pusaka, ia itu tanah yang najis adanya oleh najasat segala bangsa negeri itu, dari karena segala perbuatan kebencian, dengan dia juga mereka itu memenuhi dia dari pada ujungnya datang kepada ujung sebelahnya dalam hal kecemarannya.

Nehemia 9:2 (IDN) »
Maka bani Israelpun menjauhkanlah dirinya dari pada segala orang helat, dan berdirilah mereka itu sambil mengaku dosanya dan salah nenek moyangnya.

2 Korintus 7:1 (IDN) »
Sedang ada bagi kita perjanjian yang demikian, hai kekasihku, hendaklah kita bersuci daripada segala najis tubuh dan roh, serta menyempurnakan kesucian dengan takut akan Allah.
Ezra 6:21 (IDN) - Ternyata Perjalanan Pemulihan dan Kekudusan
Dalam konteks pasal 6, bangsa Yehuda yang telah kembali dari pembuangan sedang merayakan pemulihan ibadah di Bait Suci yang akhirnya selesai dibangun. Ayat ini menyoroti dua kelompok: orang Israel yang kembali dari tawanan dan mereka yang bertekad menjaga kemurnian diri dengan menjauhi najis bangsa kafir di tanah itu. Mereka makan lahiriah bersama-sama di bawah persekutuan baru dengan Allah, sambil menjalani pemurnian rohani melalui disiplin religius yang sedang dipulihkan.
Makna utama ayat
Ayat ini menegaskan bahwa pemulihan ibadah tidak hanya soal infrastruktur fisik (gudang, mezbah, Bait Suci), tetapi juga soal kebersamaan umat yang hidup dalam ketaatan terhadap Allah. Mereka yang telah kembali dari tawanan dipersatukan dengan mereka yang menjauhkan diri dari pengaruh‑pengaruh pagan di tanah itu, demi mencurah hidup dalam penyembahan kepada Tuhan, Allah orang Israel. Makan bersama menjadi simbol persekutuan dan komitmen bersama untuk hidup kudus di tengah lingkungan yang penuh tantangan.
Tiga tema utama
Cross-references dan maknanya singkat
Refleksi praktis
Bagi pembaca sekarang, ayat ini mendorong kita untuk menilai dua hal: komitmen pada ibadah yang murni bagi Allah dan kemampuan kita menjaga diri agar tidak terikat pada pola dunia yang menodai iman. Dalam konteks keluarga iman, kita dapat menimbang bagaimana tindakan sehari-hari, pekerjaan, dan hubungan kita membentuk kesaksian kita kepada Tuhan. Persekutuan iman memerlukan keseimbangan antara terbuka kepada sesama dan tegas dalam menjaga kekudusan.
Ringkasan singkat
Ezra 6:21 menegaskan bahwa pemulihan ibadah pasca-pembuangan mencakup bukan hanya fasilitas fisik, tetapi juga kemurnian hati dan komitmen persekutuan. Mereka yang kembali dari tawanan dan yang menjauhkan diri dari pengaruh kafir hidup bersama dalam persekutuan yang kudus, memuliakan Allah Israel melalui perjamuan Simbolik yang meneguhkan identitas iman di tanah yang penuh tantangan.
Catatan singkat mengenai kutipan dari tokoh komentar publik domain: Beberapa komentar klasik menekankan bahwa persekutuan makan bersama di antara umat Allah menandakan kesatuan iman dan tujuan rohani, bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik. Perkataan padat yang sering dipakai berkenaan dengan kejadian serupa menyoroti pentingnya kebersihan hidup sebagai prioritas dalam ibadah. (Kutipan lengkap dari Matthew Henry, Albert Barnes, Adam Clarke tidak disertakan dalam kutipan panjang.)