Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:9 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Dan barang yang lagi ia berhajat itu, seperti lembu muda dan domba jantan dan anak domba akan korban bakaran bagi Allah, Tuhannya segala langit, dan lagi gandum, garam dan air anggur dan minyak, seturut kata segala imam yang di Yeruzalem itu, hendaklah diberikan kepadanya pada tiap-tiap hari dengan tiada bersalahan.
Ezra 6:9 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:9 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Imamat 1:10 (IDN) »
Maka jikalau persembahannya dari pada binatang yang kecil, seperti domba atau kambing akan korban bakaran, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya.

Keluaran 29:38 (IDN) »
Maka inilah dia yang hendak kaupersembahkan di atas mezbah itu senantiasa pada sebilang hari, yaitu dua ekor anak domba yang umur setahun.

Imamat 1:3 (IDN) »
Jikalau persembahannya itu suatu korban bakaran dari pada lembunya, maka hendaklah dipersembahkannya seekor jantan yang tiada celanya dan hendaklah dibawanya akan dia sampai kepada pintu kemah perhimpunan, supaya ia itu mengadakan baginya gafirat di hadapan hadirat Tuhan.
Inti Interpretatif: Perizinan Zamran terhadap Persembahan di Yerusalem
Ayat Ezra 6:9 menekankan bahwa raja memberikan persyaratan dan fasilitas bagi para imam dan pekerja bait suci agar korban dan persembahan dapat dipenuhi tanpa hambatan. Inti pokok ayat ini adalah penegasan bahwa dukungan materi dan logistik dari pihak luar diperlukan agar pekerjaan ibadah di Yerusalem dapat dilaksanakan secara teratur dan patuh pada standar suci dalam periode pembangunan kembali bait Tuhan.
Konteks Sastra
Ayat ini berada dalam bagian laporan pasca-pembebasan di bawah pemerintahan Darius, ketika umat Israel membangun kembali altar dan bait suci di Yerusalem (Ezra 5–6). Pasal 6 berfungsi menegaskan bahwa upaya pembangkitan kembali ibadah tidak hanya bergantung pada semangat rohani, tetapi juga pada dukungan praktis dari otoritas luar. Permintaan barang persembahan—dari lembu muda hingga minyak—menunjukkan kemauan negara untuk memfasilitasi ritual yang berkenaan dengan takhta Allah, Tuhannya segala langit.
Signifikansi Teologis
1) Ketetapan Allah mengikat seluruh komunitas: Allah memusatkan ibadah pada suatu tempat yang dipakai umat-Nya untuk mempersembahkan korban. Dukungan materi terhadap ibadah menunjukkan bahwa pelayanan kepada-Nya adalah usaha bersama, melibatkan pihak-pihak nonibadah yang berperan agar ritual kudus dapat terlaksana dengan tepat.
2) Ketelitian dalam perzekian kuasa: Pasal ini menekankan bahwa pembacaan rencana ilahi tidak hanya mengandalkan semangat namun juga kepatuhan terhadap prosedur yang benar. Persembahan yang disediakan “seturut kata segala imam” menegaskan pentingnya kepatuhan pada tata cara ibadah yang telah diatur sejak masa PERJUMPAAN, sehingga ibadah tidak tergerus oleh kekacauan logistik.
Orisinalitas dan Ekspresi Komentar (Integrasi dari Penafsir Lama)
Para penafsir klasik seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa bukti administrasi negara kekuatan ibadah umat Allah. Mereka melihat tindakan raja sebagai bagian dari providensi Allah untuk memulihkan pujian-Nya di Yerusalem, sambil menunjukkan bagaimana unsur praktis—persediaan korban, gandum, garam, anggur, minyak—menggariskan persekutuan antara wahyu ilahi dan realitas duniawi. Kutipan singkat dari catatan mereka menegaskan bahwa upaya pemulihan ibadah menuntut dukungan publik sekaligus menjaga kemurnian ritual.
Kutipan singkat yang relevan (dari sumber teolog publik-domain): sejak Ezra 6:9 dijelaskan sebagai bagian dari upaya pemulihan ibadah, para komentator menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menyediakan perlengkapan korban agar ibadah berjalan tertib dan benar.
Hubungan dengan Kitab Suci Lain
Pertanyaan Renungan
Kesimpulan Singkat
Ezra 6:9 menyatakan bahwa pemulihan ibadah tidak hanya bergantung pada semangat rohani, tetapi juga pada dukungan praktis yang terkoordinasi dengan para imam. Pemberian unsur korban dan bahan persembahan secara teratur menunjukkan keseimbangan antara kehendak Allah dan tanggung jawab manusia, sehingga ibadah di Yerusalem dapat berlangsung dengan tertib sesuai rencana ilahi.