Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiEzra 6:20 Tafsiran ayat Alkitab
Ezra 6:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena segala imam dan orang Lewipun sudah menyucikan dirinya seperti orang satu jua adanya, sucilah semuanya; maka disembelihkannyalah Pasah akan segala bani tawanan itu dan akan saudara-saudara mereka itu, yaitu segala imam, dan akan dirinya sendiripun.
Ezra 6:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Ezra 6:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tawarikh 35:11 (IDN) »
Maka disembelihkannyalah Pasah itu dan dari pada darahnyapun dipercikkan oleh segala imam dan lagi segala orang Lewipun mengulitinya.

2 Tawarikh 29:34 (IDN) »
Tetapi imam-imam kurang banyaknya, sehingga tiada dapat dikulitinya habis segala korban bakaran itu, maka sebab itu mereka itu dibantu oleh saudara-saudara mereka itu, yaitu orang Lewi, sampai sudah pekerjaan itu dan sampai segala imam yang lain itupun sudah menyucikan dirinya, karena rajin hati orang Lewi dalam menyucikan dirinya itu terlebih dari pada rajin segala imam.

Ibrani 7:27 (IDN) »
yang tak usah, sebagaimana segala imam besar, sehari-hari mempersembahkan beberapa korban, dahulu karena dosa-dosanya sendiri, kemudian karena dosa-dosa kaum itu. Karena ini Ia sudah berbuat sekali sahaja bagi sekalian tatkala Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri.
Ezra 6:20 - Menyucikan Imam-imam dan Bani Lewi untuk Perayaan Pasca
Ringkasan pembaca: Pasal ini menggambarkan kemurnian ritual yang dipersiapkan umat Israel sebelum merayakan Pasca pada akhirnya, setelah pengembalian dari pembuangan. Ezra menekankan bahwa para imam dan orang Lewi telah memurnikan diri mereka, sehingga mereka dapat menyembelihkan Pasca bagi orang tawanan dan saudara-saudara mereka. Peristiwa ini menunjukkan betapa seriusnya persiapan ibadah dan pentingnya kesatuan umat dalam ibadah kepada Allah yang setia pada perjanjian-Nya.
Ayat dalam konteks pasal
Di Ezra pasal 6, kita melihat rencana Darius untuk membiarkan bangunan Bait Suci dilanjutkan dan perayaan Pasca dilaksanakan setelah masa sibuk bekerja pada pekerjaan fisik. Ayat 20 menegaskan bahwa seluruh imam dan orang Lewi telah menyucikan diri, sehingga penyembelihan Pasca dapat dilakukan bagi mereka yang telah kembali dari tawanan dan bagi sesama saudara imam sendiri. Kesucian diri di sini bukan sekadar perasaan bersih batin, melainkan tindakan persiapan yang nyata untuk menyembah Allah dengan layak.
Pelajaran utama secara spiritual
Perbandingan dengan bagian lain
Beberapa bagian Alkitab menekankan prinsip serupa:
Penafsiran historis, tetapi relevan
Kesucian umat dalam Ezra 6:20 mencerminkan standar para pemimpin rohani pada masa pulang dari pembuangan: hanya mereka yang selaras dengan perjanjian Allah yang diperkenankan memimpin penyembahan. Namun prinsip inti lebih luas: untuk mengalami perjumpaan nyata dengan Allah, ada kebutuhan mendasar untuk hidup dalam ketaatan, kebersihan hati, dan komitmen bersama dalam ibadah.
Aplikasi praktis untuk pembaca modern
Konteks silang
Beberapa referensi silang yang relevan:
Catatan ringkas
Ezra 6:20 menegaskan bahwa persiapan rohani yang konkret diperlukan untuk penyembelian Pasca bagi umat serta mereka yang telah kembali dari tawanan. Kesucian diri memfasilitasi penyembahan yang sah di hadapan Allah yang setia pada perjanjian-Nya. Melalui contoh ini, kita diajak menilai kesungguhan kita sendiri dalam mempersiapkan diri untuk ibadah dan hidup sebagai umat Allah yang kudus.
Catatan kutipan singkat dari para komentator terkemuka (pernyataan umum, tanpa teks panjang):
Anda dapat merujuk pada bagaimana para komentator berpendapat bahwa kesucian dipandang sebagai syarat utama untuk memimpin peribadatan, sebagaimana diuraikan dalam literatur klasik yang menegaskan hubungan antara kemurnian ritual dan penyembahan yang benar.