Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:20 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Hai anakku! perhatikanlah segala perkataanku dan cenderungkanlah telingamu kepada pengajaranku.
Amsal 4:20 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:20 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 5:1 (IDN) »
Hai anakku! perhatikanlah kiranya hikmatku, dan cenderungkanlah telingamu kepada akal budiku,

Amsal 6:20 (IDN) »
Hai anakku! peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu.

Yesaya 55:3 (IDN) »
Berilah telinga, marilah kepada-Ku, dengarlah kiranya, maka jiwamu akan hidup; dan Aku akan membuat dengan kamu suatu perjanjian yang kekal, segala janji selamat Daud yang tiada terubahkan.
Pemahaman singkat: Perhatikan firman dan dengarkan pengajar
Inti ayat ini adalah ajakan yang tegas untuk memberi perhatian penuh terhadap ajaran bijak yang berasal dari orang bijak maupun hikmat Tuhan. Ayat ini menekankan kesungguhan hati dalam mendengar, bukan sekadar mendengar dengan telinga, tetapi mengarahkan hati dan pendengaran kepada pesan yang membentuk hidup.
Konteks latar belakang
Amsal 4 berada dalam rangkaian nasihat Bapak kepada anaknya tentang jalan hidup yang benar. Salomo menekankan pentingnya menghindari jalan orang fasik dan menyiapkan dasar kebijaksanaan melalui pendengaran yang serius. Frasa "Hai anakku" menandakan hubungan dekat dan tanggung jawab; ajakan ini bersifat pribadi namun berlaku umum bagi pembaca muda maupun tua yang ingin hidup bijak di hadapan Tuhan.
Observasi penafsiran
Gagasan tematik kunci
Hubungan dengan teks lain
Konteks berhubungan dengan nasihat agar berpaut pada ajaran bijak (misalnya ayat-ayat yang menekankan hikmat sebagai pelita bagi langkah hidup). Hubungan ini menekankan bahwa pendengaran yang sungguh-sungguh membangun fondasi moral yang konsisten dengan pola hidup saleh.
Penafsiran singkat dari tokoh beserta catatan ringkas
Beberapa penafsir klasik menegaskan bahwa ajaran di sini menuntut komitmen hati untuk membentuk pola pikir dan perilaku. Dalam karya-karya tambahan mereka, mereka menekankan pentingnya disiplin dalam mempelajari kebijaksanaan—bukan sekadar mengumpulkan fakta, melainkan menerapkannya dalam keputusan sehari-hari.
Rangkuman praktis
Rujukan silang dan kaitannya
1) Ayat-ayat yang menekankan hikmat sebagai pedoman hidup. Penekanan di sini sejalan dengan panggilan untuk membiarkan kebijaksanaan membimbing langkah-langkah kita. Penjelasan ringkas: hikmat bekerja sebagai agen pembentuk karakter ketika didengar dan diterapkan.
2) Ajaran tentang mendengar firman Tuhan dengan penuh keyakinan. Menyiratkan bahwa pendengaran adalah bagian dari hubungan kita dengan Tuhan, bukan sekadar aktivitas intelektual. Penjelasan singkat: pendengaran yang sopan dan taat mengundang bimbingan-Nya.
3) Nasihat tentang menghindari jalan yang menyesatkan. Melalui mendengar dengan telinga hati, kita dapat membedakan jalan hidup yang benar dari jalan yang salah. Penjelasan ringkas: pendengaran bijak mengurangi pilihan yang merusak.
Penutup: ayat ini menegaskan bahwa awal kebijaksanaan adalah keterbukaan hati untuk menerima ajaran yang membangun. Dengan dengar telinga hati kepada pengajar yang benar, hidup kita bertahan dalam arah yang benar dan bertumbuh dalam takut akan Tuhan.
Ayat terkait: Amsal 1:5; Amsal 2:2; Amsal 3:1-2.