Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiChapter
Yesaya 1 Yesaya 2 Yesaya 3 Yesaya 4 Yesaya 5 Yesaya 6 Yesaya 7 Yesaya 8 Yesaya 9 Yesaya 10 Yesaya 11 Yesaya 12 Yesaya 13 Yesaya 14 Yesaya 15 Yesaya 16 Yesaya 17 Yesaya 18 Yesaya 19 Yesaya 20 Yesaya 21 Yesaya 22 Yesaya 23 Yesaya 24 Yesaya 25 Yesaya 26 Yesaya 27 Yesaya 28 Yesaya 29 Yesaya 30 Yesaya 31 Yesaya 32 Yesaya 33 Yesaya 34 Yesaya 35 Yesaya 36 Yesaya 37 Yesaya 38 Yesaya 39 Yesaya 40 Yesaya 41 Yesaya 42 Yesaya 43 Yesaya 44 Yesaya 45 Yesaya 46 Yesaya 47 Yesaya 48 Yesaya 49 Yesaya 50 Yesaya 51 Yesaya 52 Yesaya 53 Yesaya 54 Yesaya 55 Yesaya 56 Yesaya 57 Yesaya 58 Yesaya 59 Yesaya 60 Yesaya 61 Yesaya 62 Yesaya 63 Yesaya 64 Yesaya 65 Yesaya 66



Yesaya 55:3 (IDN)
Iman di balik seruan mengundang untuk mendengar: “Berilah telinga, marilah kepada-Ku, dengarlah kiranya, maka jiwamu akan hidup; dan Aku akan membuat dengan kamu suatu perjanjian yang kekal, segala janji selamat Daud yang tiada terubahkan.” Ayat ini berada dalam konteks nubuat jalan keselamatan Allah yang gratis bagi semua orang yang mau menerima.
Setting segera ayat
Yesaya pasal 55 dimulai dengan seruan Allah yang mengundang kemakmuran rohani tanpa biaya bagi umat-Nya. Allah mengundang orang lapar dan haus rohani untuk datang kepada-Nya, bukan dengan upah, melainkan dengan anugerah. Ayat 3 menegaskan tindakan Allah untuk memperbaharui hubungan perjanjian-Nya dan mengingatkan bahwa janji-janji-Nya tidak akan terputus. Pada konteks kitab Yesaya, ini menyiratkan pemulihan bagi umat yang menjalin hubungan kembali dengan Tuhan meskipun mereka telah lama jauh.
Apa yang ayat ini mengungkapkan tentang Allah dan iman
Ayah doa pembuka: Allah mengundang manusia untuk mendengar dan kembali kepada-Nya dengan keyakinan bahwa Dia setia. Janji-Nya bersifat kekal; ikatan-Nya tidak akan tergoyah. Dalam konteks Perjanjian Daud, Allah berjanji menjaga garis kemuliaan yang memancar dari Mesias yang akan datang. Ayat ini menegaskan bahwa keselamatan dan hidup rohani berasal dari respons manusia terhadap undangan Allah.
Istilah kunci dan gambaran penting
Hubungan dengan teks-teks lain
Cross-reference relevan:
Pelajaran bagi kita sekarang
Agar hidup kita selaras dengan panggilan Yesaya 55, kita diajak untuk merayu diri sendiri agar kembali kepada Tuhan dengan hati yang percaya. Allah menawarkan hidup yang penuh arti melalui hubungan perjanjian-Nya yang kekal. Respon kita adalah mengarahkan hati kepada-Nya, mempercayai bahwa keselamatan bukan hasil usaha sendiri, melainkan anugerah yang diterima melalui iman kepada Kristus.
Inti pesan bagi jemaat hari ini
Ada undangan yang tetap relevan: datanglah kepada Tuhan, dengarkan firman-Nya, hidup karena kasih-Nya yang tak tergoyahkan. Perjanjian-Nya yang kekal memberi dasar kuat bagi hidup beriman, tidak tergantung pada keadaan, namun bergantung pada kesetiaan Allah yang telah dijanjikan melalui Mesias.