Yesaya 25:1 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab

Ya Tuhan! Engkaulah Allahku, aku hendak mempermuliakan Dikau, aku hendak memuji-muji nama-Mu, karena Engkau sudah berbuat ajaib; segala bicara-Mu dari dahulu-dahulu itu nyatalah benar dan amat teguh.

Ayat sebelumnya
« Yesaya 24:23
Ayat berikutnya
Yesaya 25:2 »

Yesaya 25:1 Tafsiran ayat Alkitab

Yesaya 25:1 (IDN) - Pengakuan dan Keyakinan atas Perbuatan Tuhan

Bagian ini letaknya dalam konteks nubuat Isa esainya yang menggambarkan pemulihan bagi umat tertindas dan pameran keperkasaan Allah yang setia. Ayat ini adalah puji-pujian singkat yang menegaskan identitas Allah sebagai sumber perbuatan ajaib-Nya dan kebenaran firman-firman-Nya sejak dahulu kala. Dalam suasana nubuat yang menampilkan rencana Allah yang mulia, mazmur ini mengarahkan hati umat pada pengakuan iman: Tuhan adalah Allahku, Dia berbuat ajaib, dan segala ucapan-Nya nyata, teguh, serta dapat diandalkan.

Inti makna ayat

Pengakuan pribadi pengkhotbah/nabi di sini mencerminkan hubungan intim dengan Allah. “Ya Tuhan! Engkaulah Allahku” menunjukkan pemahaman monoteistik yang teguh. “aku hendak mempermuliakan Dikau, aku hendak memuji-muji nama-Mu” menggambarkan respons manusia terhadap keagungan Allah: pemberian kemuliaan dan pujian atas pekerjaan-Nya. Frasa “Engkau sudah berbuat ajaib” menyoroti tindakan-tindakan Allah yang telah membangkitkan harapan dan meneguhkan kepercayaan umat. Terakhir, “segala bicara-Mu dari dahulu-dahulu itu nyatalah benar dan amat teguh” menegaskan kredibilitas firman Tuhan yang tidak berubah, menuntun hidup umat melalui kebenaran-Nya yang pasti.

Apa yang bisa dipelajari dari tema-tema utama

  • — iman melahirkan pujian yang berfokus pada pribadi-Nya, karya-Nya, dan keutuhan firman-Nya.
  • — firman-Nya dipandang sebagai fondasi yang kuat, tidak berubah, dan pasti dengan “nyatalah benar dan amat teguh.”
  • — perbuatan-perbuatan ajaib Allah meneguhkan rencana-Nya bagi umat-Nya, terutama dalam konteks pembebasan dan pemulihan.

Garis besar tema terkait

Dalam kitab Yesaya, pernyataan seperti ini sering berfungsi sebagai “panggung iman” yang menghubungkan harapan masa kini dengan pemenuhan ilahi di masa depan. Beberapa benih tema yang relevan antara lain:

  • Pengakuan Allah sebagai penyelamat dan pengatur sejarah umat-Nya (referensi lintas terkait dengan nubuat pemulihan dan perlindungan).
  • Ketaatan terhadap firman Tuhan sebagai dasar hidup berpusat pada kebenaran-Nya.
  • Harapan akan keselamatan yang dinubuhkan melalui tindakan-Nya yang ajaib.

Rujukan silang yang relevan

Beberapa bagian Alkitab yang sejalan tematik—meski tidak menyalin isi ayat secara langsung—membentuk hubungan penting:

  • Yesaya 42:9 — firman dan karya Tuhan terkait dengan pembukaan masa baru, menegaskan kestabilan rencana-Nya.
  • Mazmur 33:4-9 — firman Tuhan itu tepat dan semua karya-Nya meneguhkan iman.
  • Roma 9:28 — Tuhan menyelesaikan pekerjaannya dengan keandalan dan kebenaran penuh.

Penjelasan singkat tentang hubungan: Yesaya mengarahkan pembaca pada kepercayaan dalam kemuliaan Tuhan dan kesetiaan-Nya. Mazmur menekankan kekuatan firman, sedangkan Roma menekankan penyelesaian rencana Tuhan secara adil dan setia.

Refleksi praktis

Ketika kita menghadapi masa yang tidak pasti, dorongan Alkitab ini mengajak kita untuk kembali pada dua hal: memuji Tuhan atas karya-Nya yang ajaib dan menaruh kepercayaan pada firman-Nya yang tidak berubah. Perbuatan ajaib Tuhan bisa terasa tidak terlihat setiap hari; namun pengalaman hidup, kasih-Nya, dan pemeliharaan-Nya yang berulang menjadi bukti bahwa rencana-Nya tetap teguh. Umat percaya dipanggil menanggapi dengan pujian yang tulus dan hidup yang berpegang pada firman-Nya.

Ringkasan penutup

Ayat ini merangkum keyakinan inti umat Allah: identitas sebagai umat yang beribadah kepada Allah yang berbuat ajaib, sumber puji-puji dan kemuliaan bagi-Nya, serta keteguhan firman Tuhan yang telah dinyatakan sejak dahulu kala. Dalam konteks nubuat Yesaya, ayat ini menguatkan harapan akan pemulihan dan rencana keselamatan Tuhan yang setia.

Quotations note

Jika ada kutipan langsung dari tokoh penafsir berbahasa Inggris publik-domain yang relevan, catatan berikut menyertainya:

• Matthew Henry: "The God of truth, and faithful" (alasan umum Henry menekankan keandalan firman Tuhan). Catatan: tidak ada kutipan panjang spesifik yang diambil persis dari Teks Asli dalam konteks ayat ini.

Cross-reference singkat lainnya menambah konteks namun tidak mengulang teks lengkap: Yesaya 25:1 menyiapkan landasan untuk bagaimana umat Allah merespons dalam pujian, sementara pernyataan firman-Nya yang teguh menjadi jangkar bagi iman kita hari ini.

*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.

Yesaya 25:1 Referensi silang ayat

Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Bilangan 23:19 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Bilangan 23:19 (IDN) »
Bahwa Allah itu bukan manusia yang berdusta; bukannya Ia anak manusia yang bersesalan adanya! Masakan Ia berfirman lalu tiada disampaikannya, atau berfirman lalu tiada diadakannya!

Mazmur 118:28 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Mazmur 118:28 (IDN) »
Maka Engkaulah Allahku, sebab itu aku hendak memuji akan Dikau. Ya Allahku! aku hendak membesarkan Dikau.

Keluaran 15:2 IDN Gambar ayat Alkitab yang berkaitan
Keluaran 15:2 (IDN) »
Bahwa Tuhan juga kuatku dan kepujianku, karena Ia telah mengadakan selamatku, Ia inilah Allahku, sebab itu aku hendak memuji Dia, maka Ialah Allah bapaku, sebab itu aku hendak membesarkan Dia!

IDN Pilih kitab dalam Alkitab