Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:26 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:26 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Timbang-menimbanglah akan pelangkah kakimu, maka engkau akan berjalan dengan jejakan yang tetap.
Amsal 4:26 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:26 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tesalonika 3:3 (IDN) »
Tetapi setiawan juga Tuhan, maka Ialah akan meneguhkan kamu dan memeliharakan kamu daripada si Jahat itu.


Amsal 4:26 (IDN) — Menimbang Langkah dan Jejak yang Mantap
Ayat ini mengajak pembaca menjadikan langkah hidup dengan kehati-hatian: menimbang setiap langkah agar tidak tersandung, sehingga jalan yang ditempuh menghasilkan pijakan yang mantap dan stabil. Dalam konteks Amsal, tema kebijaksanaan Allah mengarahkan umat agar tidak mengikuti dorongan sesaat, melainkan mengikuti jalur yang terukur dan benar di hadapan Tuhan.
Pembacaan untuk konteks pasal
Pasal-pasal awal Amsal menekankan hikmat sebagai pedoman hidup. Ayat 26 ini muncul sebagai bagian praktis dari pembelajaran tersebut: kebijaksanaan bukan sekadar teori, melainkan suatu pola hidup di mana kita secara sadar menimbang setiap langkah. Perhatikan bahwa kata kerja yang dipakai berfokus pada perencanaan, evaluasi, dan kestabilan langkah, bukan sekadar tindakan spontan.
Pemahaman utama ayat
Pemilihan langkah yang tepat membutuhkan perhatian cerdas terhadap tujuan, konsekuensi, dan jalan mana yang paling menjanjikan keamanan rohani. Ketika pelangkah dipikirkan dengan cermat, kita menaruh kepercayaan pada Tuhan untuk menuntun jalannya, sehingga kita berjalan dengan “jejakan yang tetap”—yakni pijakan yang kokoh dan tidak goyah. Ayat ini mengajarkan disiplin hidup: menimbang, menimbang lagi, hingga keputusan menjadi jelas dan stabil di hadapan Tuhan.
Inti pelajaran rohani
Perbandingan dengan penafsir terkenal
Sejumlah penafsir tepercaya memperlihatkan bagaimana kebijaksanaan praktis beriringan dengan iman. Mereka menyoroti bahwa menimbang langkah adalah bagian dari menghasilkan keputusan yang tidak impulsif, mengutamakan integritas, dan menolak langkah yang bisa menjerumuskan.
Rujukan silang yang relevan
Aplikasi praktis untuk kehidupan luhur
Ringkasan
Ayat ini menegaskan bahwa kebijaksanaan tidak hanya soal ide-ide besar, melainkan bagaimana kita menimbang jalan hidup sehari-hari. Dengan langkah yang dipikirkan matang, iman kita berkembang menjadi jalan yang stabil dan mantap di dekat Allah. Pelajaran praktisnya: konsultasikan kehendak Tuhan, rencanakan dengan hati-hati, dan berjalanlah dengan pijakan yang tidak goyah.