Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:8 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:8 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Capailah akan dia, maka iapun akan membesarkan dikau kelak, dan iapun akan memuliakan dikau apabila engkau mendakap akan dia.
Amsal 4:8 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:8 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Daniel 12:3 (IDN) »
Maka segala penghulu akan gemerlap seperti terang cuaca di langit, dan mereka yang membenarkan banyak orang itupun akan seperti segala bintang kekal selama-lamanya!

1 Samuel 2:30 (IDN) »
Maka sebab itu firman Tuhan, Allah Israel, demikian: Sebenarnya dahulu Aku sudah berfirman, bahwa orang isi rumahmu dan orang isi rumah bapamu akan berjalan di hadapan hadirat-Ku sampai selama-lamanya, tetapi sekarang firman Tuhan: Jauhlah ia itu dari pada-Ku, karena barangsiapa mempermuliakan Daku, maka Akupun mempermuliakan dia kelak, tetapi barangsiapa yang mencelakan Daku, ia itu akan dibinasakan.

1 Raja-raja 3:5 (IDN) »
Maka di Gibeon juga nyatalah Tuhan kepada raja Sulaiman dalam mimpi pada malam, maka firman Allah kepadanya: Pintalah olehmu barang yang kaukehendak Aku karuniakan kepadamu.
Amsal 4:8 (IDN): “Capailah akan dia, maka iapun akan membesarkan dikau kelak, dan iapun akan memuliakan dikau apabila engkau mendakap akan dia.”
Dalam konteks kitab Amsal, ayat ini adalah bagian dari nasihat kebijaksanaan yang menuntun pembaca kepada jalan hidup yang berkenan kepada Tuhan. Penulis mengajarkan bahwa menghormati dan mengikuti hikmat ibarat memegang sebuah permata yang akan membawa kemuliaan di masa depan. Ayat ini menyingkap bagaimana respons manusia terhadap hikmat—dengan merangkulnya secara penuh—menghasilkan penguatan dari Tuhan dalam perjalanan hidup, termasuk kemajuan, kehormatan, dan perlindungan.
Makna sentral ayat ini ialah ajakan untuk berpegang teguh pada hikmat moral dan pelajaran bijaksana. Ketika seseorang “mendapatkan” hikmat dengan penuh seraya menaatinya, Tuhan sendiri akan meningkatkan dan memuliakan orang itu pada akhirnya. Ini bukan janji tentang kemegahan duniawi semata, melainkan pengakuan ilahi atas hidup yang berakar pada kebenaran dan ketetapan-Nya.
Two to three key themes
Related passages
Practical reflection (Renungan praktis)
Renungkan bagaimana Anda menanggapi nasihat yang datang melalui Firman Tuhan, pelajaran gereja, atau pengalaman hidup. Apakah Anda menimbang hikmat dengan keegoisan, atau dengan kerendahan hati yang siap mengubah jalan hidup? Menggenggam hikmat secara penuh berarti berkomitmen untuk meniti jalan kebenaran meski menantang, karena ganjarannya adalah kemuliaan di hadapan Allah serta arus berkat yang mengalir dalam hidup kita dan orang-orang di sekitar kita.
Cross-references (Hubungan dengan bagian lain)
Penutup ringkas
Amsal 4:8 mengajak kita melihat bahwa pengabdian pada hikmat adalah investasi hidup yang akhirnya membuka pintu kemuliaan ilahi. Dengan merangkul pelajaran kebijaksanaan secara utuh, kita membiarkan Tuhan membesarkan dan memuliakan langkah-langkah kita di bawah tujuan-Nya yang baik.
Beberapa catatan singkat tentang sumber pandangan para penafsir klasik (ringkas): Matthew Henry menekankan pentingnya ketekunan dalam mengikuti hikmat; Albert Barnes menonjolkan hubungan antara rebuk nasihat dan perlindungan Tuhan; Adam Clarke menyoroti bahwa kemuliaan yang dijanjikan mencakup kedewasaan karakter dan reputasi di hadapan Tuhan.