Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:14 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Janganlah engkau masuk kepada jalan orang fasik dan jangan berjejak pada jalan orang jahat.
Amsal 4:14 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:14 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Mazmur 1:1 (IDN) »
Berbahagialah orang yang tiada berjalan dalam bicara orang fasik atau berdiri pada jalan orang berdosa, atau duduk dalam perhimpunan orang pengolok;

Amsal 1:15 (IDN) »
Hai anakku! janganlah engkau pergi serta mereka itu pada jalan itu dan jauhkanlah kakimu dari pada lorong-lorongnya.

Amsal 4:14 — Hindarilah Jalan Orang Fasik dan Jangan Berjejak pada Jalan Orang Jahat
Pokus utama interpretatif: Pelajaran lidah bijak Amsal adalah menjaga diri dari pengaruh jalan orang fasik. Amsal 4 menekankan disiplin warga percaya untuk memilih jalan kebenaran meskipun godaan untuk mencongkel diri ke dalam pola hidup yang bertentangan dengan hikmat Tuhan.
Context and Literary Setting (Konteks Sastra)
Amsal 4 berada dalam rangka ajaran ayah bijak mengenai etika hidup yang berlandaskan hikmat Tuhan. Ayat 14-15 memperingatkan pembaca agar tidak menelusuri rute yang ditempuh orang fasik maupun orang jahat. Frasa jalan menunjuk pada pola hidup secara keseluruhan—keputusan, kebiasaan, dan tujuan moral. Di seluruh bagian ini, penekanan adalah pada pilihan harian yang membentuk masa depan seseorang.
Signifikansi teologis (Makna teologis)
Pesan inti adalah bahwa hikmat Tuhan memandu kita untuk membangun karakter yang saleh dan hidup sesuai perintah-Nya. Menjauhi jalan orang fasik menegaskan perbedaan antara hidup yang berpusat pada Tuhan dan hidup yang menunduk pada iri hati, kecurangan, atau keserakahan. Dalam konteks kitab Amsal, tindakan ini bukan sekadar kehati-hatian sosial, melainkan pernyataan iman bahwa Tuhan adalah sumber kebenaran dan perlindungan.
Cross-references and Connections (Hubungan Alkitabiah)
Questions for Reflection (Pertanyaan Renungan)
Praktik Hikmat (Ringkasan Terpadu)
Ayat ini mengajak kita membangun disiplin rohani: menghindari pengaruh buruk, memilih persekutuan yang membangun, dan hidup dalam prinsip kebenaran. Hikmat tidak sekadar menolak kejahatan secara pasif, tetapi menata hidup kita agar fokus pada tujuan yang berkenan kepada Tuhan. Pelajaran praktisnya adalah menilai hubungan, kebiasaan, dan tempat-tempat yang kita kunjungi—semua itu membentuk arah hidup kita.
Concise Conclusion (Kesimpulan Singkat)
Menjaga diri dari jalan orang fasik adalah tindakan iman yang menjaga integritas rohani. Dengan memprioritaskan hikmat Tuhan dan menjauhi pola hidup yang merugikan, kita berjalan dalam jalan menuju kebenaran dan perlindungan-Nya.
Penafsiran Singkat dari Bapa Pengajar (Quotations)
Catatan—Beberapa pandangan dari karya-karya klasik para komentator publik domain digunakan untuk memperkaya pemahaman tanpa menyalin teks penuh. Jika ada kutipan spesifik dari Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke yang relevan, akan disebutkan secara ringkas dalam konteks yang relevan: “...”