Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Janganlah engkau meninggalkan dia, maka ia itu akan memeliharakan dikau; kasihlah akan dia, maka ia itu akan menyelamatkan dikau.
Amsal 4:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Tesalonika 2:10 (IDN) »
dan dengan segala semu daya kejahatan bagi orang-orang yang akan binasa, sebab mereka itu tiada menaruh kasih akan yang benar supaya mereka itu selamat.

Amsal 2:10 (IDN) »
Maka apabila budi telah masuk ke dalam hatimu dan pengetahuan telah menjadi kesedapan kepada jiwamu,

Amsal 4:21 (IDN) »
Janganlah ia itu tercerai dari pada matamu, dan taruhlah akan dia dalam hatimu betul-betul.
Amsal 4:6 (IDN) — Mengingatkan agar tidak meninggalkan hikmat
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga hubungan kita dengan hikmat ilahi. Secara singkat, meninggalkan hikmat berarti mengorbankan perlindungan dan penyelamatan yang datang dari bimbingannya. Dalam bahasa kitab Amsal, hikmat digambarkan sebagai pelindung dan penuntun yang setia bagi hidup manusia. Karena itu, nasihat ini relevan bagi pembaca yang ingin hidup bijaksana di tengah godaan, tekanan, dan kebingungan dunia.
Contextual grounding: dari mana pesan ini berasal
Amsal 4 secara umum berfungsi sebagai kumpulan nasihat seorang ayah bagi anaknya tentang jalan bijaksana. Ayat 6 berada dalam rangkaian peringatan untuk menahan diri dari jalur-jalur muluk atau keliru yang akan merusak kehidupan. Hikmat digambarkan bukan sekadar pengetahuan, melainkan sikap hati yang taat kepada Tuhan. Ketika seseorang menolak hikmat, ia kehilangan perlindungan rohani dan praktiknya bisa terjerumus ke dalam pilihan yang membawa kehancuran.
Inti pesan: menjaga hikmat agar hidup terpelihara
Fragment inti ayat ini mengandung dua unsur utama: menjaga (jangan meninggalkan) dan menaruh kasih (kasihilah). Kedua tindakan itu menghasilkan dua buah yang penting: pemeliharaan dan penyelamatan. Hikmat tidak hanya memberi arah, tetapi juga berfungsi sebagai perisai yang menahan manusia dari kelemahan moral dan konsekuensi buruk. Dengan demikian, menjaga hikmat adalah tindakan iman yang proaktif, bukan pasif.
Gema tema alkitabiah terkait
Cross-references yang relevan (singkat, tanpa kutipan penuh)
Penjelasan singkat: Ketiga rujukan tersebut menekankan bahwa ketergantungan pada hikmat Tuhan menuntun pada tindakan yang benar, melindungi hidup, dan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Hikmat menjadi fondasi untuk menghindari tipu daya dunia dan memasuki jalan keselamatan yang berkelimpahan.
Refleksi penutup: doa singkat bagi pembaca
Ya Tuhan, tunjukkan jalan-Mu kepada kami agar kami tidak meninggalkan hikmat yang Engkau sediakan. Jadikan kami orang-orang yang menjunjung tinggi kebijaksanaan-Mu, sehingga perlindungan-Mu menuntun hari-hari kami dan penyelamatan-Mu menyertai setiap langkah kami. Amen.
Catatan editorial singkat
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa hikmat adalah batasan moral yang menghindarkan manusia dari kehancuran. Alasan praktis utama dalam ayat ini adalah karena tanpa hikmat, kita mudah tersesat oleh godaan dan kehilangan perlindungan ilahi.