Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiAmsal 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
Amsal 4:21 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Janganlah ia itu tercerai dari pada matamu, dan taruhlah akan dia dalam hatimu betul-betul.
Amsal 4:21 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Amsal 4:21 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Amsal 3:21 (IDN) »
Hai anakku! janganlah itu undur dari pada matamu; taruhlah akan hikmat yang teguh dan bijaksana.

Mazmur 40:8 (IDN) »
(40-9) Aku suka berbuat kehendak-Mu, ya Allahku! dan hukum-Mu adalah di dalam dadaku.

Amsal 3:3 (IDN) »
Janganlah kiranya sifat kemurahan dan setia itu meninggalkan dikau, melainkan kalungkanlah dia pada lehermu, dan suratkanlah dia pada loh hatimu.
Amsal 4:21
Janganlah ia itu tercerai dari pada matamu, dan taruhlah akan dia dalam hatimu betul-betul.
Setting seketika dan inti pesannya
Amsal 4 berpusat pada ajaran ayah bijak yang menuntun anaknya melalui jalan hikmat untuk hidup yang saleh dan sehat. Ayat 21 berfungsi sebagai dorongan praktis: mata kita bukan sekadar alat penglihatan, melainkan pintu bagi apa yang kita pandang, amati, dan biarkan masuk ke dalam hati. Nasihat ini menekankan pentingnya menjaga perhatian kita terhadap hikmat dan firman Tuhan dengan sungguh-sungguh.
Apa yang dimaksud dengan firman ini tentang Allah dan iman
Di dalam konteks kitab Amsal, hidup berkenan kepada Tuhan dimulai dari bagaimana kita menimbang hikmat. Melindungi firman, menjaga jalan-jalan hikmat, adalah bagian dari iman yang praktis: iman yang menuntun perbuatan. Dengan menaruh hikmat dalam hati, orang percaya membiarkan Tuhan mengubah cara berpikir dan bertindak. Ayat ini menekankan ketaatan pada pewahyuan ilahi melalui disiplin rohani—mengarahkan perhatian kepada hal-hal yang membawa pengudaraan hidup dalam hubungannya dengan Tuhan.
Kata kunci dan gambaran penting
Penafsiran singkat dengan bantuan sumber sahih lama
Para penafsir klasik menyoroti pentingnya menjaga hikmat sebagai pegangan hidup. Matthew Henry menekankan bahwa hikmat perlu dibawa dekat dengan mata sebagai simbol perhatian berkelanjutan, bukan hanya luapan kata-kata. Albert Barnes menyoroti bahwa perintah ini menekankan kebiasaan membiasakan diri dengan kebenaran sehingga tidak mudah tergoda oleh jalan yang salah. Adam Clarke menambahkan bahwa “menaruh di dalam hati” berarti menginternalisasi prinsip-prinsip hikmat hingga membentuk pola pikir dan keputusan.
Cross-references yang relevan
Aplikasi bagi kehidupan sehari-hari sekarang
Ringkasnya, Amsal 4:21 mengajak kita memusatkan perhatian pada hikmat Allah dengan sungguh-sungguh dan menginternalisasikannya secara mendalam. Dengan demikian, iman kita tidak hanya bernapas dalam doa, tetapi juga terbukti dalam cara kita melihat, memilih, dan hidup setiap hari.
Catatan kutipan singkat dari para komentator publik domain: “The wisdom must be kept ever before the eyes and treasured in the heart.” (ringkasan para komentator terdahulu; tidak menampilkan kutipan panjang penuh di sini).