Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 6:1 Amsal 6:2 Amsal 6:3 Amsal 6:4 Amsal 6:5 Amsal 6:6 Amsal 6:7 Amsal 6:8 Amsal 6:9 Amsal 6:10 Amsal 6:11 Amsal 6:12 Amsal 6:13 Amsal 6:14 Amsal 6:15 Amsal 6:16 Amsal 6:17 Amsal 6:18 Amsal 6:19 Amsal 6:20 Amsal 6:21 Amsal 6:22 Amsal 6:23 Amsal 6:24 Amsal 6:25 Amsal 6:26 Amsal 6:27 Amsal 6:28 Amsal 6:29 Amsal 6:30 Amsal 6:31 Amsal 6:32 Amsal 6:33 Amsal 6:34 Amsal 6:35



Amsal 6:20 (IDN)
Ringkasan pembaca: Ayat ini mengajak kita menjaga amanat orang tua sebagai bagian penting dari hikmat hidup. Kunci nasihatnya adalah ketaatan terhadap hukum dan pesan orang tua sebagai panduan moral dan tindakan kita sehari-hari. Pada konteks kitab Amsal, pesan ini muncul sebagai bagian dari kumpulan nasihat praktis yang menuntun seseorang menuju hidup yang bijaksana dan berkenan di hadapan Tuhan.
Ayat dalam konteks pasal
Pada bagian awal Amsal 6, penulis menasihati tentang bahaya sifat-sifat malas, sombong, dan tindakan yang dapat merusak hidup. Ayat 20-23 berfokus pada pentingnya memegang teguh ajaran keluarga—hukum bapak dan pesan ibu—sebagai perangkat untuk menghindari jalan-jalan keliru. Di sini, keluarga berfungsi sebagai kanal pewarisan nilai: ajaran orang tua menjadi pedoman yang membentuk perilaku, pilihan, serta cara berpikir yang moralis.
Pesan utama
Pesan sentral ayat ini adalah keutuhan ketaatan terhadap bimbingan orang tua. Peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu menunjukkan dua hal: (1) menghargai otoritas keluarga sebagai sumber hikmat, (2) mengikatkan diri pada prinsip-prinsip moral yang dibangun melalui didikan rumah tangga. Ketaatan ini bukan sekadar kepatuhan eksternal, melainkan orientasi hati yang mengarahkan individu dalam keputusan sehari-hari.
Pengamatan komparatif
Beberapa bagian Alkitab menekankan warisan hikmat dari orang tua dan peran nasihat dalam kehidupan: - Amsal lainnya menekankan pentingnya mendengar nasihat orang tua sebagai wujud kebijaksanaan. - Kolose 3:20–21 menyoroti hubungan keluarga sebagai konteks tumbuhnya karakter anak, dengan peringatan agar anak-anak tidak dibangun di atas kemarahan tanpa sebab. - Efesus 6:1–3 menegaskan hakikat penghormatan terhadap orang tua sebagai bagian dari perintah Allah yang menjamin berkat. Intinya, keselarasan antara ajaran keluarga dan hidup sehari-hari menjadi fondasi stabil bagi kebijaksanaan praktis.
Naskah-balas penasihat dari para komentator mapan (singkat)
Beberapa pandangan klasik menilai ayat ini sebagai dorongan akil balig untuk memelihara kebijaksanaan yang diajarkan keluarga. Matthew Henry menekankan bahwa ketaatan terhadap hukum orang tua adalah bagian dari otoritas Tuhan dalam rumah tangga; Albert Barnes menyoroti peran nasihat orang tua sebagai pelindung dari langkah-langkah bodoh; Adam Clarke menegaskan bahwa kebijaksanaan yang diwariskan membutuhkan respons hati yang taat. Catatan-catatan ini menegaskan bahwa disiplin rumah tangga berfungsi sebagai rahim pembentukan karakter yang tahan uji waktu.
Aplikasi praktis
Rujukan silang singkat
Beberapa tautan relevan: - Amsal 3:1-2 — ingatkan untuk mengikatkan hati pada ajaran keluarga sebagai sumber panjang umur dan kedamaian. - Efesus 6:1-3 — hakikat penghormatan kepada orang tua sebagai bagian dari hidup yang berkenan pada Tuhan. - Amsal 4:1-4 — dorongan agar anak-anak memperhatikan nasihat bapak dan menghayati hikmat yang diwariskan.
Penutup ringkas
Amsal 6:20 mengundang pembaca untuk mengintegrasikan nilai keluarga ke dalam identitas moral pribadi. Peliharakanlah hukum bapamu dan janganlah engkau meninggalkan pesan ibumu adalah ajakan untuk menjadikan hikmat rumah tangga sebagai fondasi hidup yang praktis dan bertujuan—mengarahkan langkah kita agar damai, adil, dan setia kepada Allah.