Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 6:1 Amsal 6:2 Amsal 6:3 Amsal 6:4 Amsal 6:5 Amsal 6:6 Amsal 6:7 Amsal 6:8 Amsal 6:9 Amsal 6:10 Amsal 6:11 Amsal 6:12 Amsal 6:13 Amsal 6:14 Amsal 6:15 Amsal 6:16 Amsal 6:17 Amsal 6:18 Amsal 6:19 Amsal 6:20 Amsal 6:21 Amsal 6:22 Amsal 6:23 Amsal 6:24 Amsal 6:25 Amsal 6:26 Amsal 6:27 Amsal 6:28 Amsal 6:29 Amsal 6:30 Amsal 6:31 Amsal 6:32 Amsal 6:33 Amsal 6:34 Amsal 6:35



Inti Makna Ayat Amsal 6:14 (IDN)
Makna utama ayat ini: kejahatan lahir dari hati manusia yang membentuk rencana jahat, menghasut perselisihan, dan menampilkan kerusuhan. Hati yang rusak menjadi sumber tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, karena niat jahat itu terlontar menjadi perbuatan dan ucapan yang mengundang malapetaka.
Latar konteks singkat
Amsal 6 berisi nasihat bijak tentang perilaku yang menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun komunitas. Ayat 14 menyoroti pola pikir yang bergolak menjadi tindakan kontradiktif: rencana jahat yang dizahirkan melalui perdebatan dan konflik. Hal ini selaras dengan tema kitab Amsal tentang hikmat praktis yang menuntun hidup hiduplah damai, jauhi tipu daya, dan berpegang pada kejujuran.
Observasi penafsiran
Garis besar tema
Hubungan dengan bagian Alkitab lain
Beberapa bagian beresonansi dengan tema ini:
Pembaca praktis
Renungkan niat pribadi dan hindari pola perbantahan yang merusak. Latih lidah dan hati untuk membangun damai: prac-tikkan kejujuran, bertanya pada Tuhan untuk membimbing ucapan, dan memilih tindakan yang memuliakan-Nya di setiap interaksi.
Rangkaian kebenaran Singkat
Rujukan pendalaman (kutipan ringkas dari komentar perginjaman PD lama)
Beberapa pemikiran pendeta paruh masa lalu menekankan bahwa kekuatan jahat dalam hati membawa keinginan untuk bertentangan, sedangkan hikmat Allah menuntun kita menjauhi perbantahan dan mencapai kedamaian.
Catatan: Kutipan langsung singkat dari Yohanes Henry (Matthew Henry), Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak tersedia secara eksplisit dalam teks ini; jika ada, akan dicantumkan dalam sitiran diawal bagian terkait. Penafsiran ini menggabungkan wawasan umum dari karya-karya mereka secara sintetis untuk bahasa Indonesia tanpa menyalin kalimat asli secara utuh.