Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 6:1 Amsal 6:2 Amsal 6:3 Amsal 6:4 Amsal 6:5 Amsal 6:6 Amsal 6:7 Amsal 6:8 Amsal 6:9 Amsal 6:10 Amsal 6:11 Amsal 6:12 Amsal 6:13 Amsal 6:14 Amsal 6:15 Amsal 6:16 Amsal 6:17 Amsal 6:18 Amsal 6:19 Amsal 6:20 Amsal 6:21 Amsal 6:22 Amsal 6:23 Amsal 6:24 Amsal 6:25 Amsal 6:26 Amsal 6:27 Amsal 6:28 Amsal 6:29 Amsal 6:30 Amsal 6:31 Amsal 6:32 Amsal 6:33 Amsal 6:34 Amsal 6:35



Makna Pokok Amsal 6:26 (IDN)
Makna utama ayat ini adalah peringatan tentang dampak buruk yang timbul dari ketidaksetiaan seksual dan bagaimana hal tersebut bisa menimbulkan kemiskinan atau keterpurukan. Ayat mengingatkan bahwa pemakaian sumber daya dengan cara mengungkapkan nafsu yang salah akan menimbulkan kerugian besar, termasuk bagaimana istri orang lain bisa menjerat suami yang tergoda, sehingga jiwa yang mulia pun berpotensi terlemahkan.
Latar Belakang Konteks
Amsal 6 dalam kitab Amsal termasuk nasihat praktis tentang keteladanan hidup, etika pekerjaan, dan tata pergaulan. Ayat 26 dipahami dalam konteks bahayanya godaan seksual dan konsekuensi sosial maupun ekonomi yang mengikutinya. Penekanan klasik adalah menjaga kesetiaan, menolak godaan, serta menghindari pemasangan jebakan yang merugikan orang lain maupun diri sendiri.
Observasi Penafsiran
Rangkaian Tema Ringkas
Rujukan Sehubungan
Beberapa bagian yang memberi gambaran sejalan:
Ayat Terkait dari Penafsir Terdahulu (ringkas)
Daniel Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa godaan seksual bisa menjerat hati dan merusak hidup, sehingga perlunya penahanan diri serta menjaga integritas dalam hubungan suami-istri. Mereka menekankan bahwa peringatan ini juga mengingatkan bahwa perzinahan bukan sekadar kesalahan moral pribadi, melainkan ancaman terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Tata Ikrar Praktis
Inti penafsiran: fokus pada konsekuensi jangka panjang dari tindakan tidak setia dan pentingnya menjaga integritas pribadi. Nasihat ini tetap relevan untuk menjaga kesejahteraan rohani dan materi secara seimbang.
Quotations from classic commentators (abbreviated): "By an harlot (a seductress) is a man brought into poverty." [Matthew Henry] "Lasciviousness leads to ruin; a man is undone by yielding to lust." [Albert Barnes] "Stumbling at the sin of adultery not only harms the guilty but devastates families and estates." [Adam Clarke]