Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Amsal 6:1 Amsal 6:2 Amsal 6:3 Amsal 6:4 Amsal 6:5 Amsal 6:6 Amsal 6:7 Amsal 6:8 Amsal 6:9 Amsal 6:10 Amsal 6:11 Amsal 6:12 Amsal 6:13 Amsal 6:14 Amsal 6:15 Amsal 6:16 Amsal 6:17 Amsal 6:18 Amsal 6:19 Amsal 6:20 Amsal 6:21 Amsal 6:22 Amsal 6:23 Amsal 6:24 Amsal 6:25 Amsal 6:26 Amsal 6:27 Amsal 6:28 Amsal 6:29 Amsal 6:30 Amsal 6:31 Amsal 6:32 Amsal 6:33 Amsal 6:34 Amsal 6:35



Amsal 6:3 (IDN): Perbuatlah ini, hai anakku; lepaskanlah kiranya dirimu, sebab engkau sudah jatuh ke tangan samamu manusia; pergilah, rajinkanlah dirimu, serta memaksa akan samamu manusia.
Tinjauan pembaca
Amsal 6:3 masuk dalam kumpulan nasihat praktis yang menasihati respons hati ketika menghadapi persoalan moral dan tekanan sosial. Ayat ini menekankan langkah konkret untuk membebaskan diri dari jerat yang menjerat orang yang bersalah melalui perjanjian atau kewajiban yang menahan diri. Dalam konteks Kitab Amsal, nasihat ini bukan sekadar tindakan hukum, melainkan pedoman kebijaksanaan untuk menjaga hidup saleh di tengah godaan dan kewajiban yang tidak sehat.
Pembahasan ayat dalam konteks pasal
Amsal 6 berfokus pada bahaya perilaku sia-sia, kebotakan pekerjaan yang menebal, dan perilaku menipu. Ayat 3 berfungsi sebagai panduan praktis bagi seseorang yang terperangkap dalam pengaruh pihak lain, khususnya yang bersifat kekuasaan atau bayaran yang tidak adil. Ayat ini menempatkan tanggung jawab pribadi pada individu untuk segera melepaskan diri, agar tidak terikat lebih jauh oleh dampak buruk situasi tersebut.
Inti spiritual utama
Inti ajaran ayat ini adalah kesadaran diri akan kebebasan moral yang dimiliki setiap orang oleh Allah, serta tindakan proaktif untuk menghindari kompromi yang merugikan. Nasihat ini menegaskan bahwa ketika seseorang terjerat, langkah awal adalah mengakui keadaan, kemudian mengambil tindakan yang kuat untuk mematahkan ikatan tersebut demi integritas pribadi di hadapan Tuhan.
Perbandingan dengan bagian Alkitab lainnya
Aplikasi praktis yang sehat
Cross-references singkat
- Amsal 3:27-28: Mengingatkan untuk tidak menunda kebaikan ketika ada peluang membantu, seraya mengingat tanggung jawab pribadi terhadap tindakan yang benar.
- 1 Korintus 7:23-24: Relasi iman dengan kebebasan rohani; menjaga diri agar tidak diperbudak oleh keadaan atau orang lain.
- Efesus 4:25-29: Mendorong hidup jujur dan membangun diri secara rohani, menjauhi tipu daya dan perilaku merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Rangkuman penutup
Ayat ini menegaskan bahwa ketika terperangkap dalam situasi yang menuntut kompromi, tindakan cepat dan tegas untuk melepaskan diri merupakan bagian dari kebijaksanaan hidup sesuai Allah. Integritas pribadi dipertahankan bukan dengan perebutan hak, melainkan melalui langkah konkret yang menjaga kebenaran dan kemurnian hidup di hadapan Tuhan. Dalam prinsip ini, nasihat Amsal tetap relevan bagi kita yang dihadapkan pada tekanan sosial atau hubungan yang tidak sehat.
Catatan kutipan dari para komentator publik domain: Matthew Henry menonjolkan bahwa perlunya melepaskan diri adalah bagian dari hikmat yang melindungi diri dari kejatuhan; Albert Barnes menekankan tanggung jawab pribadi untuk bertindak segera; Adam Clarke menambahkan bahwa langkah ini menghindarkan kita dari beban dosa yang semakin berat.