Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:17 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:17 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
karena kerajaan Allah itu bukannya hal makan minum, melainkan kebenaran dan sejahtera dan kesukaan di dalam Rohulkudus.
Roma 14:17 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:17 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 15:13 (IDN) »
Kiranya Allah, yang pohon pengharapan itu, memenuhi kamu dengan segala kesukaan dan sentosa di dalam iman, supaya makin kayalah kamu di dalam pengharapan itu oleh sebab kuat kuasa Rohulkudus.

Matius 6:33 (IDN) »
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah serta kebenaran-Nya, maka sekaliannya itu juga akan ditambahkan kepadamu.

1 Korintus 4:20 (IDN) »
Karena kerajaan Allah itu bukannya berwujud atas perkataan, melainkan atas kuasa.
Roma 14:17 dalam Konteks
Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma membahas bagaimana umat percaya hidup di antara perbedaan pendapat mengenai praktik rohani, terutama soal hukum ritual dan makanan. Roma 14 menekankan bahwa kehidupan jemaat tidak seharusnya dibentuk terutama oleh hal-hal lahiriah seperti makanan atau minuman, melainkan oleh pekerjaan Allah melalui Roh kudus. Ayat 17 menetapkan inti kerajaan Allah: itu bukan soal apa yang dimakan atau diminum, melainkan kebenaran, sejahtera, dan sukacita yang dihasilkan oleh Roh Kudus.
Makna pokok ayat
Ayat ini menegaskan prioritas hidup Kristen: relasi dengan Allah dan kehidupan batin yang dipimpin oleh Roh Kudus lebih penting daripada perdebatan halal–haram tentang makanan atau minuman. Kebenaran di sini merujuk pada hidup benar menurut Allah, sejahtera (damai) menyiratkan hubungan yang harmonis dengan sesama, dan bersukacita karena pekerjaan Roh dalam batin manusia. Ketiganya muncul sebagai buah kerajaan Allah yang berfungsi memperbaharui karakter jemaat, menyatukan perbedaan, dan memuliakan Allah di tengah dunia.
Tema utama
Referensi silang yang relevan
Makna praktis untuk hidup sehari-hari
Gereja perlu mengutamakan pembentukan karakter yang dipenuhi kebenaran, damai, dan sukacita. Ketimbang menilai satu sama lain berdasarkan kebiasaan makan/minum atau perbedaan hukum adat, komunitas percaya diajak untuk memelihara persatuan dalam kasih, menguatkan satu sama lain, dan bersaksi melalui hidup yang dipimpin Roh Kudus. Dalam menghadapi perbedaan pendapat, arahkan perhatian pada bagaimana tindakan kita membawa damai dan meningkatkan iman sesama.
Refleksi singkat
Bagaimana kita membuktikan kerajaan Allah hari ini? Apakah hidup kita memantulkan kebenaran yang menuntun pada damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh, lebih daripada ketelitian aturan manusia?
Ringkasan
Roma 14:17 mengingatkan kita bahwa inti kerajaan Allah adalah kehidupan batin yang benar di hadapan Allah, damai dengan sesama, dan sukacita yang berasal dari pekerjaan Roh Kudus. Fokus ini mengarahkan jemaat untuk memprioritaskan buah Roh dalam komunitas, menjaga persatuan, serta membangun hidup rohani yang berlandaskan kasih Kristus.
Kutipan singkat dari para komentator terkemuka (tanpa mengutip teks lengkap): Matthew Henry menekankan bahwa “kerajaan Allah adalah hidup yang benar dan damai di dalam Roh.” Albert Barnes menggarisbawahi bahwa damai dan sukacita adalah buah dari hubungan umat dengan Allah melalui Roh. Adam Clarke melihat Roma 14:17 sebagai penekanan pada keadaan batin yang lebih penting daripada ketentuan hukum lahiriah.