Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:10 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:10 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah.
Roma 14:10 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:10 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 5:10 (IDN) »
Karena tak dapat tiada kita sekalian akan jadi nyata di hadapan kursi pengadilan Kristus, supaya tiap-tiap orang menerima balasan, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tubuh itu, baik atau jahat.

1 Korintus 4:5 (IDN) »
Oleh yang demikian janganlah kamu memutuskan barang sesuatu hal dahulu daripada waktunya, sehingga datang Tuhan, yang akan menerangkan barang yang tersembunyi di dalam gelap, dan akan menyatakan segala kasad hati orang. Pada masa itulah masing-masing akan beroleh kepujian daripada Allah.

Pengkhotbah 12:14 (IDN) »
Karena perbuatan tiap-tiap orang akan dihadapkan Allah kelak kepada hukum serta dengan segala perkara yang tersembunyi, dari pada baik dan jahat.
Roma 14:10 (IDN) – Menimbang Perkataan di Kursi Pengadilan Allah
Gema ajaran dalam Roma 14:10 mengajak pembaca untuk melihat bagaimana kita bertanggung jawab di hadapan Allah tanpa menghakimi sesama secara berlebihan. Ayat ini menekankan realitas eskatologis: suatu hari kita semua akan berdiri di hadapan kursi pengadilan Allah. Dalam konteks bab 14, Rasul Paulus menyoroti perbedaan pendapat antara umat percaya dalam hal praktik hidup, makanan, hari penting, dan kebebasan yang|||?|||dapat menimbulkan kesombongan atau kelemahan rohani. Ayat ini menampilkan pertanyaan retoris yang mengajak kita menilai sikap hati: apakah kita menyalahkan saudara kita atau memandang rendah saudara karena perbedaan pendapat?
Ayat dalam konteks bab 14
Paulus menasihati jemaat Roma agar tidak saling menghina atau menuduh. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat tidak menghapus tanggung jawab kita terhadap kasih, kedamaian, dan kehormatan terhadap sesama. Nasihat ini didasari kesadaran bahwa setiap orang akan bertanggung jawab kepada Allah, dan Allahlah yang berhak menilai arah hati serta tindakan sesama.
Sintesis pelajaran rohani utama
Rujukan alkitabiah terkait
Ada sejumlah ayat yang memberi konteks tambahan terhadap tema ini:
Penerapan praktis untuk kehidupan iman
Beberapa langkah sederhana namun penting untuk menata hati adalah:
Penutupan – pandangan harmonis terhadap pertanggungjawaban Allah
Roma 14:10 mengingatkan kita bahwa semua ukuran hidup kita kelihatan di hadapan Allah. Menghormati sesama dalam perbedaan bukan berarti meniadakan kebenaran; itu berarti menjaga relasi dengan sesama dan dengan Tuhan. Ketika kita menimbang satu sama lain dengan kasih, kita menyiapkan diri untuk bertemu dengan Allah dalam kerendahan hati, tidak dengan sikap menghakimi, tetapi dengan pengakuan bahwa kasih-Nya mengubah cara kita melihat sesama.
Inti inti dalam satu pandangan
Paulus menuntun jemaat untuk menimbang hati terhadap sesama dengan rendah hati, menghindari tuduhan, dan fokus pada persatuan di dalam kasih Kristus. Karena suatu hari kita semua akan berdiri di hadapan kursi pengadilan Allah, marilah kita menjalani hidup yang membangun, bukan meruntuhkan, komunitas iman kita.