Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:18 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:18 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena siapa yang taat kepada Kristus di dalam hal itu, maka ialah yang diperkenan oleh Allah dan diindahkan oleh manusia.
Roma 14:18 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:18 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

2 Korintus 8:21 (IDN) »
Karena kami hendak memeliharakan nama, bukan sahaja pada pemandangan Tuhan, melainkan pada pemandangan manusia juga.

2 Korintus 5:11 (IDN) »
Sedang kami mengetahui dari hal takut akan Tuhan, maka itulah sebabnya kami mengajak orang, tetapi kepada Allah sudahlah kami nyata; maka haraplah aku juga nyata kepada perasaan hati kamu.

Roma 16:18 (IDN) »
Karena orang yang semacam ini bukannya bertuhankan Tuhan kita, yaitu Kristus, melainkan bertuhankan perutnya sendiri; dan dengan perkataan yang manis dan elok mereka itu memperdayakan orang yang tulus hati.
Roma 14:18 (IDN) — Menyenangkan Allah dan manusia melalui taat kepada Kristus
Inti interpretatif: Kehidupan yang hidup dalam iman kepada Kristus dan ketetapan kasih-Nya menjadi ukuran penerimaan Allah dan penghormatan manusia. Siapa pun yang hidup taat kepada Kristus dalam hal-hal jemaat—bukan hanya pada aspek ritual atau pendapat pribadi—maka ia memperoleh persetujuan Allah dan penghormaan dari sesama manusia.
konteks sastra dan alur pikir
Ayat ini menutup bagian Roma 14 yang membahas kebebasan Kristen bagi yang mempunyai keyakinan berbeda dalam hal-hal yang bukan inti iman. Paulus menekankan bahwa tujuan utama kehidupan berkarunia dan kebebasan rohani bukanlah mempertahankan hak pribadi semata, melainkan hidup yang membangun kesejahteraan jemaat melalui kemurnian fokus pada Kristus. Ketaatan kepada Kristus berarti mengikuti teladan-Nya dalam pengampunan, rendah hati, dan pelayanan kepada sesama tanpa menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Signifikansi teologis
Dalam teologi Roma, ketaatan kepada Kristus menghasilkan persekutian yang sejati: Allah melihat hati yang ditundukkan kepada kehendak-Nya dan manusia melihat bukti kasih melalui perilaku yang membangun damai. Ayat ini menyoroti bahwa penerimaan ilahi tidak bergantung pada kemurnian ritual eksternal saja, melainkan pada kesetiaan menjalani hidup yang berpusat pada Kristus dan mengutamakan persatuan jemaat.
hubungan Alkitab (cross-references)
Penjelasan singkat: Ketiga referensi ini menegaskan bahwa taat kepada Kristus menuntun hidup yang rendah hati, penuh kasih, dan memprioritaskan kesejahteraan sesama—nilai yang menenangkan hubungan dalam jemaat dan menunjukkan penerimaan Allah.
pertanyaan refleksi
kesimpulan singkat
Roma 14:18 menegaskan bahwa hidup yang taat kepada Kristus membawa persetujuan Allah dan penghormatan di antara manusia. Bukan semata-mata mengikuti tradisi atau opini pribadi, melainkan menumpahkan kasih Kristus dalam hubungan dan pelayanan, itulah jalan menuju penerimaan ilahi dan kedamaian jemaat.
Penting: Ungkapan dari para komentator publik-domain yang relevan menyoroti pentingnya kerendahan hati, kasih, dan kesatuan dalam hidup Kristen. Beberapa pernyataan yang sering dikutip secara ringkas oleh Tomas Henry, Barnes, atau Clarke menekankan bahwa iman yang hidup mempraktikkan kasih dan penghindaran perpecahan; kutipan lengkapnya diilustrasikan dalam diskusi umum tafsiran-bejajaran.