Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:11 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:11 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Karena adalah tersurat: Demi hidup-Ku ini firman Tuhan, bahwa tiap-tiap lutut akan bertelut kepada-Ku, dan tiap-tiap lidah akan mengaku kepada Allah.
Roma 14:11 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:11 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Yesaya 45:22 (IDN) »
Berpalinglah dirimu kepada-Ku, supaya terpeliharalah kamu, hai segala ujung bumi! Karena Akulah Allah, tiadalah lain lagi.

Filipi 2:10 (IDN) »
supaya dengan nama Yesus itu akan bertelut segala lutut, daripada yang di surga dan yang di atas bumi dan yang di bawah bumi,

Mazmur 72:11 (IDN) »
Bahkan, segala raja sekalian akan menyembah sujud kepadanya dan segala bangsapun akan berbuat bakti kepadanya.
Roma 14:11 (IDN) — Penundukan dan Pengakuan kepada Allah
Rangka ayat ini berada dalam konteks pengajaran Paulus tentang kebebasan percaya dan tanggung jawab umat percaya terhadap sesama. Ia menegaskan bahwa di hadapan Allah semua orang akan berjuang untuk menyatakan sikap yang sejati: lutut bertelut dan lidah mengakui Allah. Ayat ini menekankan keutuhan pengakuan kepada Tuhan, bukan sekadar bahasa yang fasih, melainkan respons hidup yang bersumber dari iman yang bekerja melalui kasih.
Makna pokok
Ada dua unsur inti di sini: (1) ketaatan universal: semua orang akan bertelut di hadapan Allah; (2) pengakuan universal: setiap lidah akan mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Keduanya menggambarkan rencana Allah untuk memuliakan diri-Nya di atas segala bangsa, serta menyiapkan manusia dalam hubungan mereka dengan-Nya di penghakiman terakhir.
Tema utama
Rujukan silang yang relevan
Beberapa bagian alkitab lain yang sejalan dengan tema ini:
Gambaran tokoh penafsir terdahulu
Para penafsir publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke menekankan bahwa ayat ini menegaskan kedudukan Tuhan atas semua makhluk dan tujuan Allah membawa manusia ke dalam pengakuan tunduk yang benar. Mereka menyoroti bahwa pembicaraan itu tidak hanya menyinggung bahasa lidah, melainkan manifestasi hidup yang sejalan dengan iman kepada Kristus sebagai Tuhan.
Beberapa kutipan singkat dari penafsir terdahulu (jika tersedia):
Henry menekankan bahwa “setiap lutut akan bertelut” menandai kekuasaan Tuhan yang melampaui segala perbedaan manusia. Barnes menekankan bahwa pengakuan lidah kepada Allah adalah bukti terima kasih dan pengakuan akan karya penyelamatan Kristus. Clarke menyoroti aspeknya bahwa hampir tidak ada preferensi pribadi yang dapat menolak hormat kepada Tuhan yang tak terbatas.
Refleksi praktis
Hal ini mengajak kita mengevaluasi respons kita sehari-hari. Apakah hidup kita mencerminkan kedudukan Allah sebagai yang tertinggi? Ketika ada perbedaan pendapat dalam hal-hal halal, bagaimana kita memilih untuk berlutut dalam kasih dan mengakui Allah di hadapan sesama? Pengakuan mulut perlu didukung oleh tindakan kasih terhadap orang lain dan pengampunan yang nyata.
Ringkasan singkat
Ayat ini menegaskan bahwa pada akhirnya semua manusia akan tunduk dan mengaku kepada Allah. Keduanya—ketundukan dan pengakuan—menjadi bagian dari kehendak Allah untuk memperlihatkan kemuliaan-Nya di antara semua bangsa, meskipun jalan hidup kita saat ini beragam. Tujuan akhirnya adalah hubungan yang benar dengan Tuhan melalui iman kepada Kristus.