Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:23 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:23 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Tetapi siapa yang makan dengan waswas, ialah terhukum, sebab bukannya beralaskan iman. Maka barang sesuatu yang tiada beralaskan iman, itu dosa.
Roma 14:23 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:23 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Ibrani 11:6 (IDN) »
Jikalau tiada beriman, mustahil diperkenan Allah; karena orang yang menghampiri Allah itu, wajiblah ia yakin bahwa Allah ada, dan lagi bahwa Ialah pemberi pahala kepada segala orang yang mencari Dia.

1 Korintus 11:29 (IDN) »
Karena orang yang makan dan minum dengan tiada membedakan tubuh Tuhan, maka ia makan dan minum suatu hukuman atas dirinya sendiri.

Titus 1:15 (IDN) »
Maka kepada orang yang suci tiap-tiap perkara ada suci; tetapi kepada orang yang najis dan yang tiada beriman satu pun tiada suci, melainkan akalnya dan perasaan hatinya pun najis.
Roma 14:23 (IDN) — Takut Mengambil Keputusan Tanpa Iman
Dalam konteks Roma 14, Rasul Paulus membahas bagaimana orang percaya hidup dalam kebebasan rohani sambil menghormati prinsip-prinsip kasih terhadap sesama. Bagian ini menyoroti konflik kebebasan pribadi versus kewaspadaan rohani atas pilihan-pilihan yang tidak tertulis dalam kitab suci, seperti makanan, perayaan hari, dan kebiasaan lainnya. Ayat ini menegaskan bahwa tindakan yang diambil dengan keraguan atau rasa tidak pasti—ketika seseorang bertindak tanpa keyakinan iman yang penuh—mewakili dosa karena berdasar pada keraguan terhadap kasih Allah dan kedudukan timbal balik umat-Nya.
Pemahaman Utama
Ayat ini menekankan bahwa tindakan yang diambil dengan was-was, ragu, atau ketakpastian terhadap benar tidaknya suatu tindakan di hadapan Allah, tidak hanya melukai hati nurani sendiri tetapi juga berpotensi menempatkan semua tindakan tersebut sebagai dosa. Iman di sini bukan sekadar keyakinan intelektual, melainkan landasan tindakan. Jika seseorang melakukannya tanpa iman, maka tindakan itu kehilangan dasar spiritualnya dan tidak sesuai dengan tujuan hidup orang percaya yang mengandalkan hubungan dengan Tuhan melalui iman.
Gagasan Kunci
Catatan Tematik
Beberapa tema terkait mencakup:
Rujukan silang
Beberapa tempat yang relevan untuk memahami makna ini secara lebih luas:
Refleksi Praktis
Pemimpin komunitas gereja ditempatkan untuk mendorong kebebasan yang bertanggung jawab: membebaskan orang percaya dari beban hukum manusia sambil menjaga nurani yang berazi. Ketika kita berada dalam situasi di mana pilihan pribadi memunculkan keraguan, langkah bijak adalah berdoa, meneguhkan iman pada kasih Allah, dan memilih yang memperdamaikan sesama, bukan yang menimbulkan kekhawatiran berlarut-larut.
Penutup Ringkas
Ayat ini mengajak kita menilai tindakan kita melalui lensa iman: setiap pilihan yang dilakukan dengan keyakinan penuh akan selaras dengan kehendak Allah; yang sebaliknya—keraguan yang mengeliminasi iman—mewajibkan kita berhati-hati, karena tidak berlandaskan iman dan berpotensi menjadi dosa. Dalam kebebasan Kristus, biarlah kasih dan nurani yang terpelihara yang menjadi pedoman utama kita.
Quotations from Matthew Henry, Albert Barnes, and Adam Clarke are not quoted here verbatim; only ideas and themes are synthesized from their public-domain commentaries to support a cohesive Indonesian understanding of the passage.