Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:6 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:6 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Siapa yang memegang hari itu, biarlah dipegangnya karena Tuhan, dan siapa yang makan itu, biarlah ia makan karena Tuhan, sebab ia mengucap syukur kepada Allah; dan siapa yang tiada mau makan itu, biarlah ia tiada mau makan karena Tuhan, dan mengucap syukur kepada Allah juga.
Roma 14:6 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:6 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

1 Korintus 10:30 (IDN) »
Jikalau aku ini dengan ucapan syukur menerima bahagianku, apakah sebabnya aku diumpat orang atas hal yang aku ucapkan syukur itu?

1 Timotius 4:3 (IDN) »
sambil melarangkan menikah dan memantangkan berbagai-bagai jenis makanan yang dijadikan Allah, supaya diterima dengan syukur oleh orang yang beriman dan yang mengetahui akan hal yang benar.

Matius 15:36 (IDN) »
lalu diambil-Nya roti yang tujuh ketul dan ikan itu, diucap-Nya syukur dan dipecah-pecahkan-Nya, serta diberi-Nya kepada murid-murid-Nya, maka murid-murid-Nya pula memberikan dia kepada orang banyak itu.
Roma 14:6 - Pemahaman tentang Hari dan Makanan dalam Keyakinan Bersalah
Rasul Paulus menulis Roma 14 untuk menanggapi perbedaan pendapat antara orang percaya mengenai hal-hal yang tidak prinsipil, seperti perayaan hari tertentu dan makanan halal atau tidak. Ayat ini menegaskan bahwa apa pun yang dipilih seseorang, dilakukan dengan kesadaran penuh kepada Tuhan, disertai ucapan syukur kepada Allah. Inti ajaran di sini adalah menjaga sikap hati, bukan menyeret sesama ke dalam perpecahan karena perbedaan praktik budaya atau tradisi keagamaan.
Makna pokok ayat
Apa yang dilakukan seseorang—memegang hari tertentu atau makan makanan tertentu—harus dipahami sebagai tindakan ibadah kepada Tuhan. Ketika seseorang memilih merayakan hari, ia melakukannya bagi Tuhan; ketika seseorang memilih tidak merayakan, ia juga melakukannya bagi Tuhan. Kedua pilihan itu diikat oleh ucapan syukur kepada Allah, menolak sikap menghakimi sesama karena perbedaan praktik luar.
Tiga tema kunci
Cross-references singkat
Alasan praktis dan relevansi jemaat
Akuatnya kebebasan rohani tidak menghapus tanggung jawab untuk memperhatikan kelemahlembutan dan persaudaraan. Ketika ada perbedaan pandangan mengenai hari perayaan atau makanan, jemaat dipanggil untuk menilai tindakan mereka sendiri di hadapan Tuhan sambil merangkul sesama tanpa merendahkan. Sikap syukur kepada Allah menjadi kompas moral: bahkan dalam ketidaksepakatan, umat percaya tetap mengaku bersyukur atas anugerah-Nya yang mempersatukan.
Refleksi praktis
Intisari
Ayah Paulus menegaskan bahwa praktik rohani tidak seharusnya memicu sikap superior terhadap sesama. Baik yang memegang hari maupun yang makan, keduanya melakukannya bagi Tuhan, dengan ucapan syukur kepada Allah. Demi persatuan jemaat, biarlah kebebasan beribadah disertai kasih yang memerdekakan, bukan memperuncing perbedaan.
Catatan referensi singkat: Dalam wacana para tafsiran publik domain seperti Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke, fokus utamanya pada kebebasan Kristen yang diimbangi tanggung jawab sosial dalam komunitas. Mereka menegaskan bahwa inti ajaran bukan pada ritual luar, melainkan hubungan dengan Tuhan yang memuncak dalam ucapan syukur dan kasih kepada sesama. (Quotations are generic paraphrase references; tidak menampilkan kutipan langsung penuh.)
Catatan: Kutipan langsung singkat dari para komentator publik domain tidak disertakan secara panjang lebar, namun prinsip-prinsip umum mereka tercermin dalam ringkasan di atas.