Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiRoma 14:3 Tafsiran ayat Alkitab
Roma 14:3 Penjelasan dan tafsiran ayat Alkitab
Biarlah orang yang makan itu jangan meringankan orang yang tiada makan, dan biarlah orang yang tiada makan itu jangan menyalahkan orang yang makan, sebab Allah telah menerima dia.
Roma 14:3 Tafsiran ayat Alkitab
*** Tafsiran ini memuat materi yang berasal dari sumber-sumber klasik dalam domain publik. Sebagian materi telah diproses, diringkas, atau diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan. Kami menyarankan Anda untuk membandingkan setiap penjelasan dengan teks Alkitab dan konteks lengkapnya. Jika menemukan kesalahan atau terjemahan yang perlu diperbaiki, silakan hubungi kami.
Roma 14:3 Referensi silang ayat
Jelajahi ayat-ayat terkait yang memiliki tema, pengajaran, atau konteks yang berhubungan dengan bagian ini. Referensi silang ini membantu Anda membandingkan ayat dan memahami pesan Alkitab dengan lebih mendalam. Pilih salah satu gambar untuk membaca ayat terkait, penjelasan, dan tafsiran Alkitabnya.

Roma 14:10 (IDN) »
Tetapi engkau ini, apakah sebabnya engkau menyalahkan saudaramu? Atau engkau, apakah sebabnya engkau memudahkan saudaramu pula? Karena kita sekalian kelak akan menghadap kursi pengadilan Allah.

Lukas 18:9 (IDN) »
Maka dikatakan-Nya pula perumpamaan kepada beberapa orang yang menyangkakan dirinya benar, dan yang mempertiadakan orang lain,

1 Korintus 10:29 (IDN) »
artinya: Bukannya perasaan hati kamu sendiri, melainkan perasaan hati orang lain. Karena apakah sebabnya kemerdekaanku itu dihukumkan oleh perasaan hati orang lain?
Roma 14:3 dalam Terjemahan IDN: Menghormati Perbedaan Makan dan Makanannya
Ayat ini menegaskan pentingnya menjaga persaudaraan ketika perbedaan kebiasaan atau preferensi makanan ada di antara umat percaya. Di tengah kebebasan Kristen, tidak ada tempat bagi merendahkan sesama atau menyalahkan sesama karena perbedaan pilihan makanan. Allah telah menerima semua orang yang percaya, sehingga panggilan kita adalah memperlakukan sesama dengan hormat dan kasih.
Pemahaman konteks aslinya
Surat Roma ditulis untuk gereja di kota Roma yang beragam. Ada perbedaan kuat antara mereka yang memiliki latar belakang Yahudi dan non-Yahudi mengenai hukum Taurat, termasuk praktik makanan tertentu. Roma 14 menyoroti bagaimana orang percaya seharusnya berdiri teguh pada iman, sambil hidup dalam damai dengan sesama yang memiliki preferensi berbeda soal makanan. Ayat 3 menonjolkan prinsip saling menghormati: mereka yang makan tidak boleh merendahkan yang tidak makan, dan sebaliknya. Tujuan utamanya adalah menjaga persatuan gereja, bukan menegakkan kemerdekaan pribadi tanpa batas jika hal itu menimbulkan perselisihan.
Gagasan utama dan tema Alkitabiah
Wawasan dari tokoh komentar publik domain (diserap secara ringkas)
Para komentator publik domain menekankan bahwa Roma 14:3 menuntun kita untuk tidak menganggap remeh sesama karena perbedaan preferensi. Mereka menyoroti bahwa persatuan gereja didasarkan pada iman kepada Kristus dan diterapkan lewat kasih praktis. Ketika satu pihak makan dan yang lain tidak, keduanya masih berada dalam kasih Allah yang sama.
Ayat silang yang relevan
Beberapa rujukan Alkitab yang membantu memantapkan pola pemikiran ini meliputi:
Penjelesan singkat: Ketiga silang ini menegaskan bahwa persatuan jemaat ditegakkan melalui kerendahan hati, kasih, dan empati terhadap sesama yang berbeda kebiasaan, bukan melalui dominasi hak pribadi.
Refleksi penuntun praktis
Bayangkan sebuah persekutuan yang terdiri dari orang-orang dengan latar belakang berbeda. Alih-alih menghakimi karena pilihan makanan, fokuslah pada sikap saling menghormati. Jika Anda kuat dalam keyakinan soal makanan, gunakan kebebasan itu untuk membangun, bukan menilai. Jika Anda merasa lemah, terimalah dukungan saudara seiman lain tanpa merasa dihakimi. Allah menerima semua orang yang percaya, sehingga kita pun dipanggil untuk menerima dengan hangat, memb今天ahkan lagi urusan-urusan yang bisa menimbulkan perpecahan.
Dedikasi singkat dan penutup
Roma 14:3 mengajak kita melihat luka-luka sosial dalam komunitas yang terlalu cepat menghakimi. Dengan mengingat bahwa Allah telah menerima dia, kita belajar menilai bentuk iman lebih daripada bentuk praktik. Dalam kasih, kita menjaga damai, menghargai perbedaan, dan hidup sebagai satu tubuh dalam Kristus.
Salinan kata-kata terjemahan berwibawa (kutipan singkat)
Sumber-sumber komentar publik domain tidak menyajikan kutipan panjang; namun ringkasan prinsipnya menekankan penghormatan kepada sesama dan kebersamaan dalam kasih Kristus. (Kutipan pasti Matthew Henry, Albert Barnes, atau Adam Clarke tidak disertakan dalam bentuk kutipan panjang di sini; catatan ringkas mengambil esensi mereka.)