Old Testament
Kejadian Keluaran Imamat Bilangan Ulangan Yosua Hakim-hakim Rut 1 Samuel 2 Samuel 1 Raja-raja 2 Raja-raja 1 Tawarikh 2 Tawarikh Ezra Nehemia Ester Ayub Mazmur Amsal Pengkhotbah Kidung Agung Yesaya Yeremia Ratapan Yehezkiel Daniel Hosea Yoel Amos Obaja Yunus Mikha Nahum Habakuk Zefanya Hagai Zakharia MaleakhiVerse
Imamat 25:1 Imamat 25:2 Imamat 25:3 Imamat 25:4 Imamat 25:5 Imamat 25:6 Imamat 25:7 Imamat 25:8 Imamat 25:9 Imamat 25:10 Imamat 25:11 Imamat 25:12 Imamat 25:13 Imamat 25:14 Imamat 25:15 Imamat 25:16 Imamat 25:17 Imamat 25:18 Imamat 25:19 Imamat 25:20 Imamat 25:21 Imamat 25:22 Imamat 25:23 Imamat 25:24 Imamat 25:25 Imamat 25:26 Imamat 25:27 Imamat 25:28 Imamat 25:29 Imamat 25:30 Imamat 25:31 Imamat 25:32 Imamat 25:33 Imamat 25:34 Imamat 25:35 Imamat 25:36 Imamat 25:37 Imamat 25:38 Imamat 25:39 Imamat 25:40 Imamat 25:41 Imamat 25:42 Imamat 25:43 Imamat 25:44 Imamat 25:45 Imamat 25:46 Imamat 25:47 Imamat 25:48 Imamat 25:49 Imamat 25:50 Imamat 25:51 Imamat 25:52 Imamat 25:53 Imamat 25:54 Imamat 25:55



Imamat 25:21 (IDN) – Berkat Tuhan bagi tahun keenam
Pada bagian Imamat 25, Tuhan mengatur orientasi kehidupan bangsa Israel melalui hukum tahun sabat bagi tanah. Dalam konteks perayaan serta pemeliharaan kemerdekaan ekonomi dan sosial, ayat ini menegaskan bahwa Allah sendiri akan memberkati hasil tanah jika pelaksanaan ketujuh tahun telah terpenuhi. Ayat 21 menyatakan bahwa pada tahun keenam Tuhan akan menurunkan berkat-Nya sehingga panen yang tumbuh cukup untuk tiga tahun. Ini menegaskan iman akan pemeliharaan ilahi di tengah ketaatan umat kepada hukum-Nya.
Tidak sekadar janji panen, tetapi pemeliharaan ilahi
Ayat ini menegaskan bahwa God sendiri akan menyediakan kelimpahan dari tanah meskipun ada jeda panen. Ketika umat menahan diri dari panen di tahun keempat untuk membiarkan tanah beristirahat, Tuhan menjawab dengan kelimpahan yang melampaui ekspektasi—sebab hasil yang tumbuh di tahun keenam cukup untuk tiga tahun. Ini bukan klaim umum tentang pertumbuhan, melainkan tanda hubungan khusus antara ketaatan umat-Nya dan pemeliharaan-Nya secara ajaib.
Pemahaman kontekstual menurut para penafsir klasik
Para pakar tafsir berpendapat bahwa janji ini menegaskan adanya keseimbangan ekonomi dan sosial: tidak ada kelaparan meski tanah tidak ditanami setiap tahun. Matthew Henry menekankan bahwa berkat Tuhan tidak mengikuti hitungan manusia, melainkan sesuai kemahakuasaan-Nya. Albert Barnes menyoroti bahwa janji ini menguatkan kepercayaan kepada Allah sebagai penyedia, bukan sekadar pernyataan keuangan. Adam Clarke menambah bahwa kewajiban umat untuk menghormati sabat tanah menjadi ujian iman: Allah memelihara komunitas dengan cara yang memuliakan-Nya. (Kutipan singkat yang relevan dalam karya mereka diolah secara umum, tanpa menyalin teks penuh).
Aplikasi praktis yang relevan
Akar rohani dan hubungan Alkitabiah
Ayat ini relevan dengan tema perjamuan kelimpahan, bukan sekadar catatan agraria. Cross-reference secara singkat: Yesaya 32:20-21 menekankan berkat perburuan dan tanah; Ulangan 28:11–12 mengaitkan berkat untuk kepatuhan; 2 Korintus 9:10–11 menggambarkan Allah yang menyediakan untuk memberi cukup bagi pekerjaan-Nya. Penjelasan singkat: Allah memelihara umat-Nya melalui cara-Nya yang unik, seringkali melampaui logika akal manusia, ketika iman dan ketaatan berjalan seiring.
Intisari dan penutup
Ayat Imamat 25:21 menggambarkan bahwa pemeliharaan Tuhan itu nyata bagi komunitas yang hidup dalam ketaatan kepada hukum-Nya. Tuhan menjanjikan kelimpahan pada tahun keenam untuk menyiapkan tiga tahun panen; ini menegaskan bahwa ibadah kepada-Nya berhubungan erat dengan kesejahteraan materi dan sosial. Bagi pembaca sekarang, pesan inti adalah kepercayaan yang tumbuh saat kita taat kepada perintah Tuhan, percaya bahwa pemeliharaan-Nya cukup untuk semua kebutuhan.
Catatan penafsir: kutipan singkat dari Matthew Henry, Albert Barnes, dan Adam Clarke disampaikan hanya sebagai referensi pemikiran umum, tanpa menyalin teks penuh.